Senin, 14 September 2026Indonesia
Kompasia
news

Jokowi Berjuang Mati-Matian untuk PSI, Adi Prayitno: PSI Jadi Arena Uji Kekuatan Politik Kaesang

Oleh Pimpinan Redaksi Β· Februari 1, 2026 Β· 3 menit baca Penulis Terverifikasi
AA1VprOc.jpg
βœ“ Penulis Verified

Jokowi dan Uji Kekuatan Politik di Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menyampaikan pandangan mengenai peran Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam konteks politik nasional. Menurutnya, PSI menjadi arena uji kekuatan politik bagi Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Hal ini bukan sekadar untuk melihat apakah Jokowi masih memiliki pengaruh yang besar di dunia politik, meskipun ia tidak lagi terafiliasi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) atau menjabat sebagai presiden.

Adi menjelaskan bahwa dukungan Jokowi terhadap PSI bukan hanya tentang membuktikan kemampuannya, tetapi lebih pada bagaimana partai tersebut mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan politik. Ia menegaskan bahwa PSI membutuhkan strategi dan komitmen kuat agar bisa memperluas jangkauannya dan mencapai target yang lebih tinggi.

Dukungan Jokowi untuk PSI

Jokowi sendiri telah dua kali menyatakan dukungannya untuk PSI. Pertama, saat Kongres PSI di Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, pada 19 Juli 2025. Kedua, saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan, pada 31 Januari 2026. Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan bahwa dirinya akan bekerja keras demi partai yang dipimpin oleh putra bungsunya, Kaesang Pangarep.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengatakan: β€œSaudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI.” Ia juga menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung PSI secara penuh. Pernyataan itu disambut antusias oleh peserta Rakernas, yang memberikan tepuk tangan meriah.

PSI Sebagai Partai Baru yang Memiliki Potensi Besar

Menurut Jokowi, PSI adalah partai yang cerdas dan memiliki visi jangka panjang. Ia menilai bahwa perubahan logo dari tangan dan mawar menjadi gajah menggambarkan kecerdasan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh partai tersebut. “Artinya PSI adalah partai cerdas. Anggotanya kader yang cerdas,” ujarnya.

Selain itu, Jokowi menyampaikan pandangannya mengenai posisi PSI dalam peta politik nasional. Ia menilai bahwa PSI memiliki prospek yang baik di masa depan. “Saya melihat PSI ini adalah masa depan partai politik Indonesia,” katanya.

Jokowi sebagai Arahan Politik, Bukan Hanya Motivator

Adi Prayitno juga menanggapi pernyataan Jokowi bahwa dirinya hadir dalam Rakernas PSI sebagai motivator. Menurut Adi, pidato dan dukungan Jokowi bukan sekadar sambutan biasa, tetapi sudah masuk dalam kategori arahan politik. Ia menjelaskan bahwa PSI memiliki mimpi besar untuk menjadi partai besar, sehingga struktur organisasinya harus diperkuat dari pusat hingga tingkat RT dan RW.

Adi menegaskan bahwa arahan politik Jokowi merupakan bentuk dukungan yang lebih dalam. “Arahan politiknya adalah karena ya PSI itu punya mimpi besar, ingin jadi partai besar, maka strukturnya harus besar,” ujarnya.

Target PSI yang Harus Lebih Tinggi

Jokowi juga menyampaikan bahwa PSI memiliki peluang untuk lolos ke parlemen. Namun, ia menekankan bahwa target partai tidak boleh berhenti pada capaian minimal. “Ya kalau yang saya lihat, kalau untuk masuk Senayan dengan struktur yang ada sekarang ini, dengan semangat yang ada sekarang ini insyaallah tidak ada masalah. Tapi targetnya bukan itu,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pengurus PSI untuk bekerja keras dan mati-matian demi partai. “Masih sanggup lah [turun ke daerah], pesannya seluruh jajaran pengurus harus bekerja keras, harus bekerja mati-matian, harus bekerja habis-habisan untuk partai dan nanti larinya untuk negara,” jelasnya.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, dukungan Jokowi terhadap PSI menunjukkan bahwa ia masih memiliki pengaruh besar dalam dinamika politik nasional. Meski tidak lagi menjadi presiden, Jokowi tetap aktif dalam mendukung partai yang dipimpin oleh putra bungsunya. Dengan visi dan strategi yang jelas, PSI berpotensi menjadi partai penting di masa depan.

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama β€œKompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

πŸ’¬ Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

β˜• Traktir Kopi

Pimpinan Redaksi telah mempublikasikan 1,480 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia