Sabtu, 15 Agustus 2026Indonesia
Kompasia
news

Produsen Es Gabus Negasi Tuduhan, Babinsa Dihukum Berat

Oleh Pimpinan Redaksi · Januari 31, 2026 · 3 menit baca Penulis Terverifikasi
AA1VncBM.jpg

Produsen Es Gabus Bantah Tuduhan Penggunaan Spons

Produsen es gabus yang memasok dagangan kepada pedagang Suderajat (49) memberikan pernyataan resmi terkait dugaan penggunaan bahan berbahaya dalam produk mereka. Narsumi, produsen es gabus rumahan yang telah bertahun-tahun memasok ke sejumlah pedagang di Jakarta, menegaskan bahwa tuduhan penggunaan spons tidak benar.

Narsumi menyebut bahwa isu tersebut tidak masuk akal dan bahkan secara logika ekonomi tidak bisa dipertahankan. Ia menjelaskan bahwa bahan baku yang digunakan dalam pembuatan es gabus terdiri dari bahan pangan sederhana seperti sagu aren, gula pasir, vanili, garam, pasta pisang ambon, dan pewarna makanan. Tidak ada unsur bahan berbahaya sebagaimana yang dituduhkan.

Proses Pembuatan Es Gabus yang Melelahkan

Narsumi mengungkapkan bahwa proses pembuatan es gabus bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan ketelatenan tinggi dan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan satu batch produksi. Mulai dari pengadukan adonan, perebusan, pencetakan, pembekuan, hingga pengemasan, semua tahapan ini memakan waktu berjam-jam.

“Capeknya luar biasa, bahkan lebih capek dari ngurus bayi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa meskipun prosesnya melelahkan, keuntungan yang diperoleh tidak terlalu besar. “Tapi keuntungan itu tidak seberapa, cuma untuk bantu orang yang belum punya kerja.”

Narsumi menjelaskan bahwa satu kali produksi, ia membuat es gabus untuk dijual ke sekitar lima pedagang termasuk Suderajat. Menurutnya, Suderajat telah membeli es gabus buatannya selama belasan tahun. Bahkan, ketika anak-anaknya masih kecil, Suderajat sudah menjadi pelanggan setia.

Harga Murah dan Bahan Sederhana

Harga jual es gabus yang dibeli oleh Suderajat hanya Rp 500 per buah. Harga ini disesuaikan dengan modal yang dikeluarkan Narsumi dalam memproduksi es gabus. Ia menyebutkan bahwa seluruh bahan yang digunakan sederhana, namun proses memasaknya membutuhkan ketelitian.

“Pembuatannya dari sagu aren, vanili, gula pasir, garam, pasta pisang ambon, dan pewarna makanan. Sudah, kayak gitu saja,” jelas Narsumi. Ia juga menegaskan bahwa waktu memasak tidak bisa ditentukan, karena harus dilakukan dengan telaten.

Pabrik Rumahan Sederhana

Produksi es gabus dilakukan di sebuah rumah kontrakan sederhana bercat biru tua. Di bagian teras terlihat peralatan produksi seperti baskom cetakan es warna-warni, keranjang plastik, serta boks pendingin kosong yang biasa digunakan untuk distribusi. Tidak ada aktivitas mencurigakan maupun penggunaan bahan aneh sebagaimana isu yang sempat viral di media sosial.

Oknum Babinsa Ditahan dan Dihukum Berat

Komando Distrik Militer (Kodim) 0501/Jakarta Pusat resmi menjatuhkan hukuman berat kepada Serda Heri, oknum Babinsa yang sebelumnya menuduh Suderajat menggunakan bahan berbahaya dan diduga melakukan kekerasan fisik. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan bahwa Serda Heri telah menjalani sidang disiplin militer dan dijatuhi hukuman penahanan maksimal 21 hari, disertai sanksi administratif.

“Hukuman ini merupakan bentuk tanggung jawab institusi agar setiap prajurit menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan sesuai etika keprajuritan,” ujar Donny. Ia menegaskan bahwa proses penegakan disiplin dilakukan secara transparan dan objektif, sekaligus menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Permintaan Maaf kepada Korban

TNI dan Polri juga telah menemui Suderajat di kediamannya di Bojonggede, Kabupaten Bogor. Dalam pertemuan tersebut, Serda Heri dan Bhabinkamtibmas setempat menyampaikan permintaan maaf secara langsung atas perlakuan yang dialami Suderajat. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pendekatan yang humanis dan berbasis fakta dalam penanganan persoalan di masyarakat, agar pedagang kecil tidak lagi menjadi korban stigma dan tindakan sewenang-wenang.

487SHARES1.8kVIEWS

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

KOMPASIA.COM

Kirim Berita dan Press Release Anda

Kirim berita, press release, artikel promosi, opini, kegiatan perusahaan, komunitas, atau informasi publik lainnya kepada Redaksi Kompasia.

Materi yang dikirim akan melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan redaksi sebelum diterbitkan.

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen memenuhi standar Dewan Pers untuk menyajikan informasi yang akurat, tajam, dan berimbang.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia