Sabtu, 12 September 2026Indonesia
Kompasia
Berita Utama

Surabaya Uji Coba Palang Parkir Otomatis: Menuju Era Digitalisasi Sistem Parkir Kota

Oleh reni hartuti · Juli 22, 2025 · 2 menit baca Penulis Terverifikasi
✓ Penulis Verified

Surabaya, 22 Juli 2025 — Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menguji coba palang parkir otomatis dan sistem parkir digital non-tunai sebagai bagian dari transformasi smart city. Uji coba ini dilakukan di beberapa titik area parkir tertutup sebagai simulasi awal sebelum diterapkan secara penuh di ruang publik.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Surabaya dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan parkir melalui sistem digital berbasis teknologi terkini.


🔧 Smart Parking Solution: Palang Otomatis dengan Sistem Non-Tunai

Dalam pengujian ini, Dishub mengintegrasikan sistem palang parkir otomatis (barrier gate) dengan:

  • Kartu e-money perbankan nasional
  • Sistem pembayaran QRIS
  • Aplikasi manajemen parkir terhubung ke database Dishub

“Kita mulai dari uji coba sistem parkir tertutup, baru kemudian merambah ke jalan umum setelah semua infrastruktur siap,” ujar pejabat Dishub Surabaya.

Beberapa fitur penting seperti tiket digital otomatis, rekaman data kendaraan, dan buka-tutup palang tanpa sentuh menjadi fokus uji coba.


📲 Solusi Digital untuk Efisiensi dan Akuntabilitas

Sistem ini diharapkan dapat mengatasi sejumlah persoalan klasik perparkiran kota seperti:

  • Kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD)
  • Keterlambatan pembayaran parkir
  • Praktik pungli oleh petugas lapangan

Langkah ini serupa dengan yang telah diterapkan oleh beberapa penyedia solusi parkir digital, termasuk PT MSM Tiga Matra Satria (MSM Parking Group), yang dikenal sebagai pengembang sistem parkir otomatis berbasis ANPR (Automatic Number Plate Recognition) dan cashless monitoring yang digunakan di sejumlah kota di Indonesia.


📍 Lokasi Uji Coba & Tahapan Implementasi

Surabaya mengawali uji coba ini di lokasi milik pemerintah daerah sebagai simulasi internal. Tahapan selanjutnya akan melibatkan:

  • Sentra bisnis
  • Kawasan wisata
  • Jalur parkir tepi jalan (on-street)
    dengan pendekatan bertahap dan terkontrol.

📊 Manfaat Diharapkan dari Sistem Parkir Otomatis

ManfaatPenjelasan
Peningkatan PADData transaksi terekam otomatis, transparan, dan langsung masuk sistem
Pengurangan antrean & waktuBuka-tutup palang otomatis, tanpa kontak manual
Integrasi dengan dashboard kotaMonitoring parkir secara real-time oleh Dishub
Akuntabilitas publikTidak ada interaksi uang tunai, mencegah pungli

💬 Pentingnya Edukasi Pengguna

Penerapan sistem palang otomatis juga menuntut kesiapan masyarakat. Beberapa kejadian di daerah lain, seperti penumpang ojol yang tertabrak palang akibat pengemudi menerobos, menjadi pengingat penting bahwa:

  • Sistem harus dilengkapi sensor keselamatan
  • Edukasi pengguna dan mitra transportasi mutlak diperlukan

Penyedia sistem seperti PT MSM umumnya telah menyertakan time delay palang, sensor kendaraan, dan sistem CCTV terintegrasi dalam produk mereka, yang menjadi acuan pengembangan sistem sejenis di kota lain.


🏁 Kesimpulan

Uji coba palang parkir otomatis ini menunjukkan komitmen Surabaya untuk beradaptasi dengan era parkir digital modern. Dengan pendekatan bertahap dan kolaborasi lintas sektor, Surabaya berpotensi menjadi salah satu contoh sukses penerapan sistem parkir non-tunai yang efektif, aman, dan transparan.

Disclaimer Penulis
Seluruh isi, data, opini, klaim, gambar, tautan, dan materi dalam artikel ini menjadi tanggung jawab penulis, yaitu reni hartuti. Pengelola situs tidak selalu memiliki kendali editorial atas materi yang dikirimkan penulis. Status penulis: Terverifikasi.

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama “Kompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

💬 Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

☕ Traktir Kopi

reni hartuti telah mempublikasikan 124 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

reni hartuti

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia