Program Peningkatan Kemampuan Literasi dan Numerasi Siswa SD di Kabupaten Tegal
Di tengah tantangan yang dihadapi siswa sekolah dasar dalam hal kemampuan literasi dan numerasi, berbagai inisiatif dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program pelatihan dan pendampingan pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang diintegrasikan dengan pendekatan pembelajaran mendalam.
Program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih bermakna, kreatif, dan berpusat pada murid. Pelaksanaannya dilakukan dalam beberapa tahap, termasuk dua kali pelatihan pembelajaran literasi dan numerasi berbasis STEM, pendampingan di kelas, refleksi dan diskusi, serta praktik mengajar antarpeserta untuk saling berbagi pengalaman dan strategi pembelajaran.
Kolaborasi Antara Tim Lintang Edukasi dan Sekolah Dasar
Tim Lintang Edukasi terdiri dari para pendidik dan kepala sekolah di Kabupaten Tegal. Anggota tim ini antara lain Dede Munalip, S.Pd., M.Pd., Kepala SDN Pasangan 02; Fetiatul Khapidoh, S.Pd., Guru SDN Lebakgowah 01; Upiek Salamah, S.Pd., Kepala SDN Kalisalak 03; Nur Aripiyah, S.Pd., Kepala SDN Gumalar 02; serta Kusnaeni, S.Pd., M.Pd., Kepala SDN Kajen 02. Mereka bekerja sama untuk mendorong perubahan dalam metode pembelajaran yang digunakan di kelas-kelas sekolah dasar.
Salah satu sekolah yang terlibat dalam program ini adalah SDN Pesayangan 02. Kepala SDN Pasangan 02 sekaligus ketua Tim Lintang Edukasi, Dede Munalip, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai respons atas masih belum maksimalnya kemampuan literasi dan numerasi siswa di sejumlah sekolah.
STEM dipilih karena merupakan strategi pembelajaran multidisipliner yang memungkinkan guru mengintegrasikan berbagai mata pelajaran dalam satu kegiatan pembelajaran. Dengan pendekatan ini, literasi dan numerasi tidak diajarkan secara terpisah, tetapi hadir dalam konteks yang nyata dan bermakna bagi siswa.
Perubahan yang Terlihat Setelah Pelaksanaan Program
Setelah pelatihan dan pendampingan dilaksanakan, perubahan mulai terlihat di sekolah-sekolah sasaran. Guru menjadi lebih kreatif dalam merancang pembelajaran, lebih percaya diri memanfaatkan media belajar, serta lebih fokus pada pembelajaran yang berpusat pada murid. Guru kini lebih mampu mengintegrasikan literasi, numerasi, matematika, dan Bahasa Indonesia dalam satu rangkaian pembelajaran.
Siswa juga terlihat lebih antusias, berani menyampaikan pendapat, dan mampu berpikir lebih kritis. Hal senada disampaikan oleh Rosikha, Kepala SDN Pesayangan 02. Menurutnya, pendekatan pembelajaran yang diterapkan membuat suasana kelas menjadi lebih hidup dan kondusif. Anak-anak menjadi lebih berani mengungkapkan ide, gagasan, dan pendapat.
Fetiatul Khapidoh, Guru SDN Lebakgowah 01, berharap program tersebut dapat menjaga semangat guru untuk terus mengembangkan pembelajaran literasi dan numerasi secara berkelanjutan. Pelatihan ini memberi bekal untuk merancang pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan. Harapannya, guru terus termotivasi untuk berinovasi sehingga kemampuan literasi dan numerasi siswa semakin meningkat.
Pengalaman Para Guru dan Siswa
Dampak program juga dirasakan langsung oleh guru peserta pelatihan. Siti Mariyatul Kiftiyah, Guru SDN Pesayangan 02, mengaku mengalami perubahan dalam cara pandang dan praktik mengajarnya. Pembelajaran menjadi lebih aktif dan kreatif. Melalui pendekatan STEM, literasi dan numerasi bisa dikembangkan melalui proyek-proyek sederhana berbasis eksperimen dan pemecahan masalah.
Perubahan tersebut turut dirasakan oleh para murid di kelas. Irma Khoirunnisa mengaku pembelajaran kini terasa lebih menyenangkan dan mudah dipahami. Faqih Syauqi Syafiq juga menyampaikan bahwa ia lebih fokus karena medianya menarik. Athaleta Almeera mengaku kini semakin tertarik untuk membaca dan berhitung melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Contoh Praktik Pembelajaran yang Diterapkan
Salah satu praktik pembelajaran yang diterapkan adalah pengenalan konsep rasio melalui kegiatan pencampuran warna. Melalui aktivitas tersebut, murid diajak untuk bernalar, berpikir kritis, dan memecahkan masalah secara kontekstual.
Melalui program ini, Tim Lintang Edukasi berharap dapat ikut berkontribusi memperkuat ekosistem pembelajaran di sekolah dasar, sekaligus menumbuhkan generasi siswa yang kritis, kreatif, dan tidak lagi takut terhadap matematika.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Edukasi Sistem Parkir Wisata Non-Tunai bersama KelolaWisata.com : Solusi Digital untuk Pengelolaan Wisata Modern
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
- Manless Ticket Dispenser Standar Internasional: Spesifikasi Lengkap
Share this content:
