AA1WkPMx.jpg
DPR Minta Aparat Usut Tuntas Teror yang Diterima Ketua BEM UGM
Anggota Komisi X DPR RI, Hilman Mufidi, mengecam keras tindakan teror yang dialami oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto. Ia meminta aparat hukum untuk mengusut tuntas siapa saja yang menjadi aktor intelektual di balik ancaman dan pengintian terhadap Tiyo.
- dpr minta aparat usut tuntas teror yang diterima ketua bem ugm anggota komisi x dpr ri, hilman mufidi, mengecam keras tindakan teror yang dialami oleh ketua badan eksekutif mahasiswa (bem) universitas gadjah mada (ugm), …
- ia meminta aparat hukum untuk mengusut tuntas siapa saja yang menjadi aktor intelektual di balik ancaman dan pengintian terhadap tiyo.
- diketahui, tiyo menerima ancaman berupa pesan whatsapp dengan nada mengancam setelah ia menyuarakan kasus bunuh diri seorang anak di nusa tenggara timur (ntt).
- menurut hilman, tindakan tersebut merupakan bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat yang dilindungi oleh hukum.
Daftar Isi
Diketahui, Tiyo menerima ancaman berupa pesan WhatsApp dengan nada mengancam setelah ia menyuarakan kasus bunuh diri seorang anak di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut Hilman, tindakan tersebut merupakan bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat yang dilindungi oleh hukum.
“Tindakan teror kepada adinda Tiyo, Ketua BEM UGM tentu sangat tidak sepatutnya dilakukan. Saya sangat menyayangkan aksi itu, itu sama saja dengan praktik pembungkaman,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Hilman menegaskan bahwa suara Tiyo adalah wujud dari kebebasan berpendapat yang harus dihormati. Ia meminta pihak berwajib untuk segera menelusuri siapa pelaku teror tersebut. Menurutnya, meskipun ada banyak dinamika yang terjadi, semua pihak perlu menahan diri dan bersikap bijak dalam menyikapi masalah seperti kasus bunuh diri anak SD di NTT.
Jenis Teror yang Diterima Tiyo
Tiyo pertama kali menerima ancaman pada Senin (9/2/2026). Pesan-pesan bernada ancaman masuk ke akun WhatsApp-nya dari nomor-nomor asing. Beberapa pesan yang diterimanya antara lain:
- “Agen asing”
- “Culik mau?”
- “Jangan cari panggung jadi tongkosong”
- “Cari dosamu entr”
- “Banci”
- “Jangan cari panggung loe ya jual narasi sampah”
Pesan-pesan ini dikirim dari nomor yang sama, namun waktu pengirimannya berbeda-beda. Selain pesan, Tiyo juga dikuntit oleh dua orang tak dikenal dan difoto dari kejauhan. Sayangnya, kedua orang tersebut hilang ketika dikejar.
Surat Ke UNICEF dan Respons yang Mengkhawatirkan
Beberapa hari setelah BEM UGM mengirimkan surat ke Nations Children’s Fund (UNICEF), Tiyo mulai menerima ancaman. Dalam suratnya, Tiyo ingin mengajak dunia untuk ikut menegur pemerintah Indonesia atas penanganan kasus-kasus seperti kasus bunuh diri anak di NTT. Ia menilai bahwa prioritas pemerintah seharusnya lebih fokus pada peningkatan pendidikan dan kesehatan.
Surat tersebut telah dihubungi oleh mantan pegawai UNICEF, yang akan membantu menyampaikan langsung ke Direktur Eksekutif UNICEF, Chaterine Russell. Namun, respons terhadap surat itu justru membuat Tiyo mendapatkan ancaman dan teror.
Kekuatan Tiyo dalam Menghadapi Ancaman
Meski menghadapi ancaman dan pengintian, Tiyo tetap tidak gentar. Ia memegang prinsip bahwa “apa yang tidak membunuhmu akan membuatmu lebih kuat”. Sikap BEM UGM juga tidak berubah, bahkan semakin tangguh.
“Kita punya slogan yang sering diucapkan setiap ketemu di jalan ‘semakin ditekan, semakin melawan’. Jadi justru para peneror harus tahu, semakin meneror kita, itu justru semakin bahaya bagi mereka,” ujarnya.
Tiyo berharap teror yang ia alami adalah yang terakhir. Ia menilai bahwa ancaman yang ia terima adalah alarm bahwa demokrasi Indonesia masih belum stabil. Ia berharap tidak ada lagi peristiwa teror terhadap individu atau lembaga lain. Di dalam negara demokrasi, kebebasan bukan hanya diberikan oleh negara, tetapi juga menjadi hak dasar warga negara.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Anggaran Terbatas, RUU Keuangan Berjalan, Apakah Batas Defisit Diperluas?
- Edukasi Sistem Parkir Wisata Non-Tunai bersama KelolaWisata.com : Solusi Digital untuk Pengelolaan Wisata Modern
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Share this content:
