Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
Subscribe
Close

Search

AA1WJNiK.jpg
news

IHSG Melompat Pasca Perdamaian AS-Iran, Investor Asing Mengungsi

By Redaksi Kompasia
Juni 16, 2026 3 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada IHSG Melompat Pasca Perdamaian AS-Iran, Investor Asing Mengungsi

Kondisi Pasar Keuangan Indonesia di Pertengahan Tahun 2026

Pasar keuangan di Tanah Air pada pertengahan tahun 2026 masih menghadapi tantangan dari berbagai aspek. Gejolak sentimen global dan lesunya kondisi domestik menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan sebesar 4,12% pada perdagangan Senin (15/6/2026), dengan level terakhirnya berada di 6.254,96. Dalam satu minggu, kenaikan IHSG bahkan mencapai 17,09%. Namun, penurunan IHSG sejak awal tahun hingga saat ini mencapai 27,66%, jauh lebih dalam dibandingkan bursa negara berkembang lainnya.

Beberapa bursa negara berkembang lainnya juga menunjukkan tren positif pasca pengumuman rencana perjanjian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk membuka Selat Hormuz. Hal ini memberi dorongan positif bagi sentimen pasar global. Di sisi lain, pelemahan rupiah yang sempat mencapai atas Rp 18.000 per dolar AS memicu Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga menjadi 5,5 pada pekan lalu. Pada akhir perdagangan Selasa (16/6/2026), rupiah masih melemah di level Rp 17.725 per dolar AS, turun 0,09% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Dua Kekuatan yang Menggerakkan Pasar Saham

Direktur PT Purwanto Asset Management, Edwin Sebayang, melihat bahwa pasar saham Indonesia sedang menghadapi dua kekuatan yang saling bertentangan. Di satu sisi, redanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan stabilnya harga minyak memberi dorongan positif. Di sisi lain, sentimen global yang mulai membaik membuat investor global kembali mencari aset berisiko di pasar negara berkembang.

Secara teori, kondisi ini seharusnya menguntungkan Indonesia sebagai bagian dari pasar emerging market. Namun, investor asing tidak hanya melihat kondisi global, tetapi juga melihat stabilitas rupiah, kredibilitas kebijakan pemerintah, independensi bank sentral, disiplin fiskal, serta kualitas tata kelola pasar modal.

Menurut Edwin, Indonesia saat ini menghadapi persoalan domestik yang relatif unik dibandingkan negara emerging market lainnya. Bahkan, 2026 menjadi salah satu periode net sell asing terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Jika lembaga pemeringkatan global S&P menurunkan rating Indonesia pada 18 Juni 2026 nanti, rupiah bisa melemah sementara, yield obligasi naik, IHSG terkoreksi jangka pendek, serta investor asing melakukan risk reduction.

Skenario ekstremnya jika status Indonesia turun menjadi non-investment grade, cost of fund pemerintah akan meningkat, yield SUN melonjak, CDS Indonesia naik, serta valuasi saham ditekan lebih rendah. Namun, Edwin menilai probabilitas Indonesia kehilangan status investment grade dalam waktu dekat masih relatif rendah.

Perkiraan Skenario IHSG di Akhir 2026

Edwin melihat ada tiga skenario target IHSG di akhir 2026. Pertama, jika terjadi downgrade dari lembaga pemeringkat global, rupiah melemah lagi, dan asing terus keluar, maka IHSG dilihat berpotensi berada di 5.200 – 6.000 pada akhir tahun 2026. Kedua, jika tidak ada downgrade, rupiah stabil, dan laba emiten tumbuh moderat, maka IHSG bisa ada di level 6.600 – 6.900. Terakhir, jika sentimen global membaik, arus asing kembali, dan isu MSCI mereda, maka IHSG bisa bergerak di level 7.000 – 7.500.

Dengan kata lain, risiko makro masih tinggi, tetapi valuasi sudah tidak mahal. Alhasil, Edwin melihat setidaknya ada tiga skenario target IHSG di akhir 2026. Saat ini, probabilitas terbesar masih berada pada skenario kedua.

Sentimen Positif dan Negatif di Pasar Saham

Edwin melihat, ada beberapa sentimen positif di pasar saham pada semester II 2026. Yaitu, potensi inflow asing ke Emerging Market, valuasi saham Indonesia semakin murah, potensi pemangkasan suku bunga global tahun depan, dan reformasi pasar modal. Jika pemerintah berhasil menjawab kritik MSCI dan FTSE terkait free float serta transparansi pasar maka persepsi investor asing bisa membaik.

Namun, sentimen negatif di semester II 2026 adalah risiko downgrade rating, pelemahan rupiah, kenaikan BI Rate, keputusan MSCI dan FTSE, serta perlambatan ekonomi. Di sisi lain, Teguh melihat, level wajar IHSG saat ini ada di level 7.000. Bahkan, di akhir tahun bisa naik lebih tinggi jika sentimennya mendukung, menjadi di kisaran 7.000-7.500.

Rekomendasi Investasi untuk Investor

Edwin menegaskan, kondisi sekarang bukan kondisi bagi investor saham untuk agresif penuh, tetapi juga bukan kondisi untuk panik. Strategi yang paling masuk akal adalah menghindari all in, menerapkan dollar cost averaging (DCA), memastikan fokus pada kualitas emiten, menghindari saham yang hanya mengandalkan narasi, memperbesar horizon investasi.

Untuk investor, Edwin menyarankan memilih saham dari sektor perbankan besar, komoditas dan logam mulia, nikel, telekomunikasi, dan konsumer defensif. Untuk emiten perbankan, saham yang bisa diperhatikan adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Untuk emiten komoditas ada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Emiten nikel ada PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

Untuk sektor telekomunikasi ada PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), serta sektor konsumer defensif adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR). Tak berbeda jauh, Teguh menyarankan investor untuk mencermati sektor perbankan, consumer goods, dan ritel.

726SHARES2.1kVIEWS

Bagikan Artikel & Dapat Reward

Share artikel ini ke media sosial. Setiap link/share valid bernilai Rp10.

WhatsAppFacebookXTelegram
Catatan: sistem mencatat 1 reward per platform, per artikel, per IP untuk mengurangi spam. Status awal pending dan dapat diverifikasi admin.

Baca Artikel Selanjutnya:

El Nino Ancam Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Asia Tenggara →

🔥 Postingan Populer

  • 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
  • Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
  • Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
  • Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
  • Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
🔗 Cari alat parkir

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

news Berita Pasar Investasi bisnis ekonomi investor Pasar Keuangan

Jika Artikel Ini Bermanfaat, Tolong Bagikan & Dukung Tim Penulis

Setiap dukungan membantu kami terus menghadirkan artikel informatif, edukatif, dan bermanfaat untuk pembaca.

💚 Donasi via Sociabuzz 📲 Bagikan WA f Facebook 𝕏 Share

Terima kasih sudah mendukung karya penulis independen.

KOMPASIA.COM

Kirim Berita dan Press Release Anda

Kirim berita, press release, artikel promosi, opini, kegiatan perusahaan, komunitas, atau informasi publik lainnya kepada Redaksi Kompasia.

✉ Kirim ke Redaksi ❤ Dukung dengan Donasi
Email Redaksi: redaksikompasia@gmail.com
Materi yang dikirim akan melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan redaksi sebelum diterbitkan.

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen memenuhi standar Dewan Pers untuk menyajikan informasi yang akurat, tajam, dan berimbang.

Tags:

Berita Pasar InvestasibisnisekonomiinvestorPasar Keuangan
Author

Redaksi Kompasia

Follow Me
Other Articles
AA25MUh5.jpg
Previous

Apa Itu Emas Derivatif? Cara Kerja, Kelebihan, dan Risikonya

Next

El Nino Ancam Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Asia Tenggara

Seedbacklink

Berita Populer

1MSM

Palang Parkir Otomatis , Solusi Digitalisasi Parkir Non Tunai Berbasis RFID

Berita Nasional01 Agu 2026
2Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Kesehatan28 Jul 2026
3Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

hukum27 Jul 2026
4Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Berita Utama25 Jul 2026
5REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Berita Utama25 Jul 2026

agama angkutan Asia Astrolog berinvestasi berita Berita lokal bisnis budaya ekonomi hiburan Horoskop Hukum Pidana Indonesia infrastruktur insiden kasus kriminal Kebijakan Publik kejahatan kekayaan klub sepak bola kontroversi Laporan Polisi masalah sosial masyarakat media berita militer olahraga palang parkir pemerintah pendidikan peradilan pidana perbintangan perdagangan Polisi dan Penegakan Hukum politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan sejarah sepak bola teknologi tranding uang undang undang Undang viral

Populer

images (3)
TRI MATRA
OABh0Gb9JJdvaAF4AdqN6wExVwSX0kuIVak1kmxe
Trbratanews

Recent Posts

  • Palang Parkir Otomatis , Solusi Digitalisasi Parkir Non Tunai Berbasis RFID
  • Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause
  • Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi
  • Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS
  • REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Recent Comments

Archives

  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Mei 2025
  • April 2025

Categories

  • advertorial
  • agama
  • Analisis
  • bali
  • Berita Internasional
  • Berita Nasional
  • Berita Utama
  • Bisnis
  • Bisnis dan Teknologi
  • Ekonomi
  • hukum
  • Investasi
  • Investigasi
  • Jawa Barat
  • Kalimantan
  • karimun
  • Keamanan dan Kenyamanan Perumahan
  • Kepulauan Riau
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Kriminal
  • Layanan Parkir
  • Medan
  • Nasional
  • news
  • Olahraga
  • Opini
  • parkir
  • pendidikan
  • Politik
  • Profil Tokoh
  • Review
  • Riau
  • Sosial
  • Sport
  • Sumatera Barat
  • Teknologi
  • Teknologi dan Inovasi
  • Teknologi Parkir
  • Tokoh
  • tranding
  • Tutorial
  • UMKM
  • Viral
  • wisata

Kirim Opini,berita anda

email: redaksikompasia@gmail.com

Seedbacklink
☕ Traktir Kopi

Dukung kami dengan traktir kopi agar kami bisa terus berkarya.

☕ Traktir Sekarang

Copyright 2026 — KPA News. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme