AA1Wl4P5.jpg
Pansel OJK Mulai Rekrut Calon Pemimpin
Tim Panitia Seleksi (Pansel) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memulai proses pencarian sosok yang berpotensi menjadi pimpinan di lembaga tersebut. Beberapa nama sempat muncul dalam isu bursa calon, seperti Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Namun, hal ini segera dibantah oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
- pansel ojk mulai rekrut calon pemimpin tim panitia seleksi (pansel) otoritas jasa keuangan (ojk) telah memulai proses pencarian sosok yang berpotensi menjadi pimpinan di lembaga tersebut.
- beberapa nama sempat muncul dalam isu bursa calon, seperti ketua komisi xi dpr mukhamad misbakhun dan wakil menteri keuangan suahasil nazara.
- namun, hal ini segera dibantah oleh menteri keuangan purbaya yudhi sadewa.
- menurut purbaya, hingga saat ini banyak pihak yang sudah mendaftar sebagai calon anggota dewan komisioner (dk) ojk.
Daftar Isi
Menurut Purbaya, hingga saat ini banyak pihak yang sudah mendaftar sebagai calon anggota Dewan Komisioner (DK) OJK. Ia mengatakan bahwa dirinya belum melihat seluruh daftar pendaftar. “Saya tidak tahu [nama Suahasil dan Misbakhun], saya belum melihatnya. Sudah banyak yang masuk, tapi saya belum melihat semuanya,” ujarnya.
Terkait dengan Suahasil, Purbaya menilai bahwa ia tidak bisa mendaftarkan diri untuk ikut seleksi DK OJK karena juga menjadi anggota Pansel bersama dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo serta unsur pemerintah dan masyarakat lainnya. Meski begitu, Purbaya menegaskan bahwa Suahasil tidak harus mengikuti seleksi tersebut, karena bisa saja masuk sebagai anggota ex-officio dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sebagaimana diketahui, jabatan ex-officio DK OJK diisi oleh Kemenkeu dan BI.
“Kan dia bisa jadi ex-officio di situ kalau mau,” kata Purbaya, yang juga mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Respons Terhadap Isu Politisi
Dalam sesi dialog sebelumnya, Purbaya juga merespons isu terkait politisi yang bisa mengikuti seleksi DK OJK. Ia menegaskan bahwa rumor yang beredar tentang politisi DPR yang masuk bursa DK OJK adalah salah. “Komisi XI? Enggak, itu kan politik. Enggak seperti itu, jadi rumor itu mungkin salah,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun telah merespons isu bahwa dirinya masuk dalam bursa DK OJK. Ia memastikan bahwa belum ada penugasan dari Partai Golkar terkait hal tersebut. Politisi Partai Golkar ini menjelaskan bahwa tugas utamanya hanya untuk mengisi jabatan Ketua Komisi Keuangan DPR. “Tugas dari partai saya, dari ketua umum partai saya, Pak Bahlil, saya sebagai Ketua Komisi XI. Belum ada perintah selain perintah itu dan saya tidak mau berandai-andai,” ujarnya saat ditemui di kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Selasa (10/2/2026).
Usulan Luhut untuk Pemimpin Profesional Muda
Di sisi lain, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan berencana mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar pucuk pimpinan di OJK dan otoritas Bursa Efek Indonesia diisi oleh kalangan profesional muda yang independen.
Usulan ini muncul setelah adanya gonjang-ganjing di pasar modal Indonesia, terutama setelah keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengubah bobot saham Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Januari lalu. Luhut menegaskan bahwa reformasi di pasar keuangan sangat penting untuk mengembalikan kredibilitas makroekonomi Indonesia di mata investor global.
Saat ini, DEN tengah mematangkan rancangan usulan kebijakan, termasuk melakukan studi banding terkait model pengelolaan bursa efek di negara-negara ASEAN. Luhut menyatakan bahwa ia ingin mengajukan usulan tersebut kepada Presiden Prabowo.
“Saya malah berpikir, usulan saya mungkin nanti saya akan lapor Bapak Presiden, cari saja anak muda. Kenapa mesti orang-orang terkenal? Cari anak muda yang punya pengalaman, kredibilitas, untuk menjadi [pemimpin] misalnya di OJK, pasar modal, yang tidak bisa diintervensi siapa-siapa,” ujarnya.
Pentingnya Independensi dan Transparansi
Luhut menekankan bahwa sosok muda tersebut harus disetujui oleh restu Prabowo agar memiliki akses pelaporan langsung setiap saat. Menurutnya, ini merupakan prasyarat utama untuk memulihkan reputasi dan tingkat kepercayaan pasar, terutama di hadapan penyedia indeks global seperti MSCI.
Dari sudut pandang kebijakan makroekonomi dan arus modal, Luhut mengacu pada kesuksesan reformasi pasar di India. Ia mencatat, ketika otoritas di India berhasil membangun kredibilitas dan transparansi tata kelola, arus modal asing yang masuk melonjak tajam hingga sembilan kali lipat dibandingkan dana yang keluar.
Purnawirawan jenderal TNI ini yakin bahwa kesuksesan serupa juga bisa direplikasi di Indonesia. Dalam pertemuannya dengan perwakilan MSCI baru-baru ini, Luhut mengungkapkan bahwa investor global sangat tertarik menempatkan dananya di pasar domestik, asalkan pemerintah mampu menjamin independensi dan transparansi bursa.
“Kemarin Morgan Stanley waktu bicara sama saya, mereka juga bilang kalau pemerintah commit [berkomitmen] seperti itu, melakukan independensi lebih bagus, transparansi lebih bagus, itu saya kira juga tidak terlalu sulit buat Indonesia, karena orang ingin di Indonesia ini,” klaimnya.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Anggaran Terbatas, RUU Keuangan Berjalan, Apakah Batas Defisit Diperluas?
- Edukasi Sistem Parkir Wisata Non-Tunai bersama KelolaWisata.com : Solusi Digital untuk Pengelolaan Wisata Modern
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Share this content:
