a {
text-decoration: none;
color: #464feb;
}
tr th, tr td {
border: 1px solid #e6e6e6;
}
tr th {
background-color: #f5f5f5;
}
Pringanom, Masaran β Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program pemanfaatan limbah sekam padi menjadi briket biomassa sebagai sumber energi alternatif untuk mendukung kegiatan peternakan di Desa Pringanom, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Program ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan nilai guna limbah pertanian sekaligus mendukung kebutuhan energi masyarakat desa secara lebih ekonomis dan ramah lingkungan.Pelaksanaan program dilatarbelakangi oleh melimpahnya hasil samping pertanian berupa sekam padi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Sebagian sekam padi hanya ditumpuk atau dibakar begitu saja setelah proses penggilingan padi. Kondisi tersebut tidak hanya menyebabkan limbah pertanian kurang bernilai, tetapi juga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.Di sisi lain, Desa Pringanom memiliki aktivitas peternakan yang cukup berkembang. Berbagai kebutuhan peternakan, seperti pemanasan kandang, pengolahan pakan, dan kegiatan pendukung lainnya masih memerlukan sumber energi yang relatif terjangkau. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN menginisiasi pemanfaatan sekam padi menjadi briket biomassa yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif bagi masyarakat.Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai potensi sekam padi sebagai bahan baku energi terbarukan. Kegiatan ini dilanjutkan dengan demonstrasi proses pembuatan briket biomassa, mulai dari pengumpulan sekam padi, proses karbonisasi, pencampuran bahan perekat, pencetakan, hingga tahap pengeringan. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat memahami tahapan produksi briket secara langsung dan mengenali peluang pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.Briket biomassa yang dihasilkan memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pembakaran sekam secara langsung. Selain lebih mudah digunakan dan disimpan, briket memiliki waktu pembakaran yang lebih lama serta menghasilkan panas yang relatif stabil. Karakteristik tersebut menjadikan briket biomassa berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi pendukung kegiatan peternakan maupun kebutuhan rumah tangga.Program ini juga memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa limbah pertanian tidak selalu menjadi produk sisa yang harus dibuang. Dengan pengolahan yang tepat, sekam padi dapat memiliki nilai ekonomi tambahan dan menjadi salah satu alternatif usaha produktif di tingkat desa. Pengembangan briket biomassa berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi kelompok tani maupun kelompok masyarakat yang ingin mengembangkan usaha berbasis pemanfaatan limbah pertanian.Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN turut menyusun dokumentasi dan panduan sederhana mengenai proses pembuatan briket biomassa agar dapat digunakan sebagai referensi oleh pemerintah desa dan masyarakat setelah program KKN berakhir. Dokumentasi tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kegiatan sehingga proses produksi briket dapat terus dikembangkan secara mandiri.Keberadaan briket biomassa juga diharapkan mampu mendukung upaya pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku energi dapat mengurangi jumlah limbah yang terbuang sekaligus memberikan alternatif penggunaan energi berbasis sumber daya lokal yang tersedia di desa.Meskipun demikian, pengembangan briket biomassa memerlukan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak. Peningkatan keterampilan produksi, ketersediaan peralatan, serta perluasan pemanfaatan produk menjadi faktor penting yang dapat menentukan keberhasilan program dalam jangka panjang. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok tani, kelompok peternak, dan masyarakat menjadi hal yang sangat diperlukan.Program pemanfaatan sekam padi menjadi briket biomassa ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Pringanom. Selain membantu mengurangi limbah pertanian, program ini juga mendorong pemanfaatan energi alternatif yang lebih ekonomis, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sumber daya lokal, serta mendukung kegiatan peternakan yang menjadi salah satu potensi desa.Pada akhirnya, program ini tidak hanya berfokus pada pengolahan sekam padi menjadi bahan bakar, tetapi juga pada upaya mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Dengan meningkatnya pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah pertanian menjadi produk yang bernilai guna, diharapkan Desa Pringanom dapat terus mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan pembangunan desa di masa mendatang.
Disclaimer Penulis
Seluruh isi, data, opini, klaim, gambar, tautan, dan materi dalam artikel ini menjadi tanggung jawab penulis, yaitu yuzril damanik. Pengelola situs tidak selalu memiliki kendali editorial atas materi yang dikirimkan penulis. Status penulis: Belum Terverifikasi.
Bagikan Artikel & Dapat Reward
Share artikel ini ke media sosial. Setiap link/share valid bernilai Rp10.
Catatan: sistem mencatat 1 reward per platform, per artikel, per IP untuk mengurangi spam. Status awal pending dan dapat diverifikasi admin.
Jika Artikel Ini Bermanfaat, Tolong Bagikan & Dukung Tim Penulis
Setiap dukungan membantu kami terus menghadirkan artikel informatif, edukatif, dan bermanfaat untuk pembaca.
Terima kasih sudah mendukung karya penulis independen.
Disclaimer & Kebijakan RedaksiKompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.
Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama βKompasiaβ digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.
Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.
Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke
redaksi@kompasia.com
dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.
Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.