AA1Vpewj.jpg
Peringatan Menteri Pertahanan Arab Saudi terhadap Iran
Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman (KBS), memberikan peringatan penting terkait tindakan yang akan diambil oleh AS terhadap Iran. Dalam sebuah pengarahan tertutup di Washington, KBS menegaskan bahwa jika Presiden AS Donald Trump tidak segera bertindak menghadapi ancaman serangan, Iran akan semakin kuat. Hal ini menjadi perbedaan dengan sikap kerajaan sebelumnya yang lebih hati-hati dan memperingatkan bahaya eskalasi konflik.
- peringatan menteri pertahanan arab saudi terhadap iran menteri pertahanan arab saudi, pangeran khalid bin salman (kbs), memberikan peringatan penting terkait tindakan yang akan diambil oleh as terhadap iran.
- dalam sebuah pengarahan tertutup di washington, kbs menegaskan bahwa jika presiden as donald trump tidak segera bertindak menghadapi ancaman serangan, iran akan semakin kuat.
- hal ini menjadi perbedaan dengan sikap kerajaan sebelumnya yang lebih hati-hati dan memperingatkan bahaya eskalasi konflik.
- pernyataan kbs muncul dalam situasi ketegangan yang meningkat di kawasan teluk.
Daftar Isi
Pernyataan KBS muncul dalam situasi ketegangan yang meningkat di kawasan Teluk. Meskipun AS sedang meningkatkan kekuatan militer di kawasan, Gedung Putih masih menjaga opsi diplomasi sebagai prioritas utama. KBS hadir di Washington saat situasi geopolitik semakin memanas. Ia melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat senior AS, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, untuk membahas kemungkinan serangan terhadap Iran.
Namun, selama pertemuan tersebut, tidak ada kejelasan mengenai strategi atau niat pemerintahan Trump. Dalam pengarahan lain kepada para ahli dan perwakilan organisasi Yahudi, KBS menyampaikan bahwa kegagalan AS untuk bertindak setelah ancaman yang dikeluarkan selama berminggu-minggu dapat memicu keberanian Iran.
Sikap Kerajaan Arab Saudi terhadap Iran
Sementara itu, sikap secara terbuka dari Arab Saudi tetap menekankan penghormatan terhadap kedaulatan Iran dan preferensi pada solusi diplomatik. Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) sebelumnya menegaskan bahwa kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya digunakan untuk aksi militer apa pun terhadap Iran. Pernyataan ini disampaikan dalam percakapan telepon antara MBS dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Pezeshkian juga menyampaikan apresiasi atas dukungan negara-negara Islam terhadap Iran, terutama dalam menghadapi potensi serangan AS. Ia menekankan pentingnya persatuan di antara negara-negara Muslim dan yakin bahwa bersama-sama, mereka dapat membangun kawasan yang aman dan berkembang.
Tindakan AS yang Tidak Jelas
RIA Novosti melaporkan bahwa AS belum memberi tahu tujuan dan rencananya terkait Iran kepada sekutu-sekutunya di kawasan Teluk Persia. Seorang pejabat dari Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengatakan bahwa negara-negara GCC gagal memperoleh kejelasan penuh mengenai penilaian AS terhadap situasi di kawasan. Ia menekankan perlunya menyampaikan sikap negara-negara GCC serta penilaian mereka atas situasi kawasan kepada AS.
Presiden Trump sebelumnya menyebutkan bahwa “armada besar” AS sedang menuju Iran “dengan cepat dan dengan kekuatan besar.” Ia memperingatkan bahwa jika kesepakatan mengenai program nuklir Iran tidak tercapai, setiap serangan AS di masa depan terhadap negara itu akan “jauh lebih buruk” dibandingkan serangan sebelumnya.
Analisis Strategis oleh Pakar Hubungan Internasional
Menurut analisis pakar hubungan internasional Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, Iran memiliki faktor-faktor yang membuatnya sulit untuk diusik atau dihancurkan oleh militer negara mana pun. Ia memprediksi bahwa AS hanya akan melakukan serangan kecil terhadap Iran sebelum 11 Februari, lalu menyatakan diri sebagai pemenang untuk menjaga citra di panggung internasional.
Reza menjelaskan beberapa alasan mengapa Iran sulit dikalahkan. Pertama, Iran merupakan pusat peradaban awal seperti China, India, dan Romawi. Kesadaran historis ini menciptakan semangat besar untuk menjaga marwah bangsa. Kedua, kepemimpinan Iran dihormati dan dicintai karena menunjukkan keteladanan ideologis dan memenuhi kebutuhan dasar rakyat dalam kerangka kemandirian nasional.
Ketiga, Iran memiliki kekuatan militer mandiri dengan teknologi pertahanan yang dikembangkan sendiri. Keempat, jika AS menyerang Iran, blokade Selat Hormuz sangat mungkin dilakukan, yang akan berdampak besar terhadap lalu lintas energi dan perdagangan global.
Kelima, negara-negara Teluk berada dalam tingkat kewaspadaan tinggi terhadap kemungkinan pembalasan Iran. Keenam, negara-negara NATO enggan mendukung serangan langsung terhadap Iran. Terakhir, Iran memiliki kemampuan intelijen yang kuat dalam mendeteksi dan menindak jaringan lawan.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Edukasi Sistem Parkir Wisata Non-Tunai bersama KelolaWisata.com : Solusi Digital untuk Pengelolaan Wisata Modern
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
- Manless Ticket Dispenser Standar Internasional: Spesifikasi Lengkap
Share this content:
