Perdamaian dengan Iran memicu krisis politik, Trump jadi sasaran media AS, sekutu berpaling

Kritik Terhadap Kesepakatan Damai Trump dengan Iran Menggema di AS Kesepakatan damai antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Iran…
1 Min Read 0 7

Kritik Terhadap Kesepakatan Damai Trump dengan Iran Menggema di AS

Kesepakatan damai antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Iran telah memicu gelombang kritik yang sangat besar dari berbagai pihak. Tidak hanya media-media ternama, tetapi juga tokoh-tokoh politik dalam Partai Republik sendiri mulai mengungkapkan ketidakpuasan terhadap isi perjanjian tersebut. Mereka menilai bahwa kesepakatan ini memberikan banyak konsesi kepada Iran tanpa mendapatkan imbalan yang sepadan.

Banyak pihak menyatakan bahwa perjanjian tersebut justru memperkuat posisi Iran, sementara keuntungan strategis bagi Amerika Serikat dinilai tidak cukup signifikan. Sejumlah pengamat kebijakan luar negeri bahkan menganggap kesepakatan ini sebagai langkah yang tidak bijaksana dan bisa merugikan stabilitas global.

Perdebatan Politik yang Memanas

Di tengah kontroversi, Trump tetap mempertahankan pendiriannya bahwa kesepakatan ini adalah langkah penting untuk mengakhiri konflik berkepanjangan dengan Iran. Ia berargumen bahwa perjanjian ini akan membantu menjaga stabilitas ekonomi global, termasuk menekan harga minyak dunia. Namun, perdebatan politik terus memanas dan berpotensi menjadi ujian besar bagi posisi Trump menjelang agenda politik berikutnya.

Penandatanganan kesepakatan dilakukan oleh Trump pada Rabu (17/6/2026) malam dalam sebuah makan malam berpenerangan lilin di luar Paris, Perancis. Meski begitu, saat kembali ke Amerika Serikat, Trump langsung menghadapi kritik dari berbagai pihak, baik dari penentang maupun pendukung konflik. Berbagai media besar AS menyoroti bagaimana tujuan pra-perang tampaknya tidak tercapai, sementara kekuatan Iran justru semakin kuat.

Kritik dari Media Papan Atas

Fox News, saluran berita yang biasanya mendukung Trump, juga tidak luput dari kritik. Saluran ini melaporkan bahwa perjanjian tersebut memberi Iran keuntungan finansial besar tanpa keharusan membongkar program nuklirnya. Upaya lingkaran dalam Trump untuk meredam situasi tampaknya tidak berhasil memengaruhi Fox News untuk menahan kritik tersebut dari waktu siarannya.

Sementara itu, jaringan TV berhaluan kiri, MS NOW, menuding Trump kalah langkah dari Teheran. Mereka menyatakan bahwa Gedung Putih menyetujui perpanjangan gencatan senjata yang tidak memenuhi satupun tujuan pra-perangnya, sambil memberikan konsesi keuangan besar kepada Iran. Mereka menambahkan bahwa Trump dipermainkan oleh Iran dan tidak ada yang percaya pada upaya pembelaannya.

Taruhan Politik Besar bagi Trump

Perjanjian ini secara luas dipandang sebagai taruhan kebijakan luar negeri terbesar presiden pada masa jabatan keduanya. Wall Street Journal mencatat bahwa Trump akan menghadapi perlawanan dari para pendukung kebijakan Iran yang mengatakan, presiden memberikan jauh lebih banyak daripada yang dia dapatkan.

Prosesi penandatanganannya pun dilaporkan sempat diwarnai kekacauan. Menurut laporan Wall Street Journal, Trump menandatangani perjanjian itu untuk kali kedua pada Rabu malam, mengejutkan beberapa ajudannya dan menggagalkan rencana upacara penandatanganan yang semula dijadwalkan akhir pekan ini.

Iran Keluar sebagai Pemenang

New York Times menyoroti posisi Iran yang justru diuntungkan di akhir konflik ini. Media tersebut menyatakan bahwa Teheran memiliki banyak hal untuk dirayakan, dan mencatat bahwa perjanjian tersebut sama sekali bukan dokumen penyerahan diri. Iran dinilai membuktikan bahwa mereka dapat menggunakan kekacauan ekonomi sebagai senjata.

Padahal, pada awal konflik yang dipicu oleh serangan AS-Israel di Teheran pada 28 Februari 2026, Trump sempat melontarkan kemungkinan runtuhnya rezim Iran. New York Times menyindir bahwa Trump mendukung kepemimpinan baru jika ada.

Lebih jauh, surat kabar tersebut menambahkan bahwa Teheran kini bisa jadi berada dalam posisi lebih dekat dari sebelumnya untuk mendorong pengembangan senjata nuklir. Selama lebih dari dua dekade, Iran berjalan tepat di ambang pembangunan bom nuklir, tetapi tidak pernah melangkah melewati batas.

Dampak Kemanusiaan dari Konflik

Di sisi lain, National Public Radio (NPR)β€”media yang pendanaannya sempat coba dipotong oleh Trump sebelum diblokir oleh hakimβ€”lebih memilih menekankan dampak kemanusiaan dari perang ini. NPR menyebut konflik tersebut mempertentangkan militer terkuat di dunia melawan musuh yang jauh lebih lemah, tetapi mahir secara strategis.

Mekanisme Kesepakatan Sementara

Pada hakikatnya, kesepakatan yang baru ditandatangani ini hanyalah pengaturan sementara. Dokumen ini dimaksudkan untuk memberikan waktu bagi dimulainya negosiasi lebih terperinci mengenai masalah yang jauh lebih kompleks, yaitu kendali jangka panjang atas ambisi tenaga nuklir Iran. Washington sendiri sejak lama mencurigai Teheran memiliki program pembuatan bom rahasia.

Berdasarkan dokumen perjanjian tersebut, setelah kesepakatan akhir tercapai mengenai program nuklir Iran, Amerika nantinya akan memfasilitasi pencairan dana rekonstruksi sebesar 300 miliar dollar AS (Rp 5,3 kuadriliun) yang didukung oleh negara-negara di kawasan.

953SHARES8kVIEWS

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan