AA1VxxF3.jpg
Pesan Internal Jeffrey Epstein Mengungkap Spekulasi tentang Pembunuhan Jamal Khashoggi
Dokumen yang terkait dengan kasus Jeffrey Epstein, yang dikenal sebagai pelaku pelecehan seksual dan keterlibatan dalam jaringan kejahatan seksual, kini membuka wawasan baru mengenai reaksi dari kalangan elit global terhadap pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi. Dokumen-dokumen ini, yang termasuk dalam kumpulan besar bernama Epstein Files, menunjukkan bahwa Epstein berkomunikasi dengan sejumlah tokoh penting beberapa hari setelah peristiwa tersebut.
- pesan internal jeffrey epstein mengungkap spekulasi tentang pembunuhan jamal khashoggi dokumen yang terkait dengan kasus jeffrey epstein, yang dikenal sebagai pelaku pelecehan seksual dan keterlibatan dalam jaringan keja…
- dokumen-dokumen ini, yang termasuk dalam kumpulan besar bernama epstein files, menunjukkan bahwa epstein berkomunikasi dengan sejumlah tokoh penting beberapa hari setelah peristiwa tersebut.
- salah satu pesan yang ditemukan adalah antara epstein dan anas al-rasyid.
- dalam percakapan tersebut, mereka membahas isu-isu geopolitik dan spekulasi mengenai siapa yang mungkin diuntungkan dari krisis ini.
Daftar Isi
Salah satu pesan yang ditemukan adalah antara Epstein dan Anas al-Rasyid. Dalam percakapan tersebut, mereka membahas isu-isu geopolitik dan spekulasi mengenai siapa yang mungkin diuntungkan dari krisis ini. Pesan-pesan ini memberikan gambaran tentang bagaimana para tokoh elite saling berdiskusi mengenai konsekuensi politik dan media dari insiden tersebut.
Pada 12 Oktober 2018, al-Rasyid menyebut pembunuhan itu sebagai “buruk… sangat buruk.” Epstein merespons dengan menyatakan bahwa ada sesuatu yang lebih besar yang terjadi. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa Presiden Uni Emirat Arab, Mohammed bin Zayed (MBZ), mungkin menjadi pihak yang terlibat. Al-Rasyid hanya menjawab singkat dengan “Mmmmmm.”
Epstein kemudian meminta informasi lebih lanjut, tetapi al-Rasyid mengatakan bahwa kebocoran informasi dilakukan secara cerdas dan cepat. Ia juga memperingatkan bahwa situasi ini telah menjadi pertarungan dalam hubungan internasional. Menurut al-Rasyid, Saudi harus mulai membela diri agar tidak kehilangan dukungan dari Presiden AS Donald Trump.
Dalam surat elektronik lainnya, Epstein menyebut bahwa sumber sekunder memberitahunya bahwa salah satu anggota operasi merekam video sebelum perangkat itu diretas. Namun, dokumen tidak menyebutkan siapa yang melakukan peretasan tersebut.
Pada 13 Oktober 2018, Epstein kembali mengemukakan pertanyaan dalam percakapan lain, membahas kemungkinan Khashoggi dicap sebagai “teroris” dan mengusulkan istilah seperti “operasi rahasia gagal” atau “jebakan.” Ia sering menyebut nama Muhammad bin Zayed dalam konteks ini.
Selain itu, dokumen tersebut juga menunjukkan bahwa Epstein menerima pesan dari seseorang yang identitasnya disensor, yang menyatakan bahwa MBZ meminta pertemuan mendesak pada pagi berikutnya.
Di sisi lain, memo FBI yang dirilis bersamaan menegaskan bahwa Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, dan dilatih sebagai mata-mata di bawahnya. Memo ini juga menyatakan bahwa Epstein bekerja sebagai agen ganda yang bekerja dengan intelijen Amerika dan Israel.
Temuan ini menambah dimensi baru dalam pemahaman global mengenai peristiwa yang mengguncang dunia tersebut. Meskipun banyak pihak telah mengetahui bahwa Putera Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, disimpulkan oleh komunitas intelijen AS telah menyetujui operasi yang menyebabkan kematian Khashoggi, dokumen Epstein Files kini menyoroti adanya spekulasi alternatif mengenai siapa yang mungkin “diuntungkan” secara geopolitik oleh peristiwa itu, termasuk dugaan bahwa MBZ mungkin berupaya menjebak Saudi dalam konflik reputasi global.
Lebih lanjut, penggunaan istilah seperti “operasi rahasia gagal” dan pertanyaan mengenai pelabelan Khashoggi sebagai “teroris” mencerminkan betapa sengitnya perebutan narasi di panggung media internasional pada puncak krisis itu. Namun demikian, para ahli menekankan bahwa spekulasi dalam komunikasi pribadi tersebut tidak dapat disamakan dengan bukti objektif.
Reaksi internasional atas pembunuhan Khashoggi telah mencakup berbagai tindakan diplomatik, meskipun demikian, hubungan antara Riyadh dan sekutu Baratnya tetap kompleks. Analisis intelijen pada 2021 kembali menegaskan bahwa bin Salman menyetujui operasi tersebut, yang kemudian dipandang sebagai titik balik dalam persepsi global terhadap posisi Arab Saudi dalam menangani pengkritik pemerintah dan kebebasan pers.
Kasus ini menunjukkan bagaimana tragedi kematian seorang jurnalis dapat menjadi medan pertarungan naratif geopolitik yang intens, di mana pesan pribadi, korespondensi internal, dan strategi media memainkan peran besar dalam membentuk opini publik internasional. Dengan dirilisnya dokumen Epstein, dunia kini memperoleh akses langka ke dalam percakapan yang berlangsung di balik layar antara tokoh-tokoh yang memiliki kedekatan dengan lingkaran kekuasaan global, memperlihatkan betapa isu besar seperti pembunuhan Khashoggi tetap menjadi fenomena kompleks yang melibatkan banyak aktor dan narasi yang bersaing.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Edukasi Sistem Parkir Wisata Non-Tunai bersama KelolaWisata.com : Solusi Digital untuk Pengelolaan Wisata Modern
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
- Manless Ticket Dispenser Standar Internasional: Spesifikasi Lengkap
Share this content:
