SEO dan Google Ads sebagai Dua Pendekatan Pemasaran
Dalam praktiknya, Doddy menangani dua pendekatan utama dalam pemasaran melalui mesin pencari, yaitu SEO dan Google Ads.SEO digunakan untuk membangun visibilitas website secara organik di mesin pencari. Sementara Google Ads digunakan untuk menjangkau calon pelanggan melalui iklan berbayar ketika mereka melakukan pencarian yang relevan dengan produk atau jasa yang ditawarkan.Menurut Doddy, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda dan dapat digunakan sesuai kebutuhan bisnis.“Website bukan hanya tempat untuk menampilkan informasi bisnis. Website harus bisa menjadi aset digital yang membantu calon pelanggan menemukan bisnis, memahami layanan yang ditawarkan, dan akhirnya mengambil keputusan.”Pendekatan tersebut kemudian diterapkan pada berbagai jenis bisnis dengan karakteristik yang berbeda.
Menangani Berbagai Industri
Pengalaman kerja Doddy menunjukkan bahwa SEO dan pemasaran digital dapat diterapkan pada berbagai sektor usaha.Salah satu pengalaman tersebut adalah menangani Klinik Gigi Key Dental Care Klaten, dengan tanggung jawab pada optimasi SEO website klinik.Ia juga menangani optimasi website TEN LED Jakarta, perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan videotron dan LED screen. Dalam proyek tersebut, fokus pekerjaannya mencakup pengembangan website dan optimasi agar dapat memperoleh visibilitas di Google.Pengalaman lainnya berasal dari sektor otomotif melalui Bintang Bodykit Godean, serta sektor manufaktur melalui Las Mahkota Harmonika Surabaya dan CV Mandiri Sukses Logam.Di bidang lainnya, Doddy juga pernah menangani optimasi untuk Zazz Indo Garment, termasuk pengembangan aset digital toko online dan optimasi SEO.Beragam pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa strategi pemasaran melalui mesin pencari tidak hanya berlaku untuk satu jenis industri. Pendekatan dapat disesuaikan dengan karakter bisnis, target konsumen, wilayah pemasaran, serta produk atau jasa yang ditawarkan.Pengalaman Google Ads Sejak 2017
Selain SEO, Google Ads menjadi bagian lain dari perjalanan profesional Doddy.Pengalaman tersebut antara lain tercatat pada pengelolaan pemasaran melalui Google Ads untuk SedotWCMagelang.com serta Witgedhe, sebuah bisnis yang bergerak di bidang tanaman buah.Pada proyek-proyek tersebut, pekerjaan tidak hanya berkaitan dengan membuat iklan, tetapi juga mengatur, merencanakan, dan memantau pelaksanaan kampanye agar dapat menjangkau audiens yang sesuai.Pengalaman tersebut kemudian berkembang seiring dengan semakin luasnya penggunaan mesin pencari sebagai salah satu sumber informasi bagi calon konsumen.Dari Berbagai Proyek, Memahami Karakter Setiap Bisnis
Salah satu tantangan dalam pemasaran digital adalah tidak adanya satu strategi yang dapat diterapkan secara sama untuk seluruh bisnis.Strategi untuk klinik gigi tentu berbeda dengan strategi untuk perusahaan manufaktur, penyewaan videotron, bengkel otomotif, toko online, maupun bisnis lokal lainnya.Karena itu, pengalaman menangani berbagai sektor menjadi bagian penting dalam proses pengembangan strategi digital.Doddy menilai bahwa memahami bisnis terlebih dahulu merupakan bagian penting sebelum menentukan strategi SEO maupun Google Ads.“Setiap bisnis mempunyai karakter konsumen dan proses pengambilan keputusan yang berbeda. Karena itu, strategi digital sebaiknya dimulai dari memahami bisnisnya, bukan hanya dari mengejar kata kunci.”Pendekatan tersebut membuat SEO dan Google Ads ditempatkan sebagai bagian dari strategi pemasaran yang lebih luas, bukan sekadar aktivitas untuk mendapatkan trafik.
Membangun Aset Digital Bisnis
Selain optimasi mesin pencari dan iklan, pengalaman Doddy juga mencakup pembuatan serta pengembangan website bisnis.Website dipandang sebagai salah satu aset digital yang dapat dimiliki dan dikembangkan dalam jangka panjang. Melalui website, bisnis memiliki ruang untuk menampilkan informasi produk atau jasa, portofolio, pengalaman, serta berbagai informasi yang dapat membantu calon pelanggan mengenal bisnis lebih jauh.Dalam perkembangannya, website kemudian dapat dikombinasikan dengan SEO, Google Business Profile, media sosial, Google Ads, serta berbagai aset digital lainnya.Dengan pendekatan tersebut, pemasaran digital tidak hanya berfokus pada bagaimana mendapatkan kunjungan, tetapi juga bagaimana membangun kehadiran bisnis yang lebih konsisten di internet.Record Pengalaman di Berbagai Bidang
Sejumlah pengalaman profesional Doddy Varonis Muliawan di bidang digital marketing antara lain mencakup:- Search Engine Optimization Specialist – Klinik Gigi Key Dental Care Klaten
- Search Engine Optimization Specialist – TEN LED Jakarta
- Search Engine Optimization Specialist – Bintang Bodykit Godean
- Search Engine Optimization Specialist – Las Mahkota Harmonika Surabaya
- Search Engine Optimization Specialist – Zazz Indo Garment
- Search Engine Optimization Specialist – Jogja Garden Asri
- Search Engine Optimization Specialist – Ori Laser Advertising Jakarta
- Search Engine Optimization Specialist – AM Roster Jogja
- Google Ads Advertiser – CV Mandiri Sukses Logam
- Google Ads Advertiser – SedotWCMagelang.com
- Google Ads Advertiser – Witgedhe
Digital Marketing Terus Berubah
Perubahan algoritma mesin pencari, perkembangan AI, perubahan perilaku konsumen, serta meningkatnya persaingan bisnis membuat pemasaran digital menjadi bidang yang terus berkembang.Bagi pelaku usaha, perubahan tersebut berarti strategi pemasaran digital juga perlu terus dievaluasi.Pengalaman menangani berbagai jenis bisnis menjadi salah satu modal bagi Doddy untuk memahami bahwa keberhasilan pemasaran digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan memahami kebutuhan bisnis dan perilaku calon pelanggan.Dari perjalanan marketing konvensional menuju SEO, Google Ads, dan pengembangan aset digital, Doddy Varonis Muliawan terus mengembangkan pendekatan pemasaran yang berorientasi pada bagaimana bisnis dapat membangun kehadiran dan mendapatkan peluang dari ekosistem digital.Seluruh isi, data, opini, klaim, gambar, tautan, dan materi dalam artikel ini menjadi tanggung jawab penulis, yaitu Tasya. Pengelola situs tidak selalu memiliki kendali editorial atas materi yang dikirimkan penulis. Status penulis: Terverifikasi.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- UMKM Indonesia Makin Digital, QRIS Buka Peluang Usaha Lebih Luas pada 2026
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
Artikel ini bermanfaat?
Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.
Donasi SekarangKata Kunci Terkait
Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.
Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama “Kompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.
Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.
Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.
Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.
