Strategi Hotel Kota Batu Tingkatkan Okupansi Libur Sekolah dengan Paket Wisata Bersama

Ringkasan Berita: Perbedaan Ciri Wisatawan Saat Liburan: PHRI Kota Batu mencatat adanya perbedaan yang signifikan antara ciri-ciri wisatawan pada masa…
1 Min Read 0 1
Ringkasan Berita:
  • Perbedaan Ciri Wisatawan Saat Liburan: PHRI Kota Batu mencatat adanya perbedaan yang signifikan antara ciri-ciri wisatawan pada masa libur sekolah dibandingkan dengan libur Lebaran atau Natal dan Tahun Baru (Nataru).
  • Tantangan Liburan Panjang: Lama liburan sekolah yang mencapai sekitar 20 hari menyebabkan penyebaran pergerakan wisatawan. Akibatnya, pelaku bisnis hotel kesulitan memperkirakan kapan masa puncak kunjungan (peak season) terjadi.

Liputan Jurnalis kelolawisata.com |, Dya Ayu

kelolawisata.com |,Β BATU –Pelaku bisnis pariwisata di Kota Batu diharapkan lebih peka dalam mengenali perubahan arah pasar.

Asosiasi Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu menganggap sifat serta kebiasaan para pengunjung selama liburan sekolah pertengahan tahun ini sangat berbeda dibandingkan dengan masa libur Lebaran maupun Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Jangka waktu liburan sekolah yang cukup lama menyebabkan perpindahan wisatawan menjadi lebih merata, sehingga mengharuskan pelaku industri hotel berpikir kreatif untuk mempertahankan tingkat okupansi kamar tetap stabil.

Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, menyampaikan bahwa masa liburan sekolah yang berlangsung sekitar 20 hari menimbulkan tantangan khusus. Pengelola akomodasi mengakui kesulitan dalam memprediksi kapan grafik kunjungan akan mencapai puncaknya.

Libur sekolah berlangsung sekitar 20 hari, sehingga kami kesulitan memperkirakan kapan titik tertinggi kunjungannya. Kondisi ini menyebabkan pihak hotel tidak mampu menetapkan harga terlalu mahal di awal, dan tingkat okupansi juga belum tentu bisa mencapai rekor yang terjadi saat Lebaran atau Nataru,” jelas Sujud Hariadi saat memberikan pernyataan, Minggu (21/6/2026).

Dorong Penerapan Harga yang Sesuai dengan Pasar

Menghadapi kondisi pasar yang tidak menentu, PHRI Kota Batu mengajak seluruh manajemen hotel di kawasan tersebut untuk menghentikan sistem harga tetap. Pelaku bisnis diharapkan menerapkan strategi penyesuaian tarif yang lebih fleksibel, di mana harga kamar ditentukan secara dinamis berdasarkan perubahan permintaan dan pasokan harian.

Langkah strategis ini dianggap penting agar harga penginapan di Kota Batu tetap bersaing di mata para wisatawan keluarga yang cenderung lebih peka terhadap pengeluaran selama liburan panjang.

“Pastinya kami harus sangat waspada dalam menentukan formula harga kamar dari hari ke hari pada momen seperti ini. Tujuan utamanya adalah bagaimana harga yang ditawarkan tetap bersaing dan menarik minat pasar,” tambahnya.

Naikkan Tingkat Okupansi Dengan Paket Bundling Taman Rekreasi

Tidak hanya mengandalkan fleksibilitas harga kamar, PHRI Kota Batu juga menghadirkan strategi penguatan melalui kolaborasi yang terintegrasi antarsektor. Saat ini, PHRI sedang membangun kemitraan yang kuat antara jaringan perhotelan dengan pengelola destinasi wisata ikonik atau taman rekreasi di Kota Batu.

Dengan kolaborasi ini, para pengunjung akan diberikan pilihan paket bundling yang menarik, yaitu memesan kamar penginapan sekaligus memperoleh tiket masuk ke destinasi wisata dengan harga gabungan yang jauh lebih murah.

“Konsep yang saat ini kita usung adalah paket bundling antara kamar hotel dan tiket wisata. Dengan integrasi ini, harga total yang diterima oleh para pengunjung akan terasa jauh lebih terjangkau,” kata pria yang juga ramah dalam menyambut awak media ini.

Pihak asosiasi memiliki harapan besar bahwa strategi harga dinamis dan paket kolaboratif ini mampu menjadi dorongan bagi para orang tua untuk memilih Kota Batu sebagai tujuan utama dalam menghabiskan liburan anak-anak mereka. Dengan demikian, tingkat okupansi hotel diharapkan meningkat secara bertahap sambil menjaga kelancaran roda perekonomian sektor pariwisata di Kota Batu tetap stabil pada pertengahan tahun 2026 ini.

752SHARES3.8kVIEWS

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

Redaksi Kompasia