Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
Subscribe
Close

Search

Bagaimana Nasib Bandung, Pusat Tekstil Pasca Perang Dagang AS-China?
Viral

Bagaimana Nasib Bandung, Pusat Tekstil Pasca Perang Dagang AS-China?

By Redaksi Kompasia
Oktober 23, 2025 3 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada Bagaimana Nasib Bandung, Pusat Tekstil Pasca Perang Dagang AS-China?

Tantangan Industri Tekstil Indonesia Akibat Kebijakan Perdagangan AS

Di tengah suara mesin dan alat tenun yang terdengar, David Leonardi berjalan-jalan di pabrik tekstil miliknya dengan rasa bangga sekaligus khawatir. Bisnis ini sudah berdiri selama hampir 50 tahun, didirikan oleh ayahnya di kota Bandung, yang dikenal sebagai pusat industri tekstil di Indonesia. Namun, saat ini, David menghadapi tantangan besar yang belum pernah ia alami sebelumnya.

Pandemi COVID-19 memberikan dampak serius bagi industri tekstil Indonesia, yang semakin sulit bersaing dengan produk-produk China yang mendominasi pasar. Selain itu, kebijakan tarif yang diterapkan oleh Amerika Serikat juga menambah tekanan bagi bisnis-bisnis yang bergantung pada ekspor. David menyampaikan keluhannya kepada media internasional, mengatakan bahwa ia merasa bingung dengan kebijakan Presiden Trump yang dinilai tidak adil terhadap produsen lokal.

“Kenapa Anda tidak membiarkan kami bekerja dan memasok untuk Anda?” tanyanya. “Anda punya industri sendiri… biarkan kami yang bekerja, Anda yang menjual.”

Presiden Trump akan hadir dalam KTT ASEAN ke-47 di Malaysia akhir pekan ini. Namun, posisi presiden tersebut dalam isu perdagangan dan hubungan dengan Israel selama konflik Gaza telah memicu kemarahan di Asia Tenggara, terutama di negara-negara seperti Indonesia dan Malaysia yang mayoritas penduduknya beragama Muslim.

Dampak Tarif AS terhadap Ekspor Asia Tenggara

Perekonomian Asia Tenggara, yang sangat bergantung pada ekspor ke Amerika Serikat, mulai merasakan efek dari kebijakan proteksi yang diambil oleh pemerintah AS. Sebagian besar negara di kawasan ASEAN akan dikenakan tarif sekitar 19–20 persen dengan Amerika Serikat. Meskipun tarif ini hanya berlaku selama tiga bulan, dampaknya sudah dirasakan oleh banyak pelaku usaha.

Laporan dari United Nations Development Program (UNDP) pada September lalu memperingatkan bahwa ekspor dari Asia Tenggara ke AS akan terdampak serius, dengan estimasi penurunan sebesar 10 persen karena kenaikan harga akibat tarif. David Leonardi memperkirakan penurunan ekspor ke AS bisa mencapai 20–30 persen dalam satu atau dua tahun ke depan.

Kekhawatiran ini juga berdampak pada pekerja dan buruh pabrik di Indonesia. Setengah dari tenaga kerjanya telah dirumahkan, sementara lebih dari seribu buruh pabrik diberhentikan dalam beberapa tahun terakhir. David mengkhawatirkan dampaknya terhadap sektor ekonomi yang masih mampu menyerap tenaga kerja dengan tingkat pendidikan rendah.

Dominasi Produk China di Pasar Asia Tenggara

Selain tarif AS, para produsen di Asia Tenggara juga menghadapi tantangan dari dominasi produk China. Dalam perang dagang antara AS dan China, banyak eksportir China mengalihkan barangnya melalui Asia Tenggara untuk menghindari tarif. Praktik ini, yang disebut transshipment, kini menjadi perhatian pihak AS.

Setelah Presiden Trump mengumumkan tarif di April lalu, ekspor China ke negara-negara ASEAN meningkat sekitar 20 persen. Hal ini membuat banyak produsen di Indonesia kesulitan bersaing dengan barang-barang China yang harganya tiga sampai empat kali lebih murah.

“Kami tidak bisa bertahan,” kata David. “Barang impor ini harganya jauh lebih murah dibandingkan produk lokal.”

Di pasar Tanah Abang Jakarta, banyak pedagang enggan membicarakan produk China karena topik ini dianggap sensitif. Farel, seorang pedagang pasar, mengatakan bahwa produk China memiliki kualitas bagus dan harga kompetitif.

Langkah Pemerintah Indonesia untuk Melindungi Industri Lokal

Untuk menghadapi ancaman ini, pemerintah Indonesia memberlakukan tarif tiga tahun atas impor produk benang kapas. Langkah ini dilakukan setelah adanya lobi dari asosiasi industri yang khawatir dengan “impor ilegal dan dumping produk China”.

Edi Pambudi, Wakil Menteri di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, mengatakan bahwa pihaknya memantau “kelebihan pasokan” barang-barang dari China, sebagai dampak dari konflik dagang antara AS dan China. Ia menyatakan bahwa Indonesia memahami pertimbangan AS terkait defisit perdagangan, tetapi juga ingin menjaga keseimbangan pasar.

KTT ASEAN dan Harapan untuk Perdagangan yang Lebih Baik

Di saat para pemimpin ASEAN akan memanfaatkan KTT ASEAN untuk membahas masalah tarif dan perdagangan dengan Presiden Trump, Presiden AS justru akan menyaksikan kesepakatan gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja. Kesepakatan ini akan mengalihkan perhatian para pemimpin Asia Tenggara yang ingin meningkatkan hubungan bilateral dengan AS.

Bulan Mei lalu, pernyataan bersama para pemimpin ASEAN menyoroti tarif Trump, yang mereka anggap sebagai “ketidakpastian perdagangan global”. Mereka menekankan bahwa tindakan sepihak dan balasan dapat memperparah fragmentasi ekonomi global.

David Leonardi dan banyak pelaku usaha lainnya berharap agar pemerintah Indonesia bisa mencoba menurunkan tarif untuk memberikan sedikit keringanan bagi para eksportir. Namun, dampak lanjutan dari perang dagang AS-China dan ancaman dari produk China yang semakin mendominasi pasar mungkin akan sulit untuk dikembalikan ke kondisi sebelumnya.

810SHARES6.8kVIEWS

Bagikan Artikel & Dapat Reward

Share artikel ini ke media sosial. Setiap link/share valid bernilai Rp10.

WhatsAppFacebookXTelegram
Catatan: sistem mencatat 1 reward per platform, per artikel, per IP untuk mengurangi spam. Status awal pending dan dapat diverifikasi admin.

Baca Artikel Selanjutnya:

5 Shio Paling Beruntung, Rezeki Melimpah dari Segala Arah →

🔥 Postingan Populer

  • 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
  • Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
  • Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
  • Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
  • Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
🔗 Cari alat parkir

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

Viral Asia berita Indonesia manufaktur perdagangan

Jika Artikel Ini Bermanfaat, Tolong Bagikan & Dukung Tim Penulis

Setiap dukungan membantu kami terus menghadirkan artikel informatif, edukatif, dan bermanfaat untuk pembaca.

💚 Donasi via Sociabuzz 📲 Bagikan WA f Facebook 𝕏 Share

Terima kasih sudah mendukung karya penulis independen.

KOMPASIA.COM

Kirim Berita dan Press Release Anda

Kirim berita, press release, artikel promosi, opini, kegiatan perusahaan, komunitas, atau informasi publik lainnya kepada Redaksi Kompasia.

✉ Kirim ke Redaksi ❤ Dukung dengan Donasi
Email Redaksi: redaksikompasia@gmail.com
Materi yang dikirim akan melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan redaksi sebelum diterbitkan.

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen memenuhi standar Dewan Pers untuk menyajikan informasi yang akurat, tajam, dan berimbang.

Tags:

AsiaberitaIndonesiamanufakturperdagangan
Author

Redaksi Kompasia

Follow Me
Other Articles
Khutbah Jumat Terbaru: Bijak Bermedsos, Jauhi Penyebar Hoaks
Previous

Khutbah Jumat Terbaru: Bijak Bermedsos, Jauhi Penyebar Hoaks

5 Shio Paling Beruntung, Rezeki Melimpah dari Segala Arah
Next

5 Shio Paling Beruntung, Rezeki Melimpah dari Segala Arah

Seedbacklink

Berita Populer

1Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Kesehatan28 Jul 2026
2Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

hukum27 Jul 2026
3Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Berita Utama25 Jul 2026
4REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Berita Utama25 Jul 2026
5Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Berita Nasional23 Jul 2026

agama angkutan Asia Astrolog berinvestasi berita Berita lokal bisnis budaya ekonomi hiburan Horoskop Hukum Pidana Indonesia infrastruktur insiden kasus kriminal Kebijakan Publik kejahatan kekayaan klub sepak bola kontroversi Laporan Polisi masalah sosial masyarakat media berita militer olahraga palang parkir pemerintah pendidikan peradilan pidana perbintangan perdagangan Polisi dan Penegakan Hukum politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan sejarah sepak bola teknologi tranding uang undang undang Undang viral

Populer

images (3)
TRI MATRA
OABh0Gb9JJdvaAF4AdqN6wExVwSX0kuIVak1kmxe
Trbratanews

Recent Posts

  • Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause
  • Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi
  • Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS
  • REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air
  • Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Recent Comments

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Mei 2025
  • April 2025

Categories

  • advertorial
  • agama
  • Analisis
  • bali
  • Berita Internasional
  • Berita Nasional
  • Berita Utama
  • Bisnis
  • Bisnis dan Teknologi
  • Ekonomi
  • hukum
  • Investasi
  • Jawa Barat
  • Kalimantan
  • karimun
  • Keamanan dan Kenyamanan Perumahan
  • Kepulauan Riau
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Kriminal
  • Layanan Parkir
  • Medan
  • Nasional
  • news
  • Olahraga
  • Opini
  • parkir
  • pendidikan
  • Politik
  • Profil Tokoh
  • Review
  • Riau
  • Sosial
  • Sport
  • Sumatera Barat
  • Teknologi
  • Teknologi dan Inovasi
  • Teknologi Parkir
  • Tokoh
  • tranding
  • Tutorial
  • UMKM
  • Viral
  • wisata

Kirim Opini,berita anda

email: redaksikompasia@gmail.com

Seedbacklink
☕ Traktir Kopi

Dukung kami dengan traktir kopi agar kami bisa terus berkarya.

☕ Traktir Sekarang

Copyright 2026 — KPA News. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme