Senin, 31 Agustus 2026Indonesia
Kompasia
Berita Utama

Wamenaker Immanuel Ebenezer Kena OTT KPK, ICW: Pemberantasan Korupsi Jangan Sekedar Omon-Omon

Oleh Pimpinan Redaksi · Agustus 22, 2025 · 2 menit baca Penulis Terverifikasi
Advertisement
✓ Penulis Verified

– Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer menunjukkan masih ada celah rasuah di kabinet Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Atas kondisi itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta agar pemberantasan korupsi tidak omon-omon belaka. 

Peneliti ICW Almas Sjafrina menyampaikan hal itu saat diwawancarai oleh ihwal OTT pertama terhadap anggota Kabinet Merah Putih. Meski belum dibuka kepada publik secara terperinci, Immanuel atau akrab dipanggil Noel diduga terlibat korupsi lewat modus pemerasan berkaitan dengan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). 

”Yang perlu dilakukan (oleh Presiden Prabowo), mulai sekarang bicara soal pemberantasan korupsi jangan sekedar omon-omon,” kata Almas. 

ICW menyesalkan anggota kabinet yang dipimpin Prabowo sudah ada yang terjaring operasi senyap Lembaga Antirasuah. Padahal, kabinet tersebut baru hitungan bulan berlayar sejak dipilih dan dilantik oleh Prabowo. Bahkan, belum genap satu tahun bertugas di pemerintahan. Menurut dia, OTT KPK terhadap Noel harus jadi peringatan untuk Prabowo. 

”Bisa dimulai dari pemilihan menteri yang betul-betul menimbang rekam jejak, kompetensi, dan integritas,” imbuhnya. 

Sejauh ini, ICW melihat bahwa pemilihan menteri dan wakil menteri oleh Prabowo kental dengan nuansa bagi-bagi jabatan. Sementara poin yang lebih penting terkait dengan rekam jejak, profesionalisme, dan integritas para pejabat negara kurang tampak. Karena itu, sejak awal ICW cukup khawatir terhadap para menteri dan wakil menteri pilihan Prabowo.   

”Penyelenggara negara dan kader partai juga tidak cukup dihimbau untuk tidak korupsi. Tapi, buat sistem pencegahan dan penegakan hukum yang kuat dan independen,” ungkap Almas. 

OTT KPK terhadap Noel diakui oleh Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Yassierli sebagai pukulan telak. Apalagi bila dugaan korupsi tersebut memang berkaitan dengan sertifikasi K3. Menurut dia, itu sangat mengkhawatirkan. Sebab, saat ini Kemenaker masih berusaha keras untuk menyelesaikan berbagai persoalan berkaitan dengan K3.  

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama “Kompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

💬 Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

☕ Traktir Kopi

Pimpinan Redaksi telah mempublikasikan 1,478 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia