
Makassar, Sulawesi Selatan — Sejumlah juru parkir dan warga sekitar gerai Mie Gacoan di Kota Makassar melakukan penolakan terhadap rencana pemasangan palang parkir otomatis (sistem parkir digital) yang akan menggantikan pengelolaan parkir manual. Penolakan ini disebabkan oleh minimnya transparansi dan kurangnya sosialisasi kepada pihak terdampak, terutama para juru parkir yang selama ini mengatur dan menjaga area parkir secara langsung. Mabes News+1
- makassar, sulawesi selatan — sejumlah juru parkir dan warga sekitar gerai mie gacoan di kota makassar melakukan penolakan terhadap rencana pemasangan palang parkir otomatis (sistem parkir digital) yang akan menggantikan …
- penolakan ini disebabkan oleh minimnya transparansi dan kurangnya sosialisasi kepada pihak terdampak, terutama para juru parkir yang selama ini mengatur dan menjaga area parkir secara langsung.
- mabes news+1 penolakan karena kekhawatiran hilangnya mata pencaharian dalam koordinasi yang dilakukan, koordinator juru parkir dan warga menyatakan penolakan terhadap kebijakan tersebut.
- mereka khawatir sistem otomatis akan menghilangkan mata pencaharian mereka karena tidak lagi dibutuhkan sebagai pengatur parkir jika palang parkir otomatis diberlakukan.
Daftar Isi

Penolakan karena Kekhawatiran Hilangnya Mata Pencaharian
Dalam koordinasi yang dilakukan, koordinator juru parkir dan warga menyatakan penolakan terhadap kebijakan tersebut. Mereka khawatir sistem otomatis akan menghilangkan mata pencaharian mereka karena tidak lagi dibutuhkan sebagai pengatur parkir jika palang parkir otomatis diberlakukan. Koran Merah Putih News
Salah satu koordinator juru parkir, DT, menyatakan bahwa selama ini juru parkir memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban area parkir. Menurutnya, pengaturan langsung di lapangan tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh sistem otomatis. Koran Merah Putih News
Kekhawatiran terhadap Kondisi Parkir
Warga dan para juru parkir juga menyoroti kondisi area parkir yang terbatas sehingga pengaturan manual dinilai lebih efektif untuk menghindari kemacetan atau potensi kendaraan saling bersenggolan. Mereka menilai bahwa sistem otomatis belum tentu dapat menjamin keamanan dan keteraturan parkir di lapangan tanpa pengawasan langsung. Koran Merah Putih News
Isu Transparansi
Penolakan ini juga berkaitan dengan kurangnya proses sosialisasi dan keterlibatan terlebih dahulu terhadap juru parkir sebagai pihak yang paling terdampak. Para juru parkir menilai keputusan ini tampak sepihak karena tidak ada dialog awal atau pembicaraan dengan mereka, sehingga menimbulkan rasa tak dihargai. Koran Merah Putih News
Respons dari Pihak Terkait
Hingga saat berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen Gacoan maupun perusahaan penyedia sistem parkir otomatis mengenai rencana pemasangan palang parkir tersebut. Koran Merah Putih News
Sumber berita:
- Mabesnews.com: “Juru Parkir dan Warga Tolak Palang Parkir Otomatis di Gacoan Makassar, Soroti Minimnya Transparansi” — Mabesnews.com (artikel utama). Mabes News
- Koran Merah Putih News: “Warga dan Juru Parkir Gacoan Makassar Kompak Tolak Palang Parkir Otomatis”, melaporkan aksi penolakan dan kekhawatiran juru parkir terhadap kebijakan parkir digital. Koran Merah Putih News
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Share this content:
