Ritual dan Acara Puncak Hoyak Tabuik Piaman 2026: Jadwal yang Harus Dicatat

Ringkasan Berita: Jadwal Budaya Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026. Perayaan budaya yang tercantum dalam kalender wisata andalan ini akan berlangsung…
1 Min Read 0 3
Ringkasan Berita:
  • Jadwal Budaya Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026.
  • Perayaan budaya yang tercantum dalam kalender wisata andalan ini akan berlangsung selama sekitar dua minggu.
  • Perayaan budaya ini akan berlangsung mulai pertengahan Juni hingga akhir Juni tahun 2026.
  • Acara adat khas Pariaman akan secara resmi dibuka pada hari Selasa, 16 Juni 2026.
  • Hari utama yang penuh harapan terjadi pada hari Minggu, 28 Juni 2026, yang bersamaan dengan 13 Muharram 1448 H.

KOMPASIA.COM, PARIAMAN –Perayaan besar tahunan yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat Sumatera Barat, Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026, telah dipastikan akan diadakan dengan berbagai prosesi yang kaya akan nilai tradisi dan budaya Islam.

Perayaan budaya yang tercantum dalam kalender wisata andalan akan berlangsung selama sekitar dua minggu, mulai pertengahan Juni hingga akhir Juni tahun 2026.

Seri acara tahun ini disajikan dengan indah dengan menggabungkan ritual keagamaan yang suci, pelestarian budaya setempat, hingga hiburan rakyat.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Pariaman, Ferialdi Syarief, saat dihubungi pada Jumat (19/6/2026) mengonfirmasi tentang jadwal resmi serta seluruh susunan acara dalam perhelatan besar tersebut.

Mereka menyatakan bahwa persiapan terus diperbaiki guna menyambut kedatangan para wisatawan lokal maupun internasional.

Rangkaian upacara adat khas Pariaman akan secara resmi dimulai pada hari Selasa, 16 Juni 2026, yang juga menjadi momen penting dalam perayaan pergantian tahun baru Islam, 1 Muharram 1448 Hijriah. Pada hari pertama kegiatan, akan dimulai dengan Tabligh Akbar yang berlangsung di Halaman Balai Kota mulai dari pagi hingga menjelang siang.

Dimulai dari Upacara Maambiak Tanah

Pada sore hari tanggal yang sama, dua kelompok utama yang menjadi tulang punggung tradisi ini, yaitu Tabuik Subarang dan Tabuik Pasa, akan melakukan prosesi awal yang sangat penting, yakni Maambiak Tanah. Upacara suci ini direncanakan berlangsung dari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB di kawasan Jembatan Pauah, dilanjutkan dengan kegiatan lainnya di Alai Galombang hingga malam hari.

Setelah pengambilan tanah selesai, langkah berikutnya adalah proses pembuatan atau pengerjaan komponen-komponen Tabuik. Berdasarkan jadwal, pengerjaan fisik Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai dari Rabu, 17 Juni hingga Jumat, 19 Juni 2026.

Proses pembuatan komponen ini dilakukan secara langsung di kantor masing-masing, yaitu di Rumah Tabuik Pasa dan Rumah Tabuik Subarang, mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB setiap hari. Masyarakat dan pengunjung dapat melihat langsung keahlian para pengrajin setempat dalam menyusun kerangka serta hiasan Tabuik yang megah.

Ritual berikutnya yang tak kalah menarik dan dinantikan adalah Manabang Batang Pisang. Upacara memotong batang pisang ini akan diadakan pada hari Sabtu sore, 20 Juni 2026, mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.

Menariknya, proses ini akan memicu momen Basalisiah atau pertemuan yang penuh dengan estetika teatrikal antara rombongan Rumah Tabuik Subarang dan Rumah Tabuik Pasa. Titik bertemu kedua kelompok ini direncanakan berada di kawasan Simpang Kampung Cino.

Aneka Kegiatan Hiburan Masyarakat

Memasuki hari Minggu, 21 Juni 2026, suasana acara akan sedikit berubah menjadi aktivitas olahraga dan hiburan dengan diadakannya kegiatan Gowes KOSSPA di Desa Kampung Baru pada pagi hari. Meskipun demikian, kegiatan merakit komponen Tabuik tetap berlangsung di setiap rumah adat dari pagi hingga malam hari.

Pada hari Minggu sore, warga juga dapat menyaksikan ritual Maradai, yaitu prosesi berjalan keliling yang dilakukan oleh utusan Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, dimulai dari Rumah Tabuik Tuo Pasa dan Rumah Tabuik Tuo Subarang.

Pada awal pekan, Senin, 22 Juni 2026, rangkaian acara akan dimulai dengan upacara Turun Panja di pagi hari. Selanjutnya, pada siang hari pukul 13.00 WIB, suasana serius akan terasa di Daraga Tabuik Pasa dan Daraga Tabuik Subarang saat prosesi Maatam dilaksanakan sebagai bentuk ekspresi belasungkawa.

Pada malam hari, kegembiraan kembali meningkat melalui prosesi Maarak Jari-Jari. Kedua belah pihak akan membawa replika jari-jari dengan rute dari rumah tua masing-masing dan akan bertemu kembali dalam momen Basalisiah di Simpang Kampung Cino mulai pukul 18.45 hingga 22.00 WIB.

Esok harinya, Selasa, 23 Juni 2026, pada waktu yang sama di malam hari, penduduk akan diberi hiburan melalui prosesi Maarak Saroban. Rombongan dari Rumah Tabuik Pasa dan Rumah Tabuik Subarang akan membawa sorban melewati jalur utama dan bertemu di kawasan Simpang Kampung Cino.

Rabu, 24 Juni 2026 menjadi tanggal terakhir bagi panitia dan para pengrajin dalam menyelesaikan seluruh tahap pembuatan fisik Tabuik secara utuh. Kegiatan penyelesaian ini dilakukan penuh dari pukul 09.00 WIB pagi hingga pukul 23.00 WIB malam di setiap Rumah Tabuik masing-masing.

Panggung Utama di Muaro Gandoriah

Mulai Kamis, 25 Juni 2026, area keramaian dan panggung utama akan dipindahkan sepenuhnya ke wilayah pesisir pantai, yaitu di Muaro Gandoriah.

Banyak stan pameran atau booth mulai dibuka, disertai dengan peluncuran Objek Permainan Rakyat (OPERA) serta persiapan Grand Final Pemilihan Duta Wisata Cik Uniang Cik Ajo Kota Pariaman yang akan berlangsung pada malam hari dengan dimeriahkan oleh tampilan band lokal provinsi.

Keramaian di Muaro Gandoriah akan semakin ramai pada Jumat, 26 Juni 2026 dengan hadirnya Senam Bersama Pemko Pariaman, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, serta Festival Sambareh yang menampilkan makanan tradisional.

Tidak ketinggalan, di malam hari pengunjung akan diberikan berbagai hiburan mulai dari pemutaran film, pertunjukan Kuda Lumping, kesenian Randai, hingga musik tekno.

Pada hari Sabtu, 27 Juni 2026, kegembiraan masih berlangsung di Muaro Gandoriah dengan rangkaian kegiatan seperti Zumba, workshop, talkshow, serta pertunjukan dari band lokal. Acara yang paling dinantikan pada malam minggu ini adalah pagelaran busana yang bertajuk Tabuik Culture Fashion Festival yang ditutup dengan penampilan spektakuler dari seorang artis nasional.

Acara Utama: Tabuik Dibuang ke Laut

Akhirnya, hari utama yang telah lama dinantikan tiba pada hari Minggu, 28 Juni 2026 atau jatuh pada tanggal 13 Muharram 1448 H.

Sejak pagi hari, mulai pukul 05.00 hingga 08.00 WIB, rangkaian acara Tabuik Naiak Pangkek akan berlangsung di Simpang 4 Pasar dan Simpang Kampung Cino, di mana bagian-bagian besar dari Tabuik akan dikumpulkan menjadi menara yang mencapai ketinggian belasan meter.

Setelah menara Tabuik berdiri kokoh, ribuan warga akan berkumpul di jalan untuk mengikuti perayaan Hoyak Tabuik yang berlangsung hingga siang hari.

Saat senja tiba, barisan raksasa dari Simpang 4 Pasar mulai bergerak perlahan menuju Panggung Utama di Muaro Gandoriah untuk menyambut puncak acara upacara.

Acara puncak upacara ini direncanakan dimulai pada pukul 16.00 WIB dengan penyambutan tamu undangan istimewa menggunakan tarian Galombang, diikuti oleh rangkaian pidato yang dimulai dari Walikota Pariaman, Gubernur Sumatera Barat, hingga Menteri Pariwisata RI.

Sekitar pukul 17.10 hingga 18.00 WIB, sebelum matahari terbenam, pertunjukan seni budaya akan diakhiri dengan momen paling menarik, yaitu Tabuik Dihoyak yang dilakukan bersama-sama, lalu dibawa ke tepi laut dan dilemparkan ke laut sebagai tanda berakhirnya perayaan budaya besar tahun ini.

367SHARES3.4kVIEWS

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

Redaksi Kompasia