Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
Subscribe
Close

Search

Menata Kota Lebih Mudah, Pangkalpinang Harap RTRW Baru Selesaikan Masalah Perkotaan
Viral

Menata Kota Lebih Mudah, Pangkalpinang Harap RTRW Baru Selesaikan Masalah Perkotaan

By Redaksi Kompasia
Agustus 26, 2025 3 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada Menata Kota Lebih Mudah, Pangkalpinang Harap RTRW Baru Selesaikan Masalah Perkotaan

Kota Pangkalpinang: Kompleksitas dan Visi Jangka Panjang

Sebuah kota tidak hanya terdiri dari gedung-gedung megah. Pembangunan juga tidak boleh diartikan hanya sebagai penambahan bangunan baru. Kota adalah sistem yang sangat kompleks, yang melibatkan berbagai aspek seperti manusia, ekonomi, budaya, dan lingkungan hidup. Pandangan ini disampaikan oleh tokoh masyarakat Bangka Belitung, Prof Bustami Rahman, saat membahas perkembangan Kota Pangkalpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pangkalpinang akan memasuki usia 268 tahun pada 17 September 2025 mendatang. Menurut Bustami, kota memiliki sifat yang jauh lebih kompleks dibanding kabupaten. Di dalamnya bercampur orang-orang dari berbagai latar belakang, budaya, dan ekonomi. Hal ini membuat proses penataan kota menjadi lebih sulit.

Urbanisasi dan Sistem Kota

Menurut Bustami, kota lahir dari proses urbanisasi. Ada dua bentuk urbanisasi, yaitu sebagai proses sistem dan sebagai proses alami. Kota berkembang dengan sendirinya, membentuk pola hidup yang berbeda dari desa. Kota tidak pernah diam, karena pertumbuhan penduduk, kegiatan ekonomi, dan perputaran barang dan jasa semuanya bertemu di sana.

Bustami menekankan bahwa kota bukan hanya sekadar tampilan fisik, tetapi juga sistem yang dinamis. Jika hanya fokus pada hal teknis, arah pembangunan bisa salah. Oleh karena itu, ia menilai Pangkalpinang membutuhkan visi jangka panjang, bukan hanya rencana 1–2 tahun, tetapi juga gambaran 20 hingga 50 tahun ke depan.

Menata Lebih Penting dari Membangun

Bustami menyatakan bahwa pembangunan kota tidak hanya tentang menambah bangunan baru. Yang lebih penting adalah menata. Konsepnya adalah 60 persen menata dan 40 persen membangun. Kabupaten sering terbalik, karena lebih banyak membangun daripada menata. Namun, kota tidak bisa begitu, karena kompleksitasnya.

Ia memberi contoh sederhana, seperti membuat rumah untuk keluarga kecil versus membangun hotel dengan ratusan penghuni. Kota ibarat hotel yang memiliki banyak penghuni dengan berbagai kebutuhan. Sistem harus dikelola agar semua berjalan baik.

Kota yang Beradab

Lebih lanjut, Bustami menjelaskan bahwa kota bukan hanya tentang fisik, tetapi juga sistem sosial. Kota yang baik adalah kota yang beradab, yaitu yang mampu menyeimbangkan kebutuhan warganya. Kota yang beradab memperhatikan sistem sosial, ekonomi, dan penduduk, sehingga semua aspek berjalan dengan baik.

Bustami juga menekankan pentingnya melibatkan masyarakat dalam perencanaan kota. Warga bukan hanya penonton, tetapi bagian dari sistem. Suara mereka harus didengar, bukan hanya hitung-hitungan teknis di atas kertas.

Perencanaan dan RTRW

Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi (BAPPERIDA) Kota Pangkalpinang mengakui tantangan besar dalam membangun ibu kota. Kepala Bapperida, Yan Rizana, menyebut kunci dari semua permasalahan, mulai dari banjir, penataan UMKM, hingga isu sosial ekonomi lainnya, sangat bergantung pada pengesahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) terbaru.

Dokumen ini disebut sebagai pedoman besar yang harus menjadi acuan pembangunan di kota yang sekaligus menjadi pusat pemerintahan provinsi. Setelah RTRW disahkan, Bapperida akan turunkan ke dalam bentuk Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai acuan teknis yang lebih spesifik.

Rencana Jangka Panjang

Yan menjelaskan bahwa Bapperida memiliki kerangka perencanaan pembangunan yang berlapis, termasuk rencana jangka panjang 20 tahun, rencana jangka menengah 5 tahun, hingga rencana kerja tahunan (RKPD). Semua dokumen ini disusun untuk menjawab kebutuhan masyarakat, bukan hanya formalitas.

Setiap rencana harus berpedoman pada RTRW dan sesuai dengan visi-misi kepala daerah. Pembangunan tidak boleh asal membangun, tetapi harus ada arah yang jelas.

Fokus pada UMKM

Salah satu sektor yang menjadi fokus Bapperida adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurut Yan, UMKM terbukti sebagai sektor paling tangguh dalam menopang perekonomian Kota Pangkalpinang. Sektor ini dinilai lebih stabil dan berdaya tahan dibanding sektor pertambangan.

Yan menegaskan bahwa UMKM tidak akan dimatikan, justru ingin dihidupkan dan ditata agar lebih baik. Misalnya, jika ada yang berjualan di trotoar, nanti akan digeser agar tidak mengganggu jalan atau ketertiban umum.

Masalah Banjir yang Kompleks

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Bapperida, Aprizal, menyoroti permasalahan banjir yang masih menjadi keluhan utama masyarakat. Menurutnya, banjir adalah masalah kompleks yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

Aprizal menjelaskan bahwa penyelesaian banjir membutuhkan dana besar dan waktu panjang. Selain faktor teknis seperti gorong-gorong atau saluran air, banjir juga erat kaitannya dengan perilaku masyarakat. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan lingkungan, dan memilah sampah harus terus ditumbuhkan.

Bapperida juga berupaya melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses perencanaan pembangunan. Melalui sosialisasi, warga bisa mengetahui prioritas pembangunan serta ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan dan menata kota.

446SHARES1.8kVIEWS

Bagikan Artikel & Dapat Reward

Share artikel ini ke media sosial. Setiap link/share valid bernilai Rp10.

WhatsAppFacebookXTelegram
Catatan: sistem mencatat 1 reward per platform, per artikel, per IP untuk mengurangi spam. Status awal pending dan dapat diverifikasi admin.

Baca Artikel Selanjutnya:

Jadwal Kapal PELNI KM Sirimau September 2025: Rute, Syarat, dan Harga Tiket →

🔥 Postingan Populer

  • 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
  • Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
  • Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
  • Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
  • Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
🔗 Cari alat parkir

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

Viral bangunan berita Berita lokal budaya perencanaan perkotaan dan regional

Jika Artikel Ini Bermanfaat, Tolong Bagikan & Dukung Tim Penulis

Setiap dukungan membantu kami terus menghadirkan artikel informatif, edukatif, dan bermanfaat untuk pembaca.

💚 Donasi via Sociabuzz 📲 Bagikan WA f Facebook 𝕏 Share

Terima kasih sudah mendukung karya penulis independen.

KOMPASIA.COM

Kirim Berita dan Press Release Anda

Kirim berita, press release, artikel promosi, opini, kegiatan perusahaan, komunitas, atau informasi publik lainnya kepada Redaksi Kompasia.

✉ Kirim ke Redaksi ❤ Dukung dengan Donasi
Email Redaksi: redaksikompasia@gmail.com
Materi yang dikirim akan melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan redaksi sebelum diterbitkan.

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen memenuhi standar Dewan Pers untuk menyajikan informasi yang akurat, tajam, dan berimbang.

Tags:

bangunanberitaBerita lokalbudayaperencanaan perkotaan dan regional
Author

Redaksi Kompasia

Follow Me
Other Articles
Purnawan Tak Pernah Jual Cewek, Kelian Adat Banjar Mukus Bali Minta Warga Dibebaskan
Previous

Purnawan Tak Pernah Jual Cewek, Kelian Adat Banjar Mukus Bali Minta Warga Dibebaskan

Jadwal Kapal PELNI KM Sirimau September 2025: Rute, Syarat, dan Harga Tiket
Next

Jadwal Kapal PELNI KM Sirimau September 2025: Rute, Syarat, dan Harga Tiket

Seedbacklink

Berita Populer

1Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Kesehatan28 Jul 2026
2Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

hukum27 Jul 2026
3Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Berita Utama25 Jul 2026
4REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Berita Utama25 Jul 2026
5Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Berita Nasional23 Jul 2026

agama angkutan Asia Astrolog berinvestasi berita Berita lokal bisnis budaya ekonomi hiburan Horoskop Hukum Pidana Indonesia infrastruktur insiden kasus kriminal Kebijakan Publik kejahatan kekayaan klub sepak bola kontroversi Laporan Polisi masalah sosial masyarakat media berita militer olahraga palang parkir pemerintah pendidikan peradilan pidana perbintangan perdagangan Polisi dan Penegakan Hukum politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan sejarah sepak bola teknologi tranding uang undang undang Undang viral

Populer

images (3)
TRI MATRA
OABh0Gb9JJdvaAF4AdqN6wExVwSX0kuIVak1kmxe
Trbratanews

Recent Posts

  • Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause
  • Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi
  • Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS
  • REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air
  • Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Recent Comments

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Mei 2025
  • April 2025

Categories

  • advertorial
  • agama
  • Analisis
  • bali
  • Berita Internasional
  • Berita Nasional
  • Berita Utama
  • Bisnis
  • Bisnis dan Teknologi
  • Ekonomi
  • hukum
  • Investasi
  • Jawa Barat
  • Kalimantan
  • karimun
  • Keamanan dan Kenyamanan Perumahan
  • Kepulauan Riau
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Kriminal
  • Layanan Parkir
  • Medan
  • Nasional
  • news
  • Olahraga
  • Opini
  • parkir
  • pendidikan
  • Politik
  • Profil Tokoh
  • Review
  • Riau
  • Sosial
  • Sport
  • Sumatera Barat
  • Teknologi
  • Teknologi dan Inovasi
  • Teknologi Parkir
  • Tokoh
  • tranding
  • Tutorial
  • UMKM
  • Viral
  • wisata

Kirim Opini,berita anda

email: redaksikompasia@gmail.com

Seedbacklink
☕ Traktir Kopi

Dukung kami dengan traktir kopi agar kami bisa terus berkarya.

☕ Traktir Sekarang

Copyright 2026 — KPA News. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme