Perseteruan Nikita Mirzani dan Fitri Salhuteru Masih Berlanjut
Perseteruan antara Nikita Mirzani dan Fitri Salhuteru masih terus berlangsung meskipun keduanya sudah tidak lagi menjadi sahabat. Baru-baru ini, Fitri mengungkapkan kekesalannya terhadap komentar-komentar yang sering muncul di akun Instagram Nikita Mirzani. Menurutnya, komentar-komentar tersebut dinilai menyudutkannya dan membuatnya merasa diperlakukan tidak adil.
Nikita Mirzani saat ini sedang menjalani hukuman di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur. Ia ditahan karena kasus pemerasan, pengancaman, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilaporkan oleh Dokter Reza Gladys. Sebelumnya, Nikita mendapatkan putusan banding dengan hukuman 6 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar. Namun, ia tidak puas dengan putusan tersebut dan memutuskan untuk mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).
Fitri Salhuteru mengaku heran dengan sikap Nikita yang masih aktif memberikan komentar di media sosial. Ia juga bertanya-tanya apakah komentar-komentar itu berasal dari admin akun Instagram atau justru dari Nikita sendiri. “Apalagi sekarang lagi ada masalah kan (Nikita dengan Reza) gitu, kadang-kadang suka nemu nih (komentar) apakah itu memang adminnya atau dia sendiri yang memainkan sosmed-nya suka komen gitu loh,” ujar Fitri.
Ia menambahkan bahwa komentar-komentar tersebut sering kali menyenggol dirinya. Meski awalnya memaklumi aksi mantan sahabatnya tersebut, kini Fitri bersikap lebih tegas. Ia mengatakan bahwa jika dirinya diusik, ia akan membalas sampai merasa puas. “Aku mirroring perbuatan dia kan dulu kalau misalnya dia disenggol sama orang dia akan balas sampai puas. Nah sekarang itu aku take over,” tegasnya.
Fitri juga memberi edukasi kepada para pengikutnya di media sosial tentang bagaimana cara menghadapi perundungan. Hal ini berkaitan dengan tindakan penyebaran informasi pribadi tanpa izin yang pernah dilakukan oleh Nikita terhadap dirinya. “Jadi aku memberikan contoh sebetulnya ke para pengguna sosmed, kalau kita dibully, kalau kita didoxing itu nggak boleh juga diam, karena kita tuh kayak sakit sendiri kan,” tuturnya.
Awalnya, Fitri memilih diam saat melihat komentar-komentar dari Nikita Mirzani. Namun, ia sadar bahwa sikap diamnya justru merugikan dirinya dan orang-orang terdekatnya. “Itu aku udah jalanin, aku diam aja, aku dibilangin apa, aku diam aja, udahlah. Ternyata nggak gitu, ternyata buat aku oke, tapi buat orang-orang di sekeliling aku nggak oke.”
Ia menjelaskan bahwa sikap diamnya itu justru bisa menjadi contoh buruk bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk membalas perundungan yang dialaminya agar nanti buah hatinya tidak melakukan hal serupa. “Ternyata dengan diamnya aku itu yang paling penting adalah aku tidak memberikan contoh baik buat anakku. Jadi besok kalau kamu dibully udah ikutin mami aja deh diam.”
Fitri juga menyampaikan bahwa ia tidak ingin anaknya mengambil jalan yang tidak ia sukai. “Apalagi anak aku kan jauh sama aku ada di Kanada,” ujarnya.
π₯ Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Kata Kunci Terkait
Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.
Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama βKompasiaβ digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.
Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.
Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.
Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.