Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
Subscribe
Close

Search

Kisah Tas Anyaman Emak-emak Desa Sepat Sragen Tembus Pasar Dunia
tranding

Kisah Tas Anyaman Emak-emak Desa Sepat Sragen Tembus Pasar Dunia

By Redaksi Kompasia
Januari 4, 2026 2 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada Kisah Tas Anyaman Emak-emak Desa Sepat Sragen Tembus Pasar Dunia

Perajin Tas Anyaman Asal Sragen yang Sukses Menembus Pasar Internasional

Nur Handayani, seorang perajin tas anyaman dari Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, telah menjalani usaha ini sejak tahun 2000. Awalnya, ia menggunakan bahan tali strapping sebagai dasar pembuatan produk kerajinan. Kini, karyanya tidak hanya diminati di dalam negeri, tetapi juga diekspor ke berbagai negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, Belanda, Australia, dan Singapura.

Di rumah produksinya, Nur duduk dengan tenang sambil menganyam sebuah tas berwarna biru. Tumpukan tali strapping berada di dekatnya, menjadi bahan utama dalam proses pembuatan tas. Tangannya sangat terampil dalam menganyam, sehingga dalam waktu singkat, tas kecil tersebut hampir selesai. Di sampingnya, dua karyawan juga sedang bekerja. Salah satu dari mereka memotong tali strapping, sementara yang lain sedang memilah-milah bahan tersebut.

Ruangan itu penuh dengan berbagai jenis tas anyaman yang siap dikirim. Di ruang sebelah, tiga karyawan sedang membuat tiga model tas yang berbeda. Nur menunjukkan koleksi tas anyamannya yang beragam, baik dalam bentuk maupun warna. Beberapa tas menggunakan kombinasi tali strapping dengan bahan kulit, ada juga yang berwarna hitam putih dengan desain seperti rajutan. Tas dengan perpaduan coklat dan hitam memiliki motif persegi panjang, yang merupakan pesanan dari Australia.

Tidak hanya tas, Nur juga menciptakan sepatu dan sandal yang dipadukan dengan anyaman tali strapping. Produk-produk ini sangat unik dan menarik minat pasar ekspor.

Ekspor ke Tujuh Negara

Usaha Nur dimulai sejak tahun 2000 dengan nama merek Azalea. Awalnya, ia hanya menjual produk lokal, tetapi kemudian berkembang hingga menembus pasar internasional. Saat ini, kerajinan yang dibuat oleh emak-emak ini telah masuk ke tujuh negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, Belanda, Australia, Singapura, dan Turki.

Menurut Nur, awalnya ia tidak terlalu memikirkan ekspor. Namun, setelah didatangi temannya yang menawarkan peluang untuk mengekspor hasil karyanya, ia mulai mempertimbangkan hal tersebut. Awalnya, ekspor ke Belanda tidak mudah karena masalah limbah. Akhirnya, produknya diekspor bersama produk rotan agar bisa memenuhi kuota. Pada akhirnya, tas anyaman Nur berhasil diterima di pasar luar negeri.

Ekspor pertama dilakukan ke Belanda pada tahun 2016 atau 2017. Meskipun saat ini permintaan dari Belanda tidak sebesar dulu, ekspor ke Jepang terus berjalan. Bahkan, beberapa produk khusus seperti tas belanja dan barang custom banyak diminati.

Nur juga menyebutkan bahwa di Tokyo, ada aktivis perlindungan orang utan yang membeli tasnya. Setiap pembelian satu tas, ia akan menanam satu pohon untuk reboisasi. Hal ini memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Pasar Ekspor yang Stabil

Produk yang paling diminati di pasar Korea Selatan adalah tas jali-jali. Setiap bulan, Nur menerima minimal 300 pesanan tas jali-jali ke Korea, sedangkan ke Nagoya, Jepang, jumlahnya mencapai minimal 4.000 tas per bulan.

Ekspor ke Jepang sudah berlangsung sejak sebelum pandemi pada tahun 2019. Meskipun pernah mencoba mengekspor ke Turki, permintaan tidak stabil, sehingga usaha tersebut dihentikan. Saat ini, pasar ekspor yang paling rutin adalah Jepang, Korea Selatan, dan Hongkong, dengan pengiriman dilakukan setiap minggu.

450SHARES1.4kVIEWS

Bagikan Artikel & Dapat Reward

Share artikel ini ke media sosial. Setiap link/share valid bernilai Rp10.

WhatsAppFacebookXTelegram
Catatan: sistem mencatat 1 reward per platform, per artikel, per IP untuk mengurangi spam. Status awal pending dan dapat diverifikasi admin.

Baca Artikel Selanjutnya:

6 Perubahan Alam Indonesia dalam 20 Tahun Terakhir →

🔥 Postingan Populer

  • 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
  • Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
  • Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
  • Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
  • Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
🔗 Cari alat parkir

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

tranding berita bisnis budaya Indonesia perdagangan

Jika Artikel Ini Bermanfaat, Tolong Bagikan & Dukung Tim Penulis

Setiap dukungan membantu kami terus menghadirkan artikel informatif, edukatif, dan bermanfaat untuk pembaca.

💚 Donasi via Sociabuzz 📲 Bagikan WA f Facebook 𝕏 Share

Terima kasih sudah mendukung karya penulis independen.

KOMPASIA.COM

Kirim Berita dan Press Release Anda

Kirim berita, press release, artikel promosi, opini, kegiatan perusahaan, komunitas, atau informasi publik lainnya kepada Redaksi Kompasia.

✉ Kirim ke Redaksi ❤ Dukung dengan Donasi
Email Redaksi: redaksikompasia@gmail.com
Materi yang dikirim akan melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan redaksi sebelum diterbitkan.

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen memenuhi standar Dewan Pers untuk menyajikan informasi yang akurat, tajam, dan berimbang.

Tags:

beritabisnisbudayaIndonesiaperdagangan
Author

Redaksi Kompasia

Follow Me
Other Articles
Yanes Mekeng Pastikan Tidak Ada Utang ke Bank NTT, Pinjaman ke Yuliana Sudah Lunas
Previous

Yanes Mekeng Pastikan Tidak Ada Utang ke Bank NTT, Pinjaman ke Yuliana Sudah Lunas

6 Perubahan Alam Indonesia dalam 20 Tahun Terakhir
Next

6 Perubahan Alam Indonesia dalam 20 Tahun Terakhir

Seedbacklink

Berita Populer

1Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Kesehatan28 Jul 2026
2Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

hukum27 Jul 2026
3Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Berita Utama25 Jul 2026
4REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Berita Utama25 Jul 2026
5Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Berita Nasional23 Jul 2026

agama angkutan Asia Astrolog berinvestasi berita Berita lokal bisnis budaya ekonomi hiburan Horoskop Hukum Pidana Indonesia infrastruktur insiden kasus kriminal Kebijakan Publik kejahatan kekayaan klub sepak bola kontroversi Laporan Polisi masalah sosial masyarakat media berita militer olahraga palang parkir pemerintah pendidikan peradilan pidana perbintangan perdagangan Polisi dan Penegakan Hukum politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan sejarah sepak bola teknologi tranding uang undang undang Undang viral

Populer

images (3)
TRI MATRA
OABh0Gb9JJdvaAF4AdqN6wExVwSX0kuIVak1kmxe
Trbratanews

Recent Posts

  • Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause
  • Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi
  • Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS
  • REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air
  • Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Recent Comments

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Mei 2025
  • April 2025

Categories

  • advertorial
  • agama
  • Analisis
  • bali
  • Berita Internasional
  • Berita Nasional
  • Berita Utama
  • Bisnis
  • Bisnis dan Teknologi
  • Ekonomi
  • hukum
  • Investasi
  • Jawa Barat
  • Kalimantan
  • karimun
  • Keamanan dan Kenyamanan Perumahan
  • Kepulauan Riau
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Kriminal
  • Layanan Parkir
  • Medan
  • Nasional
  • news
  • Olahraga
  • Opini
  • parkir
  • pendidikan
  • Politik
  • Profil Tokoh
  • Review
  • Riau
  • Sosial
  • Sport
  • Sumatera Barat
  • Teknologi
  • Teknologi dan Inovasi
  • Teknologi Parkir
  • Tokoh
  • tranding
  • Tutorial
  • UMKM
  • Viral
  • wisata

Kirim Opini,berita anda

email: redaksikompasia@gmail.com

Seedbacklink
☕ Traktir Kopi

Dukung kami dengan traktir kopi agar kami bisa terus berkarya.

☕ Traktir Sekarang

Copyright 2026 — KPA News. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme