SANS TNI POLRI GEREBEK DUA MARKAS KKB DI YAHUKIMO 1.jpg
Peristiwa Baku Tembak antara TNI dan OPM di Distrik Dekai
Pada hari Kamis, 22 Januari 2026, terjadi kontak senjata yang signifikan antara pasukan TNI dan kelompok separatis di wilayah Papua. Operasi ini dilakukan oleh Satgas Koops TNI Habema dalam rangka mengamankan keamanan masyarakat serta memutus jalur logistik kelompok bersenjata.
Dalam operasi tersebut, beberapa anggota kelompok OPM dilaporkan tewas, termasuk tokoh penting dalam organisasi tersebut. Selain itu, pasukan TNI berhasil mengamankan berbagai barang bukti seperti senjata api, amunisi, alat komunikasi, perangkat navigasi, telepon genggam, senjata tajam, perlengkapan panah, bendera Bintang Kejora, serta dokumen penting milik TPNPB Kodap XVI/Yahukimo.
Operasi ini juga berhasil membersihkan dua markas utama OPM yaitu Markas Sisibia dan Markas Yalenang di Distrik Dekai. Wilayah ini merupakan salah satu basis utama dari kelompok separatis bersenjata di Provinsi Papua Pegunungan. Selain Yahukimo, wilayah seperti Nduga, Lanny Jaya, Tolikara, dan Yalimo juga menjadi lokasi aktif dari kelompok ini.
Kronologi Operasi dan Baku Tembak
Patroli keamanan dimulai sejak Rabu malam, 21 Januari 2026, dengan penjelajahan ke dua markas utama OPM. Operasi ini dilakukan sebagai respons terhadap ancaman-ancaman yang diberikan oleh kelompok separatis, termasuk penembakan terhadap pesawat sipil dan kendaraan aparat, pembakaran sekolah, serta serangan terhadap warga sipil.
Pada dini hari Kamis, 22 Januari 2026, kontak senjata tak terhindarkan antara Satgas TNI dan anggota OPM. Dalam baku tembak tersebut, beberapa anggota OPM dilaporkan tewas, termasuk tokoh penting dalam kelompok tersebut. Selain itu, pasukan TNI berhasil mengamankan berbagai barang bukti penting yang digunakan oleh kelompok tersebut.
Dukungan Masyarakat Setempat
Selama operasi berlangsung, masyarakat setempat memberikan dukungan penuh untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh TNI dalam mengatasi ancaman dari kelompok separatis.
Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti kesiapsiagaan dan profesionalisme prajurit TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI. Ia menyatakan bahwa penguasaan Jalan Gunung menjadi langkah strategis untuk menjamin keamanan masyarakat di wilayah Yahukimo.
Ancaman Terhadap Kunjungan Wakil Presiden
Sebelumnya, KKB Papua di Yahukimo sempat menebar ancaman serius yang menyebabkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membatalkan kunjungan kerjanya ke wilayah tersebut pada 14 Januari 2026. Ancaman penembakan terhadap rombongan Wapres menjadi alasan utama pembatalan tersebut.
Mayor Kopitua Heluka, Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, menyatakan bahwa penembakan terhadap sebuah pesawat sipil yang membawa aparat militer merupakan peringatan keras agar Wapres tidak memasuki wilayah perang di Yahukimo. Ia menegaskan kesiapan kelompoknya untuk menembak rombongan Wapres jika tetap memaksakan kunjungan.
Fakta-Fakta Operasi TNI Rebut Markas OPM di Yahukimo
- Terjadinya Baku Tembak: Pada Kamis, 22 Januari 2026, terjadi kontak senjata antara Satgas Koops TNI Habema dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.
- Lokasi Operasi: Operasi dilakukan di markas utama OPM Kodap XVI Yahukimo, termasuk Markas Sisibia dan Markas Yalenang.
- Hasil Operasi: Satgas TNI berhasil merebut dan menguasai markas utama OPM Kodap XVI Yahukimo setelah KKB Papua melarikan diri.
- Korban OPM: Beberapa anggota OPM Kodap XVI/Yahukimo dilaporkan tewas, termasuk tokoh penting kelompok tersebut.
- Barang Bukti yang Diamankan: Senjata api, amunisi, puluhan selongsong, alat komunikasi, perangkat navigasi, telepon genggam, senjata tajam, perlengkapan panah, bendera Bintang Kejora, dan dokumen TPNPB Kodap XVI/Yahukimo.
- Dukungan Masyarakat: Patroli keamanan berjalan aman dan terkendali berkat dukungan seluruh elemen masyarakat setempat.
- Ancaman Sebelumnya: KKB Papua sempat menebar ancaman penembakan terhadap rombongan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menyebabkan pembatalan kunjungan kerja ke Yahukimo pada 14 Januari 2026.
- Penembakan Pesawat Sipil: Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo melaporkan penembakan pesawat sipil yang ditumpangi aparat militer sebagai peringatan keras kepada Wapres Gibran.
- Pernyataan TPNPB: TPNPB menegaskan siap menggagalkan pembangunan di Papua jika sengketa politik tidak diselesaikan, dan mengimbau masyarakat Papua untuk tidak memberikan tanah adat kepada pemerintah Indonesia.
- Tujuan Operasi TNI: Menjaga kedaulatan NKRI, melindungi masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata, memutus ruang gerak dan jalur logistik OPM, serta menjamin keamanan masyarakat di wilayah Yahukimo.
- Pernyataan Pangkoops Habema: Mayjen TNI Lucky Avianto menegaskan kesiapsiagaan dan profesionalisme prajurit TNI dalam operasi ini sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan kedaulatan negara.
- Wilayah Operasi: Yahukimo merupakan salah satu dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan yang menjadi basis KKB, bersama dengan Nduga, Lanny Jaya, Tolikara, dan Yalimo.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Edukasi Sistem Parkir Wisata Non-Tunai bersama KelolaWisata.com : Solusi Digital untuk Pengelolaan Wisata Modern
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
- Manless Ticket Dispenser Standar Internasional: Spesifikasi Lengkap
Share this content:
