Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
Subscribe
Close

Search

AA1UsPz0.jpg
tranding

Kisah Sang Sniper Legendaris TNI yang Tewaskan 80 Musuh Sendirian

By Redaksi Kompasia
Januari 19, 2026 2 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada Kisah Sang Sniper Legendaris TNI yang Tewaskan 80 Musuh Sendirian

Sejarah dan Pengalaman Seorang Sniper Legendaris di Indonesia

Istilah “sniper” atau penembak jitu sudah dikenal sejak abad ke-18. Kata ini berasal dari kata “snipe”, yaitu sejenis burung yang sangat sulit untuk didekati atau ditembak. Di Indonesia, ada sosok yang terkenal sebagai salah satu sniper terbaik dunia, yaitu Tatang Koswara. Ia termasuk dalam daftar 14 besar “Sniper’s Roll of Honour” yang tercantum dalam buku Sniper Training, Techniques and Weapons.

Tatang Koswara memiliki latar belakang yang unik. Kehidupannya di kampung membuatnya lebih mudah menghadapi pelatihan militer, baik secara fisik maupun teknis seperti berenang dan menembak. Pada tahun 1974-1975, ia terpilih masuk program Mobile Training Teams (MTT) yang dipimpin oleh Kapten Conway, pelatih dari pasukan elit Amerika Serikat, Green Berets.

Pada masa itu, Indonesia belum memiliki unit antiteror atau sniper yang profesional. Ide untuk melatih para penembak jitu muncul dari perwira TNI. Awalnya, rencananya adalah melibatkan anggota dari empat kesatuan, yaitu Kopassus (AD), Marinir (AL), Paskhas (AU), dan Brimob (Polri). Namun, hanya TNI AD yang akhirnya memenuhi kuota.

Dari 60 kursi yang tersedia, Kopassus hanya mampu memenuhi 50 kursi. Untuk mengisi kekosongan 10 kursi, Tatang dan tujuh rekannya dilibatkan menjadi peserta. Mereka kemudian dilatih selama dua tahun oleh Kapten Conway. Pelatihan mencakup menembak jitu pada jarak 300, 600, dan 900 meter, serta latihan bertempur melawan penyusup, penggunaan kamuflase, melacak jejak, dan menghilangkan diri.

Setelah dua tahun pelatihan, hanya 17 dari 60 orang yang lulus dan mendapatkan senjata Winchester model 70. Senjata dan ilmu yang diperoleh dari pelatihan tersebut membantu Tatang dalam pertempuran. Setelah itu, ia ditugaskan sebagai pengawal pribadi sekaligus sniper saat operasi militer di Timor Timur (1977-1978).

Ada dua tugas rahasia yang diberikan kepada dua sniper pada masa itu, yaitu Tatang dan Ginting. Pertama, mereka harus melumpuhkan empat target utama: sniper musuh, komandan, pemegang radio, dan anggota yang membawa senjata otomatis. Kedua, mereka bertugas sebagai intelijen, dengan tugas utama memantau kondisi medan dan melaporkannya ke atasan untuk menyusun strategi perang.

Lawan yang dihadapi adalah Pasukan Fretilin, yang sangat menguasai medan dan memiliki kemampuan gerilya yang hebat. Oleh karena itu, Indonesia menurunkan sniper untuk mengurangi jumlah korban.

Pernah suatu kali, Tatang ditugaskan masuk ke jantung pertahanan lawan tanpa disadari. Ia terjebak dalam kepungan 30 orang bersenjata lengkap. Dalam situasi kritis, ia harus membunuh komandannya terlebih dahulu. Ia menunggu hingga pukul 17.00 WIB, saat komandan itu pergi ke bawah, lalu menembak kepalanya.

Di bawah serangan yang deras, Tatang terkena dua peluru yang memantul dari pohon. Darah mengalir deras, namun ia tidak bergerak agar tidak memicu lawan menembak. Malam hari, ia mencoba mengikatkan tali bambu di kakinya dan menggunakan gunting kuku untuk mengeluarkan peluru dari betisnya. Darah tidak berhenti mengalir hingga ia melepas syal merah putih tempat menyimpan foto keluarga. Dengan doa, ia mengikatkan syal tersebut di kakinya, dan darah akhirnya berhenti mengalir.

Selama empat kali bertugas di medan perang, Tatang mengklaim bahwa pelurunya telah membunuh 80 orang. Bahkan, dalam aksi pertamanya, dari 50 peluru, 49 berhasil menghujam musuh. Satu peluru sengaja disisakan sebagai prinsip seorang sniper yang pantang menyerah. Jika dalam keadaan terdesak, seorang sniper akan membunuh dirinya sendiri dengan peluru tersebut.

420SHARES9.2kVIEWS

Bagikan Artikel & Dapat Reward

Share artikel ini ke media sosial. Setiap link/share valid bernilai Rp10.

WhatsAppFacebookXTelegram
Catatan: sistem mencatat 1 reward per platform, per artikel, per IP untuk mengurangi spam. Status awal pending dan dapat diverifikasi admin.

Baca Artikel Selanjutnya:

Kapal Induk AS Bergerak ke Timur Tengah, Ancaman Serangan ke Iran Masih Mengancam →

🔥 Postingan Populer

  • 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
  • Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
  • Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
  • Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
  • Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
🔗 Cari alat parkir

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

tranding Indonesia militer Perang Modern Sejarah Militer dan Perang senjata dan perang

Jika Artikel Ini Bermanfaat, Tolong Bagikan & Dukung Tim Penulis

Setiap dukungan membantu kami terus menghadirkan artikel informatif, edukatif, dan bermanfaat untuk pembaca.

💚 Donasi via Sociabuzz 📲 Bagikan WA f Facebook 𝕏 Share

Terima kasih sudah mendukung karya penulis independen.

KOMPASIA.COM

Kirim Berita dan Press Release Anda

Kirim berita, press release, artikel promosi, opini, kegiatan perusahaan, komunitas, atau informasi publik lainnya kepada Redaksi Kompasia.

✉ Kirim ke Redaksi ❤ Dukung dengan Donasi
Email Redaksi: redaksikompasia@gmail.com
Materi yang dikirim akan melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan redaksi sebelum diterbitkan.

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen memenuhi standar Dewan Pers untuk menyajikan informasi yang akurat, tajam, dan berimbang.

Tags:

IndonesiamiliterPerang ModernSejarah Militer dan Perangsenjata dan perang
Author

Redaksi Kompasia

Follow Me
Other Articles
Giat Dishub Karimun dan PT MSM Tiga Matra Satria Sosialisasi dan Penertiban Parkir OnStreet Demi Kenyamanan Warga (2)
Previous

Giat Dishub Karimun dan PT MSM Tiga Matra Satria: Sosialisasi dan Penertiban Parkir On-Street Demi Kenyamanan Warga

AA1Uubkl.jpg
Next

Kapal Induk AS Bergerak ke Timur Tengah, Ancaman Serangan ke Iran Masih Mengancam

Seedbacklink

Berita Populer

1Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Kesehatan28 Jul 2026
2Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

hukum27 Jul 2026
3Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Berita Utama25 Jul 2026
4REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Berita Utama25 Jul 2026
5Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Berita Nasional23 Jul 2026

agama angkutan Asia Astrolog berinvestasi berita Berita lokal bisnis budaya ekonomi hiburan Horoskop Hukum Pidana Indonesia infrastruktur insiden kasus kriminal Kebijakan Publik kejahatan kekayaan klub sepak bola kontroversi Laporan Polisi masalah sosial masyarakat media berita militer olahraga palang parkir pemerintah pendidikan peradilan pidana perbintangan perdagangan Polisi dan Penegakan Hukum politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan sejarah sepak bola teknologi tranding uang undang undang Undang viral

Populer

images (3)
TRI MATRA
OABh0Gb9JJdvaAF4AdqN6wExVwSX0kuIVak1kmxe
Trbratanews

Recent Posts

  • Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause
  • Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi
  • Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS
  • REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air
  • Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Recent Comments

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Mei 2025
  • April 2025

Categories

  • advertorial
  • agama
  • Analisis
  • bali
  • Berita Internasional
  • Berita Nasional
  • Berita Utama
  • Bisnis
  • Bisnis dan Teknologi
  • Ekonomi
  • hukum
  • Investasi
  • Jawa Barat
  • Kalimantan
  • karimun
  • Keamanan dan Kenyamanan Perumahan
  • Kepulauan Riau
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Kriminal
  • Layanan Parkir
  • Medan
  • Nasional
  • news
  • Olahraga
  • Opini
  • parkir
  • pendidikan
  • Politik
  • Profil Tokoh
  • Review
  • Riau
  • Sosial
  • Sport
  • Sumatera Barat
  • Teknologi
  • Teknologi dan Inovasi
  • Teknologi Parkir
  • Tokoh
  • tranding
  • Tutorial
  • UMKM
  • Viral
  • wisata

Kirim Opini,berita anda

email: redaksikompasia@gmail.com

Seedbacklink
☕ Traktir Kopi

Dukung kami dengan traktir kopi agar kami bisa terus berkarya.

☕ Traktir Sekarang

Copyright 2026 — KPA News. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme