Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
Subscribe
Close

Search

Bagaimana Urbanisasi Memicu Banjir?
tranding

Bagaimana Urbanisasi Memicu Banjir?

By Redaksi Kompasia
Januari 3, 2026 3 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada Bagaimana Urbanisasi Memicu Banjir?

Penyebab Banjir di Kawasan Perkotaan Akibat Urbanisasi

Setiap musim hujan tiba, banjir sering kali menjadi masalah yang mengganggu kehidupan warga perkotaan. Jalanan yang tergenang air, rumah yang terendam, dan aktivitas masyarakat yang terhenti dalam hitungan jam adalah bukti nyata bahwa banjir tidak hanya sekadar fenomena alam, tetapi juga hasil dari perubahan lingkungan yang disebabkan oleh urbanisasi. Lantas, mengapa banjir semakin sering terjadi di kota-kota besar?

Urbanisasi yang berlangsung pesat dan sering kali tidak terkendali menjadi salah satu penyebab utama. Proses ini memicu perubahan drastis pada lingkungan sekitar, termasuk pengurangan ruang hijau, penutupan tanah dengan beton, serta kesulitan dalam sistem drainase. Dari sinilah berbagai masalah mulai muncul, menjadikan kota lebih rentan terhadap banjir.

1. Peningkatan Aliran Permukaan

Urbanisasi menyebabkan pembangunan permukaan yang tidak menyerap air, seperti jalan aspal, gedung-gedung, dan area parkir. Hal ini mengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air hujan, sehingga air mengalir di permukaan dengan cepat. Proses ini dikenal sebagai peningkatan aliran permukaan.

Di daerah perkotaan, aliran permukaan bisa mencapai jumlah yang sangat besar, melebihi kapasitas sistem drainase. Akibatnya, banjir bandang sering terjadi, yang dapat merusak properti dan mengancam kehidupan manusia. Oleh karena itu, pengelolaan aliran permukaan sangat penting untuk mengurangi risiko banjir.

2. Kelebihan Beban Sistem Drainase

Pembangunan kota yang pesat sering kali diiringi dengan perencanaan yang tidak optimal. Sistem drainase yang awalnya dirancang untuk kebutuhan yang lebih rendah kini harus menangani volume air yang jauh lebih besar. Hal ini membuat sistem drainase kewalahan dan tidak mampu menangani aliran air hujan secara efektif.

Selain itu, peningkatan jumlah bangunan dan permukaan kedap air meningkatkan jumlah air limbah yang harus ditangani. Akibatnya, sistem drainase tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk mengelola semua air tersebut, sehingga banjir lebih mudah terjadi.

3. Perambahan Dataran Banjir

Di daerah padat penduduk, dataran banjir sering kali dijadikan lahan untuk pembangunan. Padahal, dataran banjir memiliki fungsi alami untuk menyerap dan menyimpan air saat hujan deras. Ketika dataran ini dibangun, kemampuan alami tersebut hilang, sehingga air yang seharusnya diserap langsung mengalir ke sungai atau saluran drainase.

Akibatnya, volume air yang mengalir ke hilir meningkat, meningkatkan risiko banjir di wilayah-wilayah yang berada di bawahnya. Ini membuat kota semakin rentan terhadap banjir, terutama saat curah hujan tinggi.

4. Hilangnya Retensi Air Alami

Lahan basah, hutan, dan dataran banjir secara alami berperan sebagai penyerap air. Namun, urbanisasi menghancurkan fitur-fitur ini untuk memberi ruang bagi pembangunan. Akibatnya, air hujan tidak lagi dikelola oleh ekosistem alami, melainkan langsung mengalir ke sungai atau saluran drainase.

Perluasan wilayah perkotaan yang tidak terkendali menyebabkan air hujan mengalir lebih cepat, sehingga puncak banjir meningkat. Di banyak kota, hal ini memperparah risiko banjir, terutama di daerah yang sudah memiliki infrastruktur drainase yang kurang memadai.

5. Perencanaan dan Penggunaan Lahan yang Buruk

Pembangunan yang tidak terencana, terutama di zona rawan banjir, sering kali mengabaikan hidrologi alami. Daerah yang dulunya bisa menyerap air kini menjadi lokasi berisiko tinggi. Area kedap air yang terkonsentrasi di satu kawasan menyebabkan aliran air hujan terkumpul lebih cepat dan deras, meningkatkan risiko banjir bandang.

Di Indonesia, misalnya, perluasan kota berkorelasi langsung dengan peningkatan frekuensi banjir. Ini menunjukkan bahwa perencanaan tata ruang yang baik sangat penting untuk mencegah banjir.

6. Dampak Perubahan Iklim

Urbanisasi juga berkontribusi terhadap perubahan iklim. Semakin banyak orang pindah ke kota, semakin tinggi permintaan energi dan sumber daya. Hal ini menyebabkan peningkatan produksi emisi gas rumah kaca, yang berdampak pada frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem seperti badai dan banjir.

Dengan demikian, banjir di perkotaan bukan hanya akibat curah hujan tinggi, tetapi juga konsekuensi dari perubahan iklim yang dipengaruhi oleh urbanisasi. Karena itu, perlu adanya solusi mitigasi yang berkelanjutan.

Bersiap untuk Hal yang Tak Terhindarkan

Meskipun urbanisasi tidak bisa dihentikan sepenuhnya, kita bisa mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak negatifnya. Salah satunya adalah dengan berinvestasi dalam solusi mitigasi banjir, seperti sistem peringatan dini, infrastruktur fisik (tanggul, biopori, sumur resapan), dan pelatihan kesiapsiagaan masyarakat.

Dengan mengambil langkah proaktif, kota dapat menjadi lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan banjir di masa depan. Selain itu, perlu adanya pengelolaan tata ruang, ruang hijau, dan sistem drainase yang berkelanjutan untuk mengurangi risiko banjir.

Pemahaman akan hubungan antara urbanisasi dan banjir menjadi langkah awal untuk menciptakan kota yang lebih ramah lingkungan dan aman bagi warganya.

657SHARES7.4kVIEWS

Bagikan Artikel & Dapat Reward

Share artikel ini ke media sosial. Setiap link/share valid bernilai Rp10.

WhatsAppFacebookXTelegram
Catatan: sistem mencatat 1 reward per platform, per artikel, per IP untuk mengurangi spam. Status awal pending dan dapat diverifikasi admin.

Baca Artikel Selanjutnya:

Warna Alis yang Sempurna untuk Rambut Beruban →

🔥 Postingan Populer

  • 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
  • Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
  • Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
  • Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
  • Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
🔗 Cari alat parkir

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

tranding banjir bencana bencana alam berita perencanaan perkotaan dan regional

Jika Artikel Ini Bermanfaat, Tolong Bagikan & Dukung Tim Penulis

Setiap dukungan membantu kami terus menghadirkan artikel informatif, edukatif, dan bermanfaat untuk pembaca.

💚 Donasi via Sociabuzz 📲 Bagikan WA f Facebook 𝕏 Share

Terima kasih sudah mendukung karya penulis independen.

KOMPASIA.COM

Kirim Berita dan Press Release Anda

Kirim berita, press release, artikel promosi, opini, kegiatan perusahaan, komunitas, atau informasi publik lainnya kepada Redaksi Kompasia.

✉ Kirim ke Redaksi ❤ Dukung dengan Donasi
Email Redaksi: redaksikompasia@gmail.com
Materi yang dikirim akan melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan redaksi sebelum diterbitkan.

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen memenuhi standar Dewan Pers untuk menyajikan informasi yang akurat, tajam, dan berimbang.

Tags:

banjirbencanabencana alamberitaperencanaan perkotaan dan regional
Author

Redaksi Kompasia

Follow Me
Other Articles
Jadwal KM Kelud 3-26 Januari 2026: Rute Jakarta-Batam-Tj Balai Karimun-Medan
Previous

Jadwal KM Kelud 3-26 Januari 2026: Rute Jakarta-Batam-Tj Balai Karimun-Medan

Warna Alis yang Sempurna untuk Rambut Beruban
Next

Warna Alis yang Sempurna untuk Rambut Beruban

Seedbacklink

Berita Populer

1Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Kesehatan28 Jul 2026
2Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

hukum27 Jul 2026
3Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Berita Utama25 Jul 2026
4REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Berita Utama25 Jul 2026
5Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Berita Nasional23 Jul 2026

agama angkutan Asia Astrolog berinvestasi berita Berita lokal bisnis budaya ekonomi hiburan Horoskop Hukum Pidana Indonesia infrastruktur insiden kasus kriminal Kebijakan Publik kejahatan kekayaan klub sepak bola kontroversi Laporan Polisi masalah sosial masyarakat media berita militer olahraga palang parkir pemerintah pendidikan peradilan pidana perbintangan perdagangan Polisi dan Penegakan Hukum politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan sejarah sepak bola teknologi tranding uang undang undang Undang viral

Populer

images (3)
TRI MATRA
OABh0Gb9JJdvaAF4AdqN6wExVwSX0kuIVak1kmxe
Trbratanews

Recent Posts

  • Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause
  • Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi
  • Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS
  • REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air
  • Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Recent Comments

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Mei 2025
  • April 2025

Categories

  • advertorial
  • agama
  • Analisis
  • bali
  • Berita Internasional
  • Berita Nasional
  • Berita Utama
  • Bisnis
  • Bisnis dan Teknologi
  • Ekonomi
  • hukum
  • Investasi
  • Jawa Barat
  • Kalimantan
  • karimun
  • Keamanan dan Kenyamanan Perumahan
  • Kepulauan Riau
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Kriminal
  • Layanan Parkir
  • Medan
  • Nasional
  • news
  • Olahraga
  • Opini
  • parkir
  • pendidikan
  • Politik
  • Profil Tokoh
  • Review
  • Riau
  • Sosial
  • Sport
  • Sumatera Barat
  • Teknologi
  • Teknologi dan Inovasi
  • Teknologi Parkir
  • Tokoh
  • tranding
  • Tutorial
  • UMKM
  • Viral
  • wisata

Kirim Opini,berita anda

email: redaksikompasia@gmail.com

Seedbacklink
☕ Traktir Kopi

Dukung kami dengan traktir kopi agar kami bisa terus berkarya.

☕ Traktir Sekarang

Copyright 2026 — KPA News. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme