AA1VprOc.jpg
Jokowi dan Uji Kekuatan Politik di Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menyampaikan pandangan mengenai peran Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam konteks politik nasional. Menurutnya, PSI menjadi arena uji kekuatan politik bagi Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Hal ini bukan sekadar untuk melihat apakah Jokowi masih memiliki pengaruh yang besar di dunia politik, meskipun ia tidak lagi terafiliasi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) atau menjabat sebagai presiden.
- jokowi dan uji kekuatan politik di partai solidaritas indonesia (psi) direktur eksekutif parameter politik indonesia, adi prayitno, menyampaikan pandangan mengenai peran partai solidaritas indonesia (psi) dalam konteks p…
- menurutnya, psi menjadi arena uji kekuatan politik bagi mantan presiden ri joko widodo (jokowi).
- hal ini bukan sekadar untuk melihat apakah jokowi masih memiliki pengaruh yang besar di dunia politik, meskipun ia tidak lagi terafiliasi dengan partai demokrasi indonesia perjuangan (pdip) atau menjabat sebagai presiden…
- adi menjelaskan bahwa dukungan jokowi terhadap psi bukan hanya tentang membuktikan kemampuannya, tetapi lebih pada bagaimana partai tersebut mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan politik.
Daftar Isi
- Jokowi dan Uji Kekuatan Politik di Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
- Dukungan Jokowi untuk PSI
- PSI Sebagai Partai Baru yang Memiliki Potensi Besar
- Jokowi sebagai Arahan Politik, Bukan Hanya Motivator
- Target PSI yang Harus Lebih Tinggi
- Kesimpulan
- 🔥 Postingan Populer
- About the Author
- AutoIndex: Portal Berita & Media Online
Adi menjelaskan bahwa dukungan Jokowi terhadap PSI bukan hanya tentang membuktikan kemampuannya, tetapi lebih pada bagaimana partai tersebut mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan politik. Ia menegaskan bahwa PSI membutuhkan strategi dan komitmen kuat agar bisa memperluas jangkauannya dan mencapai target yang lebih tinggi.
Dukungan Jokowi untuk PSI
Jokowi sendiri telah dua kali menyatakan dukungannya untuk PSI. Pertama, saat Kongres PSI di Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, pada 19 Juli 2025. Kedua, saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan, pada 31 Januari 2026. Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan bahwa dirinya akan bekerja keras demi partai yang dipimpin oleh putra bungsunya, Kaesang Pangarep.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengatakan: “Saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI.” Ia juga menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung PSI secara penuh. Pernyataan itu disambut antusias oleh peserta Rakernas, yang memberikan tepuk tangan meriah.
PSI Sebagai Partai Baru yang Memiliki Potensi Besar
Menurut Jokowi, PSI adalah partai yang cerdas dan memiliki visi jangka panjang. Ia menilai bahwa perubahan logo dari tangan dan mawar menjadi gajah menggambarkan kecerdasan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh partai tersebut. “Artinya PSI adalah partai cerdas. Anggotanya kader yang cerdas,” ujarnya.
Selain itu, Jokowi menyampaikan pandangannya mengenai posisi PSI dalam peta politik nasional. Ia menilai bahwa PSI memiliki prospek yang baik di masa depan. “Saya melihat PSI ini adalah masa depan partai politik Indonesia,” katanya.
Jokowi sebagai Arahan Politik, Bukan Hanya Motivator
Adi Prayitno juga menanggapi pernyataan Jokowi bahwa dirinya hadir dalam Rakernas PSI sebagai motivator. Menurut Adi, pidato dan dukungan Jokowi bukan sekadar sambutan biasa, tetapi sudah masuk dalam kategori arahan politik. Ia menjelaskan bahwa PSI memiliki mimpi besar untuk menjadi partai besar, sehingga struktur organisasinya harus diperkuat dari pusat hingga tingkat RT dan RW.
Adi menegaskan bahwa arahan politik Jokowi merupakan bentuk dukungan yang lebih dalam. “Arahan politiknya adalah karena ya PSI itu punya mimpi besar, ingin jadi partai besar, maka strukturnya harus besar,” ujarnya.
Target PSI yang Harus Lebih Tinggi
Jokowi juga menyampaikan bahwa PSI memiliki peluang untuk lolos ke parlemen. Namun, ia menekankan bahwa target partai tidak boleh berhenti pada capaian minimal. “Ya kalau yang saya lihat, kalau untuk masuk Senayan dengan struktur yang ada sekarang ini, dengan semangat yang ada sekarang ini insyaallah tidak ada masalah. Tapi targetnya bukan itu,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pengurus PSI untuk bekerja keras dan mati-matian demi partai. “Masih sanggup lah [turun ke daerah], pesannya seluruh jajaran pengurus harus bekerja keras, harus bekerja mati-matian, harus bekerja habis-habisan untuk partai dan nanti larinya untuk negara,” jelasnya.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, dukungan Jokowi terhadap PSI menunjukkan bahwa ia masih memiliki pengaruh besar dalam dinamika politik nasional. Meski tidak lagi menjadi presiden, Jokowi tetap aktif dalam mendukung partai yang dipimpin oleh putra bungsunya. Dengan visi dan strategi yang jelas, PSI berpotensi menjadi partai penting di masa depan.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Edukasi Sistem Parkir Wisata Non-Tunai bersama KelolaWisata.com : Solusi Digital untuk Pengelolaan Wisata Modern
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
- Manless Ticket Dispenser Standar Internasional: Spesifikasi Lengkap
Share this content:
