Bandung, 15 Juli 2025 β Memasuki awal tahun ajaran baru 2025/2026, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pesan khusus kepada para orang tua siswa di seluruh wilayah Jawa Barat. Dalam keterangannya, Dedi menegaskan pentingnya mendidik anak sejak dini untuk mengenal nilai uang, hidup hemat, dan menabung demi masa depan.
Dalam sambutan resminya pagi ini, Gubernur Dedi menyampaikan bahwa biaya seragam dan sumbangan sekolah yang selama ini dianggap memberatkan, kini mulai tertangani dengan berbagai skema bantuan dan efisiensi sekolah. Hal ini diharapkan mampu mengurangi beban tahunan yang biasa dirasakan orang tua setiap tahun ajaran baru tiba.
Lebih lanjut, Dedi mengajak orang tua untuk menanamkan budaya menabung sejak dini kepada anak-anak, bahkan dengan langkah sederhana seperti menyisihkan uang dua ribu rupiah per hari.
“Kalau anak kita terbiasa menabung dua ribu rupiah saja setiap hari, dalam setahun bisa beli emas batangan kecil. Nilainya terus naik, dan mereka akan belajar investasi secara nyata,” ujar Dedi.
Langkah ini menurutnya sejalan dengan visi besar Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membangun generasi masa depan yang cerdas secara finansial, mandiri, dan mampu menilai pentingnya aset jangka panjang.
Dedi juga menyinggung pentingnya peran sekolah dalam mengarahkan peserta didik agar tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga keterampilan hidup seperti perencanaan keuangan pribadi, disiplin, dan etika.
π Pendidikan Karakter Jadi Fokus
Di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi, sektor pendidikan di Jawa Barat mendapat perhatian khusus. Selain penguatan kurikulum dan fasilitas, pendidikan karakter berbasis kehidupan nyata menjadi pendekatan utama. Menabung dan berinvestasi adalah bagian kecil dari upaya membentuk generasi bijak dalam mengelola masa depannya.
π Penutup
Dengan pesan ini, Dedi berharap para orang tua tidak hanya menjadi penanggung jawab administrasi pendidikan, tetapi juga sebagai pendidik utama dalam keluarga.
“Sekolah bisa memberikan ilmu, tapi rumah yang menanamkan nilai. Kalau anak diajarkan menabung dan hidup hemat sejak kecil, maka kita sedang menciptakan pemimpin masa depan yang tahan uji,” pungkasnya.
π₯ Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
- Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
- Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
Kata Kunci Terkait
Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.
Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama βKompasiaβ digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.
Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.
Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.
Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.