billy menuduk dan satim duo penyiram air keras ke mahasiswi apmd jogja nh 169.jpeg
Mundurnya Letjen TNI Yudi Abrimantyo dari Jabatan Kepala BAIS TNI
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), telah memicu berbagai respons dari berbagai pihak. Salah satunya adalah keputusan Letjen TNI Yudi Abrimantyo untuk mundur dari jabatannya sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Keputusan ini diambil setelah adanya dugaan keterlibatan anak buahnya dalam aksi penyerangan tersebut.
- mundurnya letjen tni yudi abrimantyo dari jabatan kepala bais tni kasus penyiraman air keras terhadap andrie yunus, wakil koordinator komisi untuk orang hilang dan korban tindak kekerasan (kontras), telah memicu berbagai…
- salah satunya adalah keputusan letjen tni yudi abrimantyo untuk mundur dari jabatannya sebagai kepala badan intelijen strategis (bais) tni.
- keputusan ini diambil setelah adanya dugaan keterlibatan anak buahnya dalam aksi penyerangan tersebut.
- letjen tni yudi abrimantyo mengumumkan pengunduran dirinya melalui pernyataan resmi yang disampaikan oleh kapuspen tni mayjen aulia dwi nasrullah.
Daftar Isi
Letjen TNI Yudi Abrimantyo mengumumkan pengunduran dirinya melalui pernyataan resmi yang disampaikan oleh Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah. Menurut informasi yang diberikan, langkah ini dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas peran yang dianggap terkait dengan kasus penyiraman air keras kepada Andrie Yunus.
Analis politik dan militer dari Universitas Nasional (UNAS), Selamat Ginting, menilai bahwa keputusan Letjen TNI Yudi Abrimantyo untuk melepas jabatannya adalah langkah yang tepat. Ia menilai bahwa tindakan ini menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap institusi yang dipimpinnya. Menurut Selamat, hal ini juga menjadi upaya untuk menjaga nama baik TNI dari dampak negatif yang mungkin timbul akibat kasus ini.
Selamat Ginting menyampaikan pandangannya saat menjadi narasumber dalam sebuah podcast yang diunggah di kanal YouTube Forum Keadilan TV. Ia menekankan bahwa keputusan Letjen TNI Yudi Abrimantyo untuk mundur adalah pilihan satu-satunya yang harus diambil agar tidak merusak reputasi institusi. Ia menilai bahwa jika tidak melakukan hal ini, maka TNI bisa saja tercoreng oleh skandal yang sedang berlangsung.
Sebelum pengunduran diri Letjen TNI Yudi Abrimantyo, Mabes TNI telah menggelar rapat bersama Kementerian Pertahanan RI. Rapat ini dihadiri oleh sejumlah tokoh senior di bidang militer dan pertahanan. Antara lain, Menteri Pertahanan RI Jenderal Purnawirawan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan RI Marsekal Purnawirawan Donny Ermawan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, serta Kasum TNI Letjen Richard Tampubolon.
Dari hasil rapat tersebut, tampaknya para tokoh ini sepakat bahwa keputusan Letjen TNI Yudi Abrimantyo untuk mundur adalah langkah yang paling bijaksana. Hal ini dilakukan demi menjaga kepercayaan publik terhadap TNI dan menjaga integritas institusi tersebut.
Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
Serangan terhadap Andrie Yunus terjadi pada malam hari, tepat setelah ia selesai melakukan perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar sebesar 20 persen di bagian wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan. Ia kemudian harus dirawat intensif di ruang High Care Unit (HCU) di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.
Penyelidikan oleh Polri (Polda Metro Jaya) dan TNI menemukan empat terduga pelaku yang berstatus prajurit aktif TNI dari Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS TNI), matra Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Inisial keempat terduga pelaku antara lain Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. Saat ini, keempatnya ditahan di Polisi Militer Kodam Jayakarta (Pomdam Jaya).
Profil Andrie Yunus
Andrie Yunus dikenal sebagai aktivis yang aktif dalam advokasi isu-isu hak asasi manusia (HAM) dan reformasi sektor keamanan di Indonesia. Ia merupakan salah satu dari tiga aktivis Koalisi Masyarakat Sipil untuk Sektor Keamanan yang pernah menggedor pintu rapat panja (panitia kerja) Revisi Undang-Undang (UU) TNI di ruang Ruby 1 dan 2 Fairmont Hotel, Jakarta, pada tahun 2025.
Selain itu, Andrie juga aktif dalam mendampingi ratusan anak muda yang ditangkap setelah gelombang demonstrasi Agustus 2025. Ia juga menjadi anggota dari Komisi Pencari Fakta (KPF) yang dibentuk KontraS bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) untuk menangani gelombang penangkapan massal dan kriminalisasi aktivis pasca-rangkaian demonstrasi dan kerusuhan Agustus 2025.
Hasil investigasi KPF menghasilkan laporan bertajuk “Operasi Pembungkaman Kaum Muda Terbesar Sejak Reformasi” yang dapat diakses di laman resmi ylbhi.or.id. Dalam laporan tersebut, disebutkan tentang perburuan terhadap anak muda pasca-Reformasi yang sangat besar.
Keaktifan Andrie Yunus dalam menolak pembahasan Revisi UU TNI dan aktivitas terbarunya dalam podcast “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” menimbulkan dugaan atau isu bahwa ada keterlibatan oknum anggota TNI di balik aksi penyiraman air keras yang menimpanya pekan lalu.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Share this content:
