---
title: "Pengenalan Pemanasan Berbasis Permainan Dalam Pembelajaran PJOK Studi pada Murid Kelas X SMA Negeri 1 Minggir"
url: https://kompasia.com/pengenalan-pemanasan-berbasis-permainan-dalam-pembelajaran-pjok-studi-pada-murid-kelas-x-sma-negeri-1-minggir/
date: 2026-09-23
modified: 2026-09-23
lang: id
author: "Nuzulli Arifianto nuzulliarifianto.2023"
description: "Pemanasan (warming-up) merupakan tahapan penting dalam pembelajaran PJOK, namun seringkali dianggap monoton dan kurang menarik oleh murid berupa lari keliling lapangan atau peregangan statis. Untuk mengatasi hal tersebut, dikembangkan pendekatan..."
categories:
  - "Olahraga"
image: https://kompasia.com/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-03-at-15.27.59-768x1024.jpeg
word_count: 264
---

# Pengenalan Pemanasan Berbasis Permainan Dalam Pembelajaran PJOK Studi pada Murid Kelas X SMA Negeri 1 Minggir

Pemanasan (*warming-up*) merupakan tahapan penting dalam pembelajaran PJOK, namun seringkali dianggap monoton dan kurang menarik oleh murid berupa lari keliling lapangan atau peregangan statis. Untuk mengatasi hal tersebut, dikembangkan pendekatan pemanasan berbasis permainan (*game-based warming-up)* yang dikenalkan kepada murid kelas X SMA Negeri 1 Minggir agar pemanasan lebih menyenangkan, interaktif, dan tetap memenuhi fungsi fisiologisnya.

Pendekatan ini diperkenalkan oleh Nuzulli Arifianto, mahamurid Program Studi PJKR Universitas Negeri Yogyakarta yang tengah menjalani praktik pengalaman lapangan di SMA Negeri 1 Minggir. Permainan pemanasan dirancang dengan prinsip *low-organized games*: aturan sederhana, tanpa peralatan rumit, dapat diikuti seluruh murid, serta tetap mencapai tujuan pemanasan yaitu meningkatkan denyut jantung, suhu tubuh, dan kelenturan otot. Bentuknya antara lain permainan estafet, permainan reaksi kelompok, dan kompetisi ringan antar-kelompok kecil.

Murid dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dan mengikuti instruksi permainan yang disusun. Respons murid sangat positif, ditandai meningkatnya keterlibatan aktif, antusiasme, serta interaksi sosial selama pemanasan berlangsung, jauh berbeda dari suasana pemanasan konvensional sebelumnya.

Inovasi ini mendapat apresiasi dari guru pamong PJOK di SMA Negeri 1 Minggir:

"Pendekatan pemanasan berbentuk permainan yang diperkenalkan oleh Nuzulli sangat menarik. Murid menjadi lebih antusias dan tidak merasa terbebani. Saya sangat setuju metode ini terus dikembangkan." Pendapat Bapak Lukas, Guru Pamong PJOK

Pemanasan berbasis permainan terbukti meningkatkan motivasi dan antusiasme murid, tetap memenuhi fungsi fisiologis pemanasan, melatih kerja sama serta pengambilan keputusan cepat, dan menciptakan suasana belajar yang tidak monoton. Hal ini sejalan dengan SDGs 3 yaitu kehidupan sehat dan sejahtera. Dukungan positif dari Bapak Lukas memperkuat bahwa inovasi Nuzulli Arifianto ini layak dikembangkan dan diterapkan lebih luas untuk pembelajaran PJOK yang lebih bermakna dan menyenangkan.