Bandung β Meningkatnya kecelakaan lalu lintas di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta (Bypass) Kota Bandung kembali menjadi perhatian masyarakat. Jalur arteri yang menjadi salah satu akses utama keluar masuk Kota Bandung tersebut dinilai semakin berbahaya, terutama bagi pengendara sepeda motor yang setiap hari melintas di jalur cepat.
Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah kecelakaan yang melibatkan sepeda motor kembali terjadi di beberapa titik di ruas Jalan Soekarno-Hatta. Kondisi tersebut memunculkan harapan agar jajaran Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung meningkatkan patroli, penertiban, serta penegakan hukum terhadap berbagai pelanggaran lalu lintas yang masih sering ditemukan.
Menurut sejumlah pengguna jalan, kepadatan kendaraan yang didominasi truk logistik, bus, mobil pribadi, dan sepeda motor membuat jalur tersebut memiliki tingkat risiko kecelakaan yang cukup tinggi apabila disiplin berlalu lintas tidak ditegakkan secara konsisten.
“Jalur ini sebenarnya sudah memiliki pembagian lajur yang jelas. Namun masih banyak pengendara motor yang menggunakan lajur kanan secara terus-menerus, berpindah jalur tanpa memberikan lampu sein, bahkan menyalip dari sisi kiri kendaraan besar. Kondisi seperti ini sangat membahayakan,” ujar salah seorang pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.
Jalur Arteri dengan Mobilitas Tinggi
Jalan Soekarno-Hatta merupakan salah satu ruas arteri nasional yang menghubungkan berbagai kawasan industri, pusat distribusi, serta akses menuju sejumlah pintu tol di Bandung. Volume kendaraan yang tinggi membuat arus lalu lintas relatif padat hampir sepanjang hari.
Di sisi lain, kendaraan berat seperti truk trailer dan kendaraan angkutan barang juga mendominasi jalur tersebut. Kombinasi antara kecepatan kendaraan dan padatnya lalu lintas membuat kesalahan kecil dapat berujung pada kecelakaan fatal.
Pengamat transportasi menilai karakteristik jalan seperti ini membutuhkan disiplin tinggi dari seluruh pengguna jalan.
“Pengendara sepeda motor merupakan kelompok paling rentan ketika berada di jalur arteri. Mereka harus menghindari blind spot kendaraan besar, menjaga jarak aman, serta menggunakan lajur sesuai ketentuan,” katanya.
Harapan kepada Polantas Kota Bandung
Masyarakat berharap aparat kepolisian dapat kembali mengintensifkan pengawasan di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore ketika aktivitas masyarakat meningkat.
Penertiban diharapkan tidak hanya berupa penindakan terhadap pelanggaran, tetapi juga edukasi kepada pengguna jalan mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Beberapa bentuk pelanggaran yang masih sering ditemui di antaranya:
- Penggunaan lajur kanan oleh sepeda motor secara terus-menerus.
- Berpindah jalur tanpa memberi isyarat.
- Melawan arus di beberapa akses putar balik.
- Berhenti di bahu jalan tanpa keadaan darurat.
- Tidak menggunakan helm standar.
- Menggunakan telepon genggam saat berkendara.
Menurut warga, patroli rutin akan memberikan efek pencegahan sehingga pengguna jalan lebih disiplin.
Keselamatan Harus Menjadi Prioritas
Selain penegakan hukum, masyarakat juga berharap dilakukan evaluasi terhadap rambu-rambu, marka jalan, penerangan, serta fasilitas keselamatan di sepanjang ruas Soekarno-Hatta.
Keberadaan jalur cepat dengan volume kendaraan tinggi menuntut seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan.
Pengendara sepeda motor diimbau agar tidak memaksakan menyalip kendaraan besar, menjaga jarak aman, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta mematuhi aturan penggunaan lajur.
Imbauan untuk Bersama Menekan Angka Kecelakaan
Keselamatan lalu lintas tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga seluruh pengguna jalan. Disiplin berlalu lintas merupakan faktor utama dalam mencegah kecelakaan yang dapat merenggut korban jiwa.
Melalui peningkatan patroli, penegakan hukum yang konsisten, edukasi kepada masyarakat, serta kesadaran pengguna jalan untuk mematuhi peraturan, diharapkan angka kecelakaan di Jalan Soekarno-Hatta Bandung dapat ditekan.
Masyarakat berharap langkah preventif dapat segera dilakukan agar jalur Bypass Soekarno-Hatta tidak terus menjadi lokasi kecelakaan yang memakan korban, khususnya di kalangan pengendara sepeda motor. Keselamatan di jalan merupakan kepentingan bersama yang harus dijaga oleh seluruh pihak.
Seluruh isi, data, opini, klaim, gambar, tautan, dan materi dalam artikel ini menjadi tanggung jawab penulis, yaitu reni hartuti. Pengelola situs tidak selalu memiliki kendali editorial atas materi yang dikirimkan penulis. Status penulis: Terverifikasi.
π₯ Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Kata Kunci Terkait
Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.
Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama βKompasiaβ digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.
Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.
Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.
Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.