---
title: "Tes Buta Warna Ishihara"
url: https://kompasia.com/tes-buta-warna-ishihara/
date: 2026-09-03
modified: 2026-09-03
lang: id
author: "Tasya"
description: "Pernahkah Anda kesulitan membedakan warna merah dan hijau? Atau mungkin Anda sering salah menyebut warna suatu benda? Kondisi seperti ini bisa menjadi salah satu tanda adanya gangguan penglihatan warna. Untuk..."
categories:
  - "advertorial"
image: https://kompasia.com/wp-content/uploads/2026/09/96f1f02c64dbdeb9fa1a81b8-1024x768.jpg
word_count: 463
---

# Tes Buta Warna Ishihara

Pernahkah Anda kesulitan membedakan warna merah dan hijau? Atau mungkin Anda sering salah menyebut warna suatu benda? Kondisi seperti ini bisa menjadi salah satu tanda adanya gangguan penglihatan warna. Untuk mengetahuinya, salah satu pemeriksaan yang cukup sering digunakan adalah [Tes Buta Warna Ishihara](https://play.google.com/store/apps/details?id=aplikasi.buta.warna).

Tes Ishihara merupakan pemeriksaan yang menggunakan gambar berisi kumpulan titik-titik berwarna. Di dalam kumpulan titik tersebut biasanya terdapat angka atau pola tertentu. Orang dengan penglihatan warna normal umumnya dapat melihat angka dengan mudah, sedangkan orang yang mengalami buta warna bisa melihat angka yang berbeda atau bahkan tidak melihat angka sama sekali.

**Apa Itu Tes Ishihara?**

Tes Ishihara pertama kali dikembangkan oleh Shinobu Ishihara, seorang dokter dan profesor dari Jepang. Hingga sekarang, metode ini masih banyak digunakan untuk membantu mengetahui adanya gangguan penglihatan warna, terutama buta warna merah-hijau.

Dalam pemeriksaannya, seseorang akan diperlihatkan beberapa gambar berbentuk lingkaran. Setiap gambar memiliki kombinasi warna dan pola titik yang berbeda. Peserta kemudian diminta menyebutkan angka atau bentuk yang terlihat pada gambar tersebut.

Jumlah gambar dalam tes bisa berbeda-beda, tergantung pada jenis pemeriksaan yang digunakan. Karena itu, hasil tes sebaiknya tidak disimpulkan hanya dari satu atau dua gambar.

**Bagaimana Cara Melakukan Tes Buta Warna Ishihara?**

Cara melakukan tes ini sebenarnya cukup sederhana. Pemeriksa akan menunjukkan gambar Ishihara satu per satu, kemudian peserta diminta menyebutkan angka yang terlihat.

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan dengan pencahayaan yang cukup dan menggunakan media yang memiliki kualitas warna baik. Hal ini penting karena kondisi pencahayaan atau tampilan warna pada layar dapat memengaruhi hasil yang dilihat.

Saat ini, tes Ishihara juga banyak ditemukan secara online. Tes tersebut bisa digunakan sebagai pemeriksaan awal untuk mengetahui apakah ada kemungkinan gangguan penglihatan warna. Namun, hasil dari tes online belum tentu dapat menggantikan pemeriksaan langsung oleh tenaga medis.

**Siapa yang Perlu Melakukan Tes Ishihara?**

Tes buta warna dapat dilakukan oleh siapa saja yang ingin mengetahui kemampuan matanya dalam membedakan warna. Pemeriksaan ini juga cukup umum dilakukan pada anak-anak, terutama ketika mereka mulai mengalami kesulitan mengenali warna di sekolah.

Selain itu, tes buta warna terkadang menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan untuk pekerjaan atau bidang tertentu. Beberapa pekerjaan membutuhkan kemampuan membedakan warna dengan baik sehingga pemeriksaan penglihatan warna menjadi salah satu persyaratannya.

**Kenapa Tes Buta Warna Penting?**

Buta warna sering kali tidak disadari karena seseorang sudah terbiasa dengan cara melihat warna sejak kecil. Ada yang hanya mengalami gangguan ringan sehingga tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa masalah berarti.

Dengan melakukan Tes Ishihara, kondisi tersebut dapat diketahui lebih awal. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya gangguan penglihatan warna, pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengetahui kondisinya dengan lebih jelas.

Tes Buta Warna Ishihara menjadi salah satu cara sederhana untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam membedakan warna. Meskipun praktis, hasil pemeriksaan tetap perlu dipahami dengan tepat. Jika terdapat keraguan mengenai hasil tes, sebaiknya lakukan pemeriksaan langsung ke dokter mata atau tenaga kesehatan yang berkompeten.