Sabtu, 12 September 2026Indonesia
Kompasia
Berita Utama

Strategi Hotel Kota Batu Tingkatkan Okupansi Libur Sekolah dengan Paket Wisata Bersama

Oleh Pimpinan Redaksi Β· Juni 21, 2026 Β· 3 menit baca Penulis Terverifikasi
βœ“ Penulis Verified
Ringkasan Berita:
  • Perbedaan Ciri Wisatawan Saat Liburan: PHRI Kota Batu mencatat adanya perbedaan yang signifikan antara ciri-ciri wisatawan pada masa libur sekolah dibandingkan dengan libur Lebaran atau Natal dan Tahun Baru (Nataru).
  • Tantangan Liburan Panjang: Lama liburan sekolah yang mencapai sekitar 20 hari menyebabkan penyebaran pergerakan wisatawan. Akibatnya, pelaku bisnis hotel kesulitan memperkirakan kapan masa puncak kunjungan (peak season) terjadi.

Liputan Jurnalis kelolawisata.com |, Dya Ayu

kelolawisata.com |,Β BATU –Pelaku bisnis pariwisata di Kota Batu diharapkan lebih peka dalam mengenali perubahan arah pasar.

Asosiasi Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu menganggap sifat serta kebiasaan para pengunjung selama liburan sekolah pertengahan tahun ini sangat berbeda dibandingkan dengan masa libur Lebaran maupun Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Jangka waktu liburan sekolah yang cukup lama menyebabkan perpindahan wisatawan menjadi lebih merata, sehingga mengharuskan pelaku industri hotel berpikir kreatif untuk mempertahankan tingkat okupansi kamar tetap stabil.

Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, menyampaikan bahwa masa liburan sekolah yang berlangsung sekitar 20 hari menimbulkan tantangan khusus. Pengelola akomodasi mengakui kesulitan dalam memprediksi kapan grafik kunjungan akan mencapai puncaknya.

Libur sekolah berlangsung sekitar 20 hari, sehingga kami kesulitan memperkirakan kapan titik tertinggi kunjungannya. Kondisi ini menyebabkan pihak hotel tidak mampu menetapkan harga terlalu mahal di awal, dan tingkat okupansi juga belum tentu bisa mencapai rekor yang terjadi saat Lebaran atau Nataru,” jelas Sujud Hariadi saat memberikan pernyataan, Minggu (21/6/2026).

Dorong Penerapan Harga yang Sesuai dengan Pasar

Menghadapi kondisi pasar yang tidak menentu, PHRI Kota Batu mengajak seluruh manajemen hotel di kawasan tersebut untuk menghentikan sistem harga tetap. Pelaku bisnis diharapkan menerapkan strategi penyesuaian tarif yang lebih fleksibel, di mana harga kamar ditentukan secara dinamis berdasarkan perubahan permintaan dan pasokan harian.

Langkah strategis ini dianggap penting agar harga penginapan di Kota Batu tetap bersaing di mata para wisatawan keluarga yang cenderung lebih peka terhadap pengeluaran selama liburan panjang.

“Pastinya kami harus sangat waspada dalam menentukan formula harga kamar dari hari ke hari pada momen seperti ini. Tujuan utamanya adalah bagaimana harga yang ditawarkan tetap bersaing dan menarik minat pasar,” tambahnya.

Naikkan Tingkat Okupansi Dengan Paket Bundling Taman Rekreasi

Tidak hanya mengandalkan fleksibilitas harga kamar, PHRI Kota Batu juga menghadirkan strategi penguatan melalui kolaborasi yang terintegrasi antarsektor. Saat ini, PHRI sedang membangun kemitraan yang kuat antara jaringan perhotelan dengan pengelola destinasi wisata ikonik atau taman rekreasi di Kota Batu.

Dengan kolaborasi ini, para pengunjung akan diberikan pilihan paket bundling yang menarik, yaitu memesan kamar penginapan sekaligus memperoleh tiket masuk ke destinasi wisata dengan harga gabungan yang jauh lebih murah.

“Konsep yang saat ini kita usung adalah paket bundling antara kamar hotel dan tiket wisata. Dengan integrasi ini, harga total yang diterima oleh para pengunjung akan terasa jauh lebih terjangkau,” kata pria yang juga ramah dalam menyambut awak media ini.

Pihak asosiasi memiliki harapan besar bahwa strategi harga dinamis dan paket kolaboratif ini mampu menjadi dorongan bagi para orang tua untuk memilih Kota Batu sebagai tujuan utama dalam menghabiskan liburan anak-anak mereka. Dengan demikian, tingkat okupansi hotel diharapkan meningkat secara bertahap sambil menjaga kelancaran roda perekonomian sektor pariwisata di Kota Batu tetap stabil pada pertengahan tahun 2026 ini.

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama β€œKompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

πŸ’¬ Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

β˜• Traktir Kopi

Pimpinan Redaksi telah mempublikasikan 1,480 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia