Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
Subscribe
Close

Search

AA21KeoS.jpg
news

Respons DKJ terkait alasan muat tulisan penasihat Little Aresha, Esha Tegar Putra: Tidak tepat dan salah paham

By Redaksi Kompasia
Mei 3, 2026 4 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada Respons DKJ terkait alasan muat tulisan penasihat Little Aresha, Esha Tegar Putra: Tidak tepat dan salah paham

Kritik terhadap Pemutakhiran Tulisan yang Terkait Kasus Daycare Little Aresha

Seorang penulis dan pemerhati sastra, Esha Tegar Putra, menyampaikan kritik terhadap keputusan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan redaksi Tengara.id dalam memuat esai karya Cahyaningrum Dewojati. Ia menilai bahwa penjelasan yang diberikan oleh lembaga tersebut tidak sepenuhnya dapat diterima dan justru dianggap tidak sensitif terhadap situasi yang sedang berkembang.

Esha mengungkapkan bahwa dirinya tidak terlibat langsung dalam struktur DKJ saat ini, meskipun pernah menjadi periset di Komisi Arsip dan Koleksi DKJ pada 2019 hingga 2022. Meski demikian, ia mengaku cukup memahami cara kerja lembaga tersebut. Menurutnya, ada beberapa poin dalam maklumat yang dikeluarkan DKJ dan Tengara.id yang tidak dapat diterima secara sepenuhnya.

Ia menjelaskan bahwa kritik tersebut sudah disampaikan melalui surat tertutup kepada pihak terkait sebelum akhirnya dipublikasikan. Surat itu dikirim setelah mengetahui rencana penayangan esai pada 30 April 2026. Esha merasa terkejut ketika mengetahui tulisan tersebut tetap dimuat di tengah mencuatnya kasus daycare Little Aresha. Sebagai orang tua yang juga menitipkan anak di daycare, ia merasa memiliki kedekatan emosional dengan isu tersebut.

“Saya sebagai pembaca Tengara dan juga orang tua, sangat memperhatikan kasus daycare ini. Jadi saya kaget, kok DKJ menurunkan tulisan itu,” katanya.

Menurut Esha, DKJ sebenarnya memiliki waktu untuk mempertimbangkan ulang keputusan publikasi, mengingat kasus sudah lebih dulu mencuat sebelum tanggal tayang. “DKJ punya waktu untuk berpikir ulang. Kejadian itu tanggal 24 (April 2026) sementara tulisan naik tanggal 30 (April 2026). Itu bisa dihindari supaya tidak menimbulkan polemik,” ujarnya.

Esha juga menyoroti alasan DKJ yang merujuk pada sikap netral institusi seperti UGM maupun penerbit jurnal yang tidak menarik karya penulis. Ia menilai logika tersebut keliru dan tidak sensitif terhadap situasi. “Menurutku itu logika yang salah dan tidak manusiawi ketika dihadirkan ke publik,” tambahnya.

Selain itu, ia mengkritik alasan bahwa esai tersebut merupakan “pengetahuan publik” yang layak diakses. Baginya, argumen tersebut tidak relevan dalam konteks kasus yang sedang berlangsung. “Gimana pengetahuan publik? Aku saja enggak bakal baca tulisan itu. Baca namanya saja aku sudah berhenti,” ucapnya.

Lebih jauh, Esha menilai pernyataan resmi DKJ justru memperkeruh situasi. Ia berpendapat, langkah yang lebih tepat adalah cukup menurunkan tulisan dan menyampaikan permintaan maaf kepada publik. “Menurutku, tidak ada salahnya DKJ atau Tengara meminta maaf atas kekeliruan. Itu sudah cukup mengobati banyak orang,” katanya.

Ia juga menilai maklumat yang menjelaskan alasan pemuatan dan kemungkinan penayangan ulang di masa depan tidak tepat disampaikan di tengah situasi sensitif. “Statement yang menjelaskan kenapa tulisan dimuat dan diturunkan itu salah kaprah semua menurutku. Tidak mengedepankan rasa kemanusiaan,” tegasnya.

Esha menambahkan, dampak kasus daycare tidak hanya dirasakan korban langsung, tetapi juga orang tua lain yang memiliki anak di tempat penitipan. Karena itu, ia menilai penting bagi lembaga publik untuk lebih sensitif. “Dampak psikologis itu dirasakan banyak orang tua. Jadi menurutku ini tidak sederhana, dan seharusnya lebih mengedepankan empati,” pungkasnya.

Penjelasan Resmi DKJ dan Redaksi Tengara.id

Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) bersama redaksi Tengara.id membeberkan alasan sempat tetap menayangkan esai karya dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Cahyaningrum Dewojati, meski yang bersangkutan dikaitkan dengan kasus Yayasan Little Aresha Yogyakarta. Daycare Little Aresha Jogja diketahui saat ini tengah mendapat berbagai kecaman lantaran diduga melakukan kekerasan terhadap anak-anak yang dititip di daycare tersebut.

Dalam keterangan resminya, redaksi menjelaskan bahwa esai berjudul “Merayakan Fiksi Populer Indonesia” yang ditulis Cahyaningrum tayang pada 30 April 2026 berdasarkan kesepakatan awal antara penulis dan redaksi yang telah dilakukan jauh sebelum kasus tersebut mencuat ke publik. Redaksi mengungkapkan, pada Februari 2026 mereka mengundang lima akademisi dan kritikus untuk mengisi Edisi 12 Tengara.id dengan tema “Sastra Pop Indonesia”. Proses kontrak, penulisan, hingga penyuntingan telah berjalan sesuai jadwal hingga mendekati waktu publikasi.

Namun, beberapa hari sebelum edisi tersebut dirilis, redaksi menerima informasi terkait kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, di mana Cahyaningrum Dewojati diketahui tercatat sebagai penasihat yayasan tersebut. “Tanpa mengabaikan keprihatinan kami terhadap para korban dan dengan tetap mendukung para keluarga yang sedang memperjuangkan keadilan, redaksi memutuskan: esai tetap ditayangkan,” tulis keterangan resmi tersebut.

Keputusan itu diambil dengan sejumlah pertimbangan. Pertama, kontrak kerja sama telah dilakukan sebelum kasus mencuat. Kedua, penulis telah memenuhi kewajibannya sesuai kesepakatan, sementara redaksi juga telah menyelesaikan proses penyuntingan. Ketiga, redaksi merujuk pada sikap institusi tempat penulis bernaung, yakni UGM, yang dinilai mengambil posisi netral dan objektif sembari menunggu perkembangan kasus. Selain itu, karya-karya akademik penulis di berbagai penerbit dan jurnal juga tidak ditarik.

Keempat, saat itu status hukum yang bersangkutan masih dalam proses, sehingga redaksi memilih menunggu kepastian hukum sambil tetap menjalankan publikasi. Kelima, isi esai dinilai sebagai “barang publik” atau public goods yang manfaatnya layak diakses masyarakat luas.

Meski demikian, sehari setelah Edisi 12 ditayangkan pada 1 Mei 2026, redaksi dan penulis melakukan komunikasi lanjutan dan sepakat untuk menurunkan tulisan tersebut dari laman Tengara.id. “Sehari setelah Edisi 12 ditayangkan (1 Mei 2026), penulis dengan redaksi melakukan komunikasi lanjutan dan pada akhirnya bersepakat untuk menurunkan esai ‘Merayakan Fiksi Populer Indonesia’ dari laman tengara.id,” tulis pernyataan itu.

Kedua belah pihak juga sepakat melakukan perubahan kontrak terkait penayangan karya tersebut. Redaksi menegaskan, apabila di kemudian hari Cahyaningrum Dewojati dinyatakan tidak bersalah secara hukum, maka esai tersebut berpeluang ditayangkan kembali dengan persetujuan penulis. “Apabila nanti Saudari Cahyaningrum Dewojati secara hukum dinyatakan tidak bersalah, redaksi akan menayangkan ulang esai tersebut, tentu juga berdasarkan persetujuan penulisnya,” demikian pernyataan redaksi Tengara.id dan Komite Sastra DKJ.

749SHARES8.4kVIEWS

Bagikan Artikel & Dapat Reward

Share artikel ini ke media sosial. Setiap link/share valid bernilai Rp10.

WhatsAppFacebookXTelegram
Catatan: sistem mencatat 1 reward per platform, per artikel, per IP untuk mengurangi spam. Status awal pending dan dapat diverifikasi admin.

Baca Artikel Selanjutnya:

Fakta ART Terungkap, Dugaan Kekerasan oleh Mantan Istri Andre Taulany Bikin Laporan Balik →

🔥 Postingan Populer

  • 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
  • Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
  • Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
  • Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
  • Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
🔗 Cari alat parkir

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

news berita kejahatan kontroversi media berita politik

Jika Artikel Ini Bermanfaat, Tolong Bagikan & Dukung Tim Penulis

Setiap dukungan membantu kami terus menghadirkan artikel informatif, edukatif, dan bermanfaat untuk pembaca.

💚 Donasi via Sociabuzz 📲 Bagikan WA f Facebook 𝕏 Share

Terima kasih sudah mendukung karya penulis independen.

KOMPASIA.COM

Kirim Berita dan Press Release Anda

Kirim berita, press release, artikel promosi, opini, kegiatan perusahaan, komunitas, atau informasi publik lainnya kepada Redaksi Kompasia.

✉ Kirim ke Redaksi ❤ Dukung dengan Donasi
Email Redaksi: redaksikompasia@gmail.com
Materi yang dikirim akan melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan redaksi sebelum diterbitkan.

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen memenuhi standar Dewan Pers untuk menyajikan informasi yang akurat, tajam, dan berimbang.

Tags:

beritakejahatankontroversimedia beritapolitik
Author

Redaksi Kompasia

Follow Me
Other Articles
penampakan mertua yang membunuh menantunya yang tengah hamil 7 bulan 169.jpeg
Previous

Mantan Menantu Rampok dan Bunuh Nenek Dumaris, Motif Dipicu Rasa Benci

AA22j1o4.jpg
Next

Fakta ART Terungkap, Dugaan Kekerasan oleh Mantan Istri Andre Taulany Bikin Laporan Balik

Seedbacklink

Berita Populer

1MSM

Palang Parkir Otomatis , Solusi Digitalisasi Parkir Non Tunai Berbasis RFID

Berita Nasional01 Agu 2026
2Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Kesehatan28 Jul 2026
3Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

hukum27 Jul 2026
4Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Berita Utama25 Jul 2026
5REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Berita Utama25 Jul 2026

agama angkutan Asia Astrolog berinvestasi berita Berita lokal bisnis budaya ekonomi hiburan Horoskop Hukum Pidana Indonesia infrastruktur insiden kasus kriminal Kebijakan Publik kejahatan kekayaan klub sepak bola kontroversi Laporan Polisi masalah sosial masyarakat media berita militer olahraga palang parkir pemerintah pendidikan peradilan pidana perbintangan perdagangan Polisi dan Penegakan Hukum politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan sejarah sepak bola teknologi tranding uang undang undang Undang viral

Populer

images (3)
TRI MATRA
OABh0Gb9JJdvaAF4AdqN6wExVwSX0kuIVak1kmxe
Trbratanews

Recent Posts

  • Palang Parkir Otomatis , Solusi Digitalisasi Parkir Non Tunai Berbasis RFID
  • Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause
  • Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi
  • Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS
  • REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Recent Comments

Archives

  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Mei 2025
  • April 2025

Categories

  • advertorial
  • agama
  • Analisis
  • bali
  • Berita Internasional
  • Berita Nasional
  • Berita Utama
  • Bisnis
  • Bisnis dan Teknologi
  • Ekonomi
  • hukum
  • Investasi
  • Investigasi
  • Jawa Barat
  • Kalimantan
  • karimun
  • Keamanan dan Kenyamanan Perumahan
  • Kepulauan Riau
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Kriminal
  • Layanan Parkir
  • Medan
  • Nasional
  • news
  • Olahraga
  • Opini
  • parkir
  • pendidikan
  • Politik
  • Profil Tokoh
  • Review
  • Riau
  • Sosial
  • Sport
  • Sumatera Barat
  • Teknologi
  • Teknologi dan Inovasi
  • Teknologi Parkir
  • Tokoh
  • tranding
  • Tutorial
  • UMKM
  • Viral
  • wisata

Kirim Opini,berita anda

email: redaksikompasia@gmail.com

Seedbacklink
☕ Traktir Kopi

Dukung kami dengan traktir kopi agar kami bisa terus berkarya.

☕ Traktir Sekarang

Copyright 2026 — KPA News. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme