---
title: "Jambore Nasional XII 2026 Diwarnai Keluhan Manajemen dan Duka Cita, Kontingen Luar Jawa Soroti Ketimpangan Fasilitas"
url: https://kompasia.com/tragedi-tata-kelola-jamnas-xii-suara-kontingen-yang-terabaikan/
date: 2026-08-16
modified: 2026-08-16
lang: id
author: "Tasya"
description: "JAKARTA – Pelaksanaan Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, menyisakan catatan kritis dari sejumlah kontingen daerah. Para Pembina Pendamping..."
categories:
  - "Berita Utama"
  - "Opini"
tags:
  - "jambore"
image: https://kompasia.com/wp-content/uploads/2026/08/69720a869d3baf2f11a7ab9d-1024x768.jpg
word_count: 438
---

# Jambore Nasional XII 2026 Diwarnai Keluhan Manajemen dan Duka Cita, Kontingen Luar Jawa Soroti Ketimpangan Fasilitas

**JAKARTA** – Pelaksanaan Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, menyisakan catatan kritis dari sejumlah kontingen daerah. Para Pembina Pendamping (Bindamping), khususnya dari luar Pulau Jawa, menyoroti ketimpangan antara pengorbanan logistik dan energi peserta dengan tata kelola manajemen lapangan yang dinilai belum optimal.

Perjalanan laut berhari-hari yang ditempuh kontingen lintas pulau demi menghadiri ajang lima tahunan ini disebut berbanding terbalik dengan realitas penyelenggaraan di lokasi. Sejak awal, indikasi kendala administratif telah muncul ke permukaan. Materi pendukung kegiatan seperti Mars, Jingle, hingga Maskot baru dirilis menjelang hari pembukaan. Selain itu, polemik perubahan warna logo akibat kemiripan dengan entitas lain, serta absennya audiensi resmi yang berimplikasi pada ketidakhadiran Ketua Majelis Pembimbing Nasional (Kamabinas), menjadi sorotan awal para pembina.

Memasuki area perkemahan, kondisi infrastruktur dan kebersihan menjadi keluhan utama. Sistem pengelolaan sampah panitia dilaporkan tidak berjalan maksimal, mengakibatkan penumpukan limbah di sejumlah titik lapangan. Hal ini diperparah dengan minimnya kesadaran sebagian peserta dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Di sektor logistik, mekanisme distribusi natura (bahan makanan mentah) dinilai membebani peserta dan pembina. Jarak pos yang jauh dari titik distribusi, ditambah sistem pembagian bahan yang dilakukan secara bertahap (dicicil), dianggap sebagai kemunduran tata kelola jika dibandingkan dengan standar Jamnas maupun Raimuna Nasional sebelumnya.

Situasi kian memprihatinkan dengan tercatatnya empat kabar duka cita selama rangkaian kegiatan berlangsung. Insiden ini meninggalkan catatan kelam yang jarang terjadi dalam sejarah pelaksanaan jambore tingkat nasional sebelumnya.

Keluhan teknis juga merembet ke agenda kegiatan. Kontingen Daerah Aceh, khususnya dari Kabupaten Aceh Barat, melaporkan adanya penanganan yang dinilai tidak profesional oleh panitia saat sesi pentas seni. Sementara itu, agenda wisata edukasi ke Monumen Nasional (Monas) terganggu akibat keterlambatan armada bus, sehingga rombongan tiba saat akses masuk telah ditutup dan peserta hanya dapat melihat dari area luar pagar.

Tekanan logistik harian semakin dirasakan pasca-penutupan mendadak sejumlah kafetaria dan warung makan di sekitar area kolam renang. Kondisi ini memaksa peserta dan pembina mencari alternatif konsumsi di luar area utama, seperti warung kopi dan kawasan Pasar Jambo.

Hingga 16 Agustus 2026, rangkaian peristiwa ini tercatat sebagai fakta lapangan yang menjadi bahan evaluasi kritis. Catatan ini diharapkan dapat menjadi pembanding objektif terhadap laporan evaluasi panitia di penghujung acara, guna perbaikan tata kelola kegiatan kepramukaan nasional di masa mendatang.

Sebagai informasi, Jambore Nasional XII (Jamnas XII) Tahun 2026 merupakan pertemuan akbar lima tahunan bagi anggota Pramuka Penggalang se-Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ini dijadwalkan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 di Buperta Cibubur, Jakarta Timur.

**Oleh: Kontributor Anonim (via SeedBacklink) | Disunting oleh Redaksi**

*(Disclaimer: Artikel ini merupakan kiriman anonim via SeedBacklink yang telah direvisi dan disesuaikan dengan standar jurnalistik oleh tim redaksi.)*