Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
Subscribe
Close

Search

Menggugah Dewan Ekonomi Aceh
Viral

Menggugah Dewan Ekonomi Aceh

By Redaksi Kompasia
Oktober 15, 2025 4 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada Menggugah Dewan Ekonomi Aceh

Prof. Dr. Apridar, SE, M.Si., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala serta Ketua Dewan Pakar ICMI Cabang Aceh

PASCAProses penandatanganan MoU Helsinki 2005 tidak hanya membuka babak baru dalam perdamaian Aceh, tetapi juga menghadirkan tantangan besar dalam membangun kembali perekonomian yang rusak akibat konflik lama dan bencana tsunami. Dalam situasi ini, Dewan Ekonomi Aceh (DEA) muncul, terdiri dari para ahli dan tokoh ternama seperti Prof Raja Masbar, Prof Teuku A. Sanny, Ismail Rasyid, serta Dr Rustam Effendi. DEA bukan hanya lembaga tambahan, melainkan sebuah strategi penting untuk memimpin perubahan ekonomi Aceh berdasarkan tiga prinsip utama: inklusivitas, keberlanjutan, dan prinsip syariah Islam. Visi ini bukan sekadar kata-kata kosong, tetapi keharusan bagi Aceh untuk bangkit dengan identitas dan kemampuan sendiri. Secara pribadi, penulis menyarankan agar Prof Dr M Shabri Abd Madjid, seorang pakar ekonomi syariah, turut serta, sehingga lembaga yang sangat penting dan strategis ini akan lebih representatif dan lebih baik lagi.

Kehadiran Ismail Rasyid, seorang pengusaha internasional dari PT. Trans Continent, sebuah perusahaan transportasi multimoda, logistik, dan rantai pasok di Indonesia yang didirikan pada tahun 2003, membuat DEA semakin lengkap. Perusahaan yang telah memiliki lebih dari 35 cabang di dalam dan luar negeri ini menyediakan berbagai layanan seperti angkutan darat dan laut, pengiriman kargo udara, serta layanan freight forwarding dan customs clearance untuk berbagai sektor industri, sehingga Lembaga akan semakin mampu menerapkan berbagai program nyata untuk membangun ekonomi Aceh yang lebih baik ke depan.

Tantangan terbesar dalam pertumbuhan ekonomi tidak hanya di Aceh, tetapi juga di seluruh Indonesia adalah menciptakan pertumbuhan yang inklusif. Terkadang, pertumbuhan ekonomi hanya dirasakan oleh sebagian kecil orang atau terpusat di kota-kota besar. DEA, dengan perannya sebagai pembuat rekomendasi kebijakan, memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa manfaat ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah pedesaan dan sektor informal. Fokus DEA pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan bukti nyata dari upaya ini.

Inisiatif seperti “Aceh Mart” dan “Pasar Digital UMKM Aceh” bukan hanya sekadar kegiatan pemasaran, melainkan menjadi jembatan untuk menghubungkan pelaku usaha kecil dengan rantai nilai yang lebih luas. Dengan memberikan kesempatan akses pembiayaan, pelatihan wirausaha, serta bimbingan teknis, DEA berupaya membuat akses ekonomi lebih merata, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak lagi timpang tetapi lebih seimbang dan melibatkan semua pihak.

Pilar kedua, yaitu keberlanjutan, mengharuskan DEA untuk berpikir secara jangka panjang. Aceh dianugerahi sumber daya alam yang melimpah, mulai dari perikanan, gas alam, hingga kopi Gayo yang terkenal di dunia. Pemanfaatan sumber daya ini tanpa memperhatikan aspek lingkungan dan sosial akan menjadi ancaman besar. Di sinilah tugas DEA dalam mengenali dan mendorong pertumbuhan sektor unggulan dengan pendekatan yang berkelanjutan sangat penting. Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun di Lhokseumawe, misalnya, tidak boleh hanya menitikberatkan pada nilai investasi, tetapi juga harus mempertimbangkan dampak lingkungan serta penyerapan tenaga kerja lokal.

Demikian pula, pengembangan wisata halal perlu sejalan dengan pelestarian ekosistem dan budaya setempat. DEA harus berperan sebagai penjaga yang memastikan setiap kebijakan dan investasi yang masuk sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, sehingga kekayaan Aceh dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.

Perbedaan DEA dibandingkan lembaga perencana ekonomi daerah lainnya terletak pada pilar utamanya yang ketiga, yaitu prinsip syariah Islam. Ini bukan hanya sekadar label, melainkan dasar nilai yang seharusnya menjadi semangat dalam setiap kebijakan dan program. Penerapan ekonomi syariah di Aceh memiliki peluang serta tantangan yang khas. DEA memiliki tanggung jawab strategis untuk mengubah prinsip-prinsip syariah seperti keadilan, larangan riba, dan tanggung jawab sosial menjadi alat ekonomi yang nyata.

Peningkatan sistem keuangan syariah, pemanfaatan zakat dan wakaf secara maksimal untuk program pemberdayaan masyarakat, serta penguatan usaha mikro berbasis syariah merupakan tindakan nyata. Zakat, jika dikelola dengan profesional dan transparan, bisa menjadi alat redistribusi kekuasaan yang efektif dalam mengurangi kemiskinan dan mendanai pendidikan.

Wakaf berupa uang dan wakaf produktif bisa menjadi sumber pendanaan yang berkelanjutan untuk pembangunan infrastruktur sosial dan ekonomi. DEA, bersama dengan dukungan para akademisi dan pakar di dalamnya, perlu mampu menciptakan model-model ekonomi syariah yang kreatif dan praktis, menjadikan Aceh sebagai laboratorium nyata serta pusat rujukan ekonomi syariah di Indonesia.

Namun, perjalanan DEA tidak sepenuhnya mulus. Sebagai lembaga yang tidak memiliki struktur tetap, kekuatan DEA terletak pada pengaruh moral dan kualitas rekomendasinya. Tantangan utamanya adalah memastikan bahwa rekomendasi yang didasarkan pada data dan analisis mendalam benar-benar diterima dan diimplementasikan oleh pemerintah daerah dalam kebijakan nyata. Koordinasi intensif dengan eksekutif dan legislatif serta sosialisasi yang luas kepada masyarakat sangat diperlukan. DEA harus mampu menjadi jembatan yang efektif antara Pemerintah Aceh, pemerintah pusat, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil. Forum-forum seperti Musrenbang ekonomi perlu dimanfaatkan secara optimal, bukan hanya sebagai ritual tahunan, melainkan sebagai ruang dialog yang menghasilkan solusi bersama.

Merumuskan kebijakan

Di tengah tantangan global dan isu internal, peran DEA semakin penting. Wabah Covid-19 telah menunjukkan betapa rapuhnya sistem ekonomi tradisional. DEA diharapkan mampu merancang strategi pemulihan yang tidak hanya mengembalikan kondisi, tetapi juga membangun kembali (build back better) dengan dasar yang lebih kuat, inklusif, dan sesuai prinsip syariah. Pendekatan ekonomi yang tahan bencana serta penguatan jaringan logistik lokal harus menjadi fokus utama.

Secara keseluruhan, Majelis Ekonomi Aceh memainkan peran utama dalam mewujudkan visi Aceh sebagai pusat ekonomi syariah dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara. Tugas dan tanggung jawabnya mencakup berbagai aspek mulai dari penyusunan kebijakan hingga pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan yang inklusif, partisipatif, serta berlandaskan nilai-nilai lokal. Keberhasilan DEA tidak hanya dinilai dari pertumbuhan PDRB, tetapi juga dari pemerataan kesejahteraan, keberlanjutan lingkungan, serta penguatan identitas ekonomi Aceh yang berbasis syariah. Dengan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, DEA diharapkan terus menjadi penggerak transformasi ekonomi Aceh di masa depan.

Komite Ekonomi Aceh merupakan harapan untuk mewujudkan masa depan ekonomi Aceh yang cemerlang. Dengan menggabungkan kecerdasan kolektif dari anggotanya, DEA memiliki kemampuan untuk memimpin Aceh meninggalkan warisan ekonomi yang terpecah dan rentan, menuju sistem ekonomi yang menyeimbangkan pertumbuhan, pelestarian lingkungan, serta nilai-nilai agama.

Keberhasilan DEA tidak hanya diukur dari angka-angka statistik makro, tetapi juga dari sejauh mana nelayan di pesisir barat merasakan kesejahteraan, petani kopi di Gayo mendapatkan akses pasar yang adil, serta pemuda Aceh memiliki kesempatan usaha yang terjangkau dan sesuai dengan ajaran agama mereka. Tugas untuk mewujudkan visi Aceh yang tidak hanya damai, tetapi juga sejahtera secara lahir dan batin, dengan identitas ekonomi syariah yang membanggakan, berada di tangan DEA.
776SHARES5.5kVIEWS

Bagikan Artikel & Dapat Reward

Share artikel ini ke media sosial. Setiap link/share valid bernilai Rp10.

WhatsAppFacebookXTelegram
Catatan: sistem mencatat 1 reward per platform, per artikel, per IP untuk mengurangi spam. Status awal pending dan dapat diverifikasi admin.

Baca Artikel Selanjutnya:

Tolak Permintaan Luhut, Purbaya: Family Office Bukan Prioritas Ekonomi →

🔥 Postingan Populer

  • 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
  • Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
  • Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
  • Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
  • Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
🔗 Cari alat parkir

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

Viral bisnis ekonomi Indonesia pemerintah politik

Jika Artikel Ini Bermanfaat, Tolong Bagikan & Dukung Tim Penulis

Setiap dukungan membantu kami terus menghadirkan artikel informatif, edukatif, dan bermanfaat untuk pembaca.

💚 Donasi via Sociabuzz 📲 Bagikan WA f Facebook 𝕏 Share

Terima kasih sudah mendukung karya penulis independen.

KOMPASIA.COM

Kirim Berita dan Press Release Anda

Kirim berita, press release, artikel promosi, opini, kegiatan perusahaan, komunitas, atau informasi publik lainnya kepada Redaksi Kompasia.

✉ Kirim ke Redaksi ❤ Dukung dengan Donasi
Email Redaksi: redaksikompasia@gmail.com
Materi yang dikirim akan melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan redaksi sebelum diterbitkan.

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen memenuhi standar Dewan Pers untuk menyajikan informasi yang akurat, tajam, dan berimbang.

Tags:

bisnisekonomiIndonesiapemerintahpolitik
Author

Redaksi Kompasia

Follow Me
Other Articles
Harga Emas Melonjak, Saham Tambang Ini Siap Naik Kelas
Previous

Harga Emas Melonjak, Saham Tambang Ini Siap Naik Kelas

Tolak Permintaan Luhut, Purbaya: Family Office Bukan Prioritas Ekonomi
Next

Tolak Permintaan Luhut, Purbaya: Family Office Bukan Prioritas Ekonomi

Seedbacklink

Berita Populer

1Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Kesehatan28 Jul 2026
2Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

hukum27 Jul 2026
3Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Berita Utama25 Jul 2026
4REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Berita Utama25 Jul 2026
5Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Berita Nasional23 Jul 2026

agama angkutan Asia Astrolog berinvestasi berita Berita lokal bisnis budaya ekonomi hiburan Horoskop Hukum Pidana Indonesia infrastruktur insiden kasus kriminal Kebijakan Publik kejahatan kekayaan klub sepak bola kontroversi Laporan Polisi masalah sosial masyarakat media berita militer olahraga palang parkir pemerintah pendidikan peradilan pidana perbintangan perdagangan Polisi dan Penegakan Hukum politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan sejarah sepak bola teknologi tranding uang undang undang Undang viral

Populer

images (3)
TRI MATRA
OABh0Gb9JJdvaAF4AdqN6wExVwSX0kuIVak1kmxe
Trbratanews

Recent Posts

  • Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause
  • Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi
  • Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS
  • REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air
  • Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Recent Comments

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Mei 2025
  • April 2025

Categories

  • advertorial
  • agama
  • Analisis
  • bali
  • Berita Internasional
  • Berita Nasional
  • Berita Utama
  • Bisnis
  • Bisnis dan Teknologi
  • Ekonomi
  • hukum
  • Investasi
  • Jawa Barat
  • Kalimantan
  • karimun
  • Keamanan dan Kenyamanan Perumahan
  • Kepulauan Riau
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Kriminal
  • Layanan Parkir
  • Medan
  • Nasional
  • news
  • Olahraga
  • Opini
  • parkir
  • pendidikan
  • Politik
  • Profil Tokoh
  • Review
  • Riau
  • Sosial
  • Sport
  • Sumatera Barat
  • Teknologi
  • Teknologi dan Inovasi
  • Teknologi Parkir
  • Tokoh
  • tranding
  • Tutorial
  • UMKM
  • Viral
  • wisata

Kirim Opini,berita anda

email: redaksikompasia@gmail.com

Seedbacklink
☕ Traktir Kopi

Dukung kami dengan traktir kopi agar kami bisa terus berkarya.

☕ Traktir Sekarang

Copyright 2026 — KPA News. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme