Senin, 14 September 2026Indonesia
Kompasia
news

Virgoun Bawa Anak Tanpa Izin, Ahli Hukum: Ada Dugaan Tindak Pidana

Oleh Pimpinan Redaksi Β· Januari 31, 2026 Β· 3 menit baca Penulis Terverifikasi
1721173110
βœ“ Penulis Verified

Keterlibatan Virgoun dalam Kasus Pengambilan Anak Tanpa Izin

Seorang musisi ternama, Virgoun, dikabarkan membawa ketiga anaknya tanpa izin dari mantan istrinya, Inara Rusli. Kejadian ini menimbulkan perhatian besar dari berbagai pihak, termasuk praktisi hukum dan lembaga perlindungan anak.

Inara Rusli mengunjungi kantor Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) pada Jumat (30/1/2026). Tujuannya adalah untuk melaporkan kesulitannya dalam bertemu dengan ketiga anaknya yang kini diasuh oleh mantan suaminya setelah diambil paksa oleh Virgoun. Sebelumnya, Virgoun memutuskan untuk mengambil anak-anaknya dari Inara Rusli setelah kasus perselingkuhan dan perzinaan yang menimpa sang mantan istri terungkap ke publik.

Putusan pengadilan telah menetapkan bahwa hak asuh ketiga anak tersebut diberikan kepada Inara Rusli. Namun, sejak saat itu, Inara mengalami kesulitan dalam menjalin komunikasi dengan anak-anaknya. Hal ini menjadi alasan utama ia melaporkan tindakan Virgoun ke Komnas PA.

Tanggapan dari Praktisi Hukum

Praktisi hukum Dedy DJ memberikan tanggapan terkait langkah Inara Rusli. Menurutnya, langkah yang dilakukan oleh wanita berusia 32 tahun itu sangat tepat karena selama beberapa bulan terakhir, Inara tidak bisa bertemu atau berkomunikasi dengan anak-anaknya.

“Kemarin memang Mbak Inara ya. Jadi kita lihat bahwa dia meminta hak hukumnya ya yang berkaitan dengan hak asuh anak,” ujar Dedy DJ dalam wawancara. “Karena hampir beberapa bulan ini beliau tidak bisa komunikasi dengan anaknya, tidak bisa bertemu dengan anaknya.”

Dedy juga menyoroti putusan pengadilan yang menyatakan bahwa hak asuh anak jatuh ke tangan Inara Rusli. Ia menilai bahwa tindakan Virgoun tidak seharusnya melarang Inara untuk bertemu anak-anaknya.

“Karena seyogyanya kita tahu bahwa menurut putusan pengadilan yang beliau pegang saat ini bahwa hak asuh itu ada di tangan beliau sebagai seorang ibu. Jadi tidak ada alasan kepada mantan suaminya Mbak Inara untuk melarang Mbak Inara untuk ketemu anak,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dedy DJ menyebut tindakan Virgoun sebagai perbuatan pidana. Ia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari dugaan tindak pidana.

Dukungan dari Komnas Perlindungan Anak

Komnas Perlindungan Anak mendukung langkah Inara Rusli dalam mengadukan Virgoun. Ketua Komnas PA, Agustinus Sirait, menyampaikan bahwa lembaganya menerima kedatangan Inara untuk diskusi dan melaporkan kejadian yang dialaminya.

“Terutama tentang bahwa anak yang diasuhnya itu diambil secara paksa tanpa persetujuan dari beliau oleh ayah anaknya. Tentu Komnas Perlindungan Anak menyikapi ini bahwa kami mendukung Ibu IR tersebut karena berdasarkan fakta dan keadaannya hari ini menurut surat dari keputusan pengadilan bahwa hak asuh anak itu berada di tangan si ibu ya,” ujar Agustinus Sirait.

Ia juga menegaskan bahwa Komnas PA tidak akan membiarkan siapa pun menghalangi seorang ibu kandung bertemu anak-anaknya. Bahkan, lembaga tersebut menilai tindakan Virgoun sebagai bentuk kekerasan.

β€œTentu kami tidak bisa membiarkan siapa pun, bahkan ayah kandungnya, dengan secara paksa untuk mengambil anak tanpa persetujuan dari Ibunya yang memiliki hak asuh anak,” ujar Agustinus Sirait. β€œItu bagian dari kekerasan sebetulnya. Karena kita juga harus memikirkan bagaimana psikisnya anak-anak,” tambahnya.

Penyembunyian Anak-anak oleh Virgoun

Sementara itu, Virgoun disebut menyembunyikan keberadaan anak-anaknya di tengah kontroversi yang melibatkan Inara Rusli. Kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan Inara Rusli belakangan menjadi sorotan publik. Isu tersebut muncul setelah laporan Wardatina Mawa terhadap suaminya, Insanul Fahmi, dan Inara Rusli terkait dugaan perzinaan.

Imbas dari perkembangan kasus tersebut, Virgoun langsung membawa ketiga anaknya keluar dari kediaman Inara dan memilih untuk tinggal bersamanya. Keluarga besar Virgoun, termasuk sang ibunda, Eva Manurung, juga memberikan tanggapan. Eva mengungkapkan bahwa Virgoun saat ini memilih untuk menyembunyikan keberadaan anak-anaknya.

“Ya enggak tahu ya, tergantung Virgoun ditaruh di mana anak-anak,” kata Eva, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment. “Soalnya Virgoun enggak mau kasih tahu anak-anak di mana. Cuman video call doang,” sambungnya.

Menurut Eva, Virgoun melakukan hal tersebut lantaran khawatir dengan kondisi psikologis anak-anaknya. “Jangan ada kalimat-kalimat yang enggak enaklah, apalah segala macam,” ujar wanita berusia 52 tahun ini. “Ngindarin dari orang-orang, anaknya juga supaya enggak tahu,” tambahnya.

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama β€œKompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

πŸ’¬ Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

β˜• Traktir Kopi

Pimpinan Redaksi telah mempublikasikan 1,480 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia