AA1Wk4K0.jpg
Kehidupan yang Terus Diterpa Bencana di Desa Hutanabolon
Warga Desa Hutanabolon, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, kembali menghadapi tantangan berat setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut pada Rabu (11/02). Ini adalah pengalaman kedua mereka dalam waktu tiga bulan, setelah sebelumnya mengalami bencana serupa pada akhir November 2025. Banjir yang terjadi kembali menimbulkan kepanikan dan kerusakan yang besar.
- kehidupan yang terus diterpa bencana di desa hutanabolon warga desa hutanabolon, tapanuli tengah, sumatra utara, kembali menghadapi tantangan berat setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut pada rabu (11/02).
- ini adalah pengalaman kedua mereka dalam waktu tiga bulan, setelah sebelumnya mengalami bencana serupa pada akhir november 2025.
- banjir yang terjadi kembali menimbulkan kepanikan dan kerusakan yang besar.
- pengalaman rini sinaga rini sinaga, seorang warga desa hutanabolon, mengungkapkan rasa takut dan kesedihan yang mendalam.
Daftar Isi
Pengalaman Rini Sinaga
Rini Sinaga, seorang warga Desa Hutanabolon, mengungkapkan rasa takut dan kesedihan yang mendalam. Ia menyebut bahwa ketika air mulai meluap, banyak warga panik dan menangis histeris. Saat itu, Rini baru saja pulang dari gereja dan berada di lokasi yang sama seperti saat banjir bandang pertama kali menghancurkan kampungnya. Sejak bencana terjadi, keluarganya tinggal di rumah tetangga yang lebih tinggi, karena rumah lama mereka sudah rata dengan tanah.
Selain kehilangan rumah, Rini juga kehilangan dokumen penting dan laptop yang berisi berbagai file kampus. Hal ini membuatnya sempat merasa frustasi dan berpikir untuk berhenti kuliah. Sayangnya, hingga kini, keluarganya belum menerima bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) dari pemerintah.
Kondisi Gereja HKBP Hutanabolon
Paten Sidabutar, pendeta di Gereja HKBP Hutanabolon, juga mengalami kerugian besar. Gereja yang telah dibangun kembali setelah bencana pertama kembali rusak akibat banjir terbaru. Ia menyebut bahwa tembok yang sedang dibangun kembali hancur lagi. Selain itu, bantuan sembako dan bahan pangan yang disimpan warga juga ikut terbawa arus banjir.
Kehidupan Pengungsi yang Belum Pulih
Desa Hutanabolon merupakan salah satu daerah yang paling parah terkena dampak banjir dan longsor. Banyak warga yang masih tinggal di tenda darurat atau mengungsi ke rumah kerabat. Salah satu pengungsi, Rinto Gultom, mengatakan bahwa keluarganya kembali ke tenda darurat setelah banjir terjadi. Ia mengaku kehilangan usaha hiburan yang sebelumnya menjadi sumber penghasilannya.
Hingga saat ini, banyak warga belum mendapatkan bantuan hunian sementara (huntara) atau hunian tetap (huntap). Pemerintah pusat rencananya akan membangun 1.192 unit huntara di 11 lokasi di Kabupaten Tapanuli Tengah, termasuk di Sipange, tempat tenda darurat saat ini berdiri.
Penanganan Bencana yang Masih Kurang
Ahli kebencanaan Eko Teguh Paripurno menyatakan bahwa daerah yang pernah dilanda bencana memiliki risiko tinggi untuk mengalami bencana serupa kembali. Ia menyarankan pemerintah memastikan penyintas bencana tinggal di tempat yang aman dan tidak kembali ke lokasi semula. Ia juga menyoroti bahwa pemulihan sosial-ekonomi dan lingkungan sering kali luput dari prioritas penanggulangan bencana.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sekitar 1.600 jiwa masih mengungsi sejak banjir bandang dan tanah longsor melanda Kabupaten Tapanuli Tengah pada akhir November 2025. Bencana ini telah menewaskan 130 orang dan menyebabkan ribuan korban lainnya hilang.
Masa Depan yang Masih Gelap
Meskipun status tanggap darurat bencana telah berakhir pada 31 Desember 2025, kondisi warga di Desa Hutanabolon masih sangat sulit. Banyak dari mereka belum mendapatkan bantuan yang cukup, dan proses pemulihan terasa lambat. Warga masih hidup dalam ketakutan dan trauma, terutama ketika hujan deras turun.
Masinton Pasaribu, Bupati Tapanuli Tengah, mengungkapkan bahwa banjir terjadi setelah cuaca ekstrem melanda kabupaten tersebut. Meskipun tanggul darurat telah dibuat, namun air kembali meluap dan menghancurkan bangunan serta bantuan yang tersimpan.
Kehidupan di Desa Hutanabolon masih penuh tantangan. Warga terus berjuang untuk bangkit dari keterpurukan, meski segala sesuatu masih terasa jauh dari sempurna.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Edukasi Sistem Parkir Wisata Non-Tunai bersama KelolaWisata.com : Solusi Digital untuk Pengelolaan Wisata Modern
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
- Manless Ticket Dispenser Standar Internasional: Spesifikasi Lengkap
Share this content:
