Peristiwa Bentrokan yang Menewaskan Dua Debt Collector di Kalibata
Pada malam hari tanggal 11 Desember, terjadi peristiwa yang sangat mencekam di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Dua orang debt collector atau mata elang tewas setelah dikeroyok oleh sekelompok orang tak dikenal. Kejadian ini memicu kemarahan besar dari rekan-rekan mereka, yang akhirnya mengakibatkan kerusakan dan pembakaran di sekitar lokasi kejadian.
Kebakaran yang Meluas
Berdasarkan informasi yang diperoleh, sebanyak 1 mobil, 6 motor, dan 9 kios hangus terbakar. Kebakaran terjadi di area kuliner dekat Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Api pertama kali terlihat sekitar pukul 23.35 WIB, dan petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi. Enam unit pompa, dua unit quick response, satu unit watermist Bintaro, serta komando 401 turut dikerahkan untuk memadamkan api.
Api berhasil dilokalisasi pada pukul 00.02 WIB dan padam sepenuhnya pada pukul 01.02 WIB. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kronologi Kematian Dua Debt Collector
Peristiwa dimulai ketika dua debt collector menghentikan seorang pengendara motor yang diduga menunggak kredit. Sejumlah orang dari mobil yang berada di belakang motor tersebut turun untuk membantu pemotor. Mereka kemudian memukuli kedua pria tersebut dan menyeret mereka ke pinggir jalan. Salah satu dari mereka tewas di tempat, sementara yang lain sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Budhi Asih sebelum akhirnya juga meninggal dunia.
Polisi menyatakan bahwa kedua debt collector dikeroyok dengan tangan kosong tanpa senjata apapun. Setelah kedua korban tumbang, semua pelaku kabur dari lokasi kejadian.
Aksi Balas Dendam Massa
Kemarahan yang meluap akibat kematian dua rekan mereka memicu aksi balas dendam oleh kelompok tertentu. Tiga jam setelah kejadian, sekitar pukul 18.30 WIB, belasan pria berkumpul di sekitar TKP. Mereka mulai membentuk kelompok dan berbincang-bincang. Saat itu, belum ada polisi yang berjaga di lokasi, sehingga situasi terasa sepi dan gelap.
Beberapa saat kemudian, kelompok-kelompok saling bertemu dan terjadi adu mulut. Mereka mulai merusak tenda PKL dan memecahkan kaca kios. Beberapa motor dibakar, dan pengguna jalan yang berhenti untuk mengambil gambar diberi ancaman.
Menurut Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, pengrusakan ini disebabkan oleh gejolak kemarahan mereka setelah salah satu temannya tewas. Mereka meminta pertanggung jawaban kepada pihak yang tidak mereka ketahui siapa, tetapi tidak mendapatkan informasi apa pun.
Penanganan Kebakaran dan Pemadaman
Setelah situasi memanas, polisi datang untuk memukul mundur massa dan mengamankan arus lalu lintas. Belasan polisi dengan kendaraan motor datang, lengkap dengan senjata api sebagai pengamanan. Mereka mulai menyisir wilayah sekitar TKP untuk membubarkan kelompok tersebut.
Warga mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Setelah situasi kondusif, pemilik kios dan tenda mulai mengambil barang yang masih bisa diselamatkan.
Pembakaran Berulang dan Ledakan
Sekitar pukul 23.00 WIB, kepulan asap hitam terlihat lagi di langit malam. Jalan Raya Kalibata yang sudah dibuka kembali ditutup, dan pengguna jalan diminta putar balik. Polisi berjaga di pertigaan jalan untuk memastikan tidak ada warga yang mendekat.
Api makin besar, dan terdengar ledakan yang diduga berasal dari gas yang tidak sempat diamankan. Percikan listrik juga terjadi selama proses pemadaman. Kurang dari 20 menit kemudian, api pun padam. Petugas damkar melanjutkan dengan pendinginan, memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Penutupan dan Penjagaan Ketat
Setelah kejadian, pihak kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi, termasuk dari Satuan Brimob Polda Metro Jaya. Situasi kembali tenang, namun dampak dari kejadian ini akan terasa cukup lama bagi masyarakat sekitar.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Edukasi Sistem Parkir Wisata Non-Tunai bersama KelolaWisata.com : Solusi Digital untuk Pengelolaan Wisata Modern
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
- Manless Ticket Dispenser Standar Internasional: Spesifikasi Lengkap
Share this content:
