---
title: "Bolehkah Merayakan Puasa Ramadhan dengan Nyadran atau Ziarah Kubur? Ini Hukumnya"
url: https://kompasia.com/bolehkah-merayakan-puasa-ramadhan-dengan-nyadran-atau-ziarah-kubur-ini-hukumnya/
date: 2026-01-24
modified: 2026-01-24
lang: id
author: "Pimpinan Redaksi"
description: "Perpaduan Tradisi dan Islam di Indonesia Islam di Indonesia memiliki sejarah yang kaya akan perpaduan dengan budaya lokal. Salah satu cara yang digunakan untuk menyebarkan agama ini adalah melalui pendekatan..."
categories:
  - "Trending"
tags:
  - "agama"
  - "berita"
  - "budaya"
  - "Islam"
  - "tradisi"
image: https://kompasia.com/wp-content/uploads/2026/01/AA1UOvzW-1024x576.jpg
word_count: 476
---

# Bolehkah Merayakan Puasa Ramadhan dengan Nyadran atau Ziarah Kubur? Ini Hukumnya

### Perpaduan Tradisi dan Islam di Indonesia

Islam di Indonesia memiliki sejarah yang kaya akan perpaduan dengan budaya lokal. Salah satu cara yang digunakan untuk menyebarkan agama ini adalah melalui pendekatan yang lebih familiar bagi masyarakat setempat, seperti tradisi Hindu-Buddha yang sudah ada sebelumnya. Para Wali Songo, tokoh-tokoh penting dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa, memilih metode ini agar masyarakat lebih mudah menerima ajaran Islam.

Salah satu tradisi khas Jawa yang masih dilestarikan hingga saat ini adalah *nyadran*. Tradisi ini dilakukan menjelang bulan Ramadhan, yaitu dengan mengunjungi makam leluhur sambil membawa bunga dan sesajian. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merayakan datangnya bulan suci dan memberi penghormatan kepada para leluhur.

### Pandangan Islam terhadap Tradisi Nyadran

Dalam pandangan Islam, tradisi *nyadran* tidak berasal dari Al-Quran atau sunnah Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, tradisi ini dianggap sebagai kebiasaan daerah. Namun, selama tidak bertentangan dengan syariat Islam dan tidak merusak norma masyarakat, tradisi tersebut dapat diterima.

Pada dasarnya, inti dari kegiatan *nyadran* adalah doa untuk leluhur, baik di makam maupun di rumah, serta bersedekah atas nama mereka. Hal ini mirip dengan tindakan yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW ketika ia menyembelih hewan dan menyedekahkan hasilnya atas nama istrinya, Khadijah, setelah wafatnya. Dengan demikian, bersedekah atau melakukan tradisi tertentu atas nama mayit boleh dilakukan selama niatnya hanya untuk mencari ridha Allah SWT dan tidak berujung pada syirik.

### Doa untuk Ahli Kubur

Ada beberapa doa yang bisa dibaca untuk para leluhur yang telah meninggal dunia. Namun, penting untuk diingat bahwa doa-doa ini harus ditujukan untuk keselamatan dan kebaikan orang-orang yang telah tiada, bukan untuk hal-hal yang bersifat syirik atau menyekutukan Allah.

Berikut beberapa contoh doa yang bisa dilafalkan:

-
**Doa Memohon Rahmat dan Mengingat Kematian**

*As-salāmu ‘alā ahli ad-diyāri minal-mu’minīna wal-muslimīn, wa yarḥamullāhul-mustaqdimīna minnā wal-musta’khirīn, wa innā in syā’allāhu bikum lalāḥiqūn.*

Artinya: Salam (kesejahteraan) atas penghuni pemukiman yang terdiri dari orang-orang Mukminin dan Muslimin. Semoga Allah merahmati orang-orang terdahulu dari kita dan orang-orang belakangan. Sungguh kami insya Allah benar-benar akan menyusul kamu.

-
**Doa Memohon Ampunan untuk Ahli Kubur**

*As-salāmu ‘alaikum yā ahlal-qubūr, yaghfirullāhu lanā wa lakum, antum salafunā wa naḥnu bil-atsar.*

Artinya: Semoga keselamatan terlimpah kepada kalian, wahai ahli kubur. Semoga Allah SWT mengampuni kami dan kalian, kalian adalah pendahulu kami dan kami akan menyusul kalian.

-
**Doa Memohon Keselamatan bagi Penghuni Kubur**

*As-salāmu ‘alaikum ahlad-diyār minal-mu’minīna wal-muslimīn, wa innā in syā’allāhu bikum lāḥiqūn. Antum lanā faraṭ, wa nahnu lakum tabi‘. As’alullāhal-‘āfiyata lanā wa lakum.*

Artinya: Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kalian wahai penghuni kubur dari kaum Mukminin dan Muslimin, dan kami insya Allah akan bertemu kalian, kalian bagi kami sebagai pendahulu dan kami bagi kalian sebagai pengikut. Aku memohon keselamatan kepada Allah bagi kami dan kalian.

Tradisi seperti *nyadran* dan doa untuk ahli kubur menunjukkan bagaimana masyarakat Indonesia berhasil melestarikan nilai-nilai spiritual tanpa mengabaikan prinsip-prinsip Islam. Dengan niat yang benar dan penerapan yang tepat, tradisi ini bisa menjadi bentuk penghormatan yang bermakna.