AA1S78Tv.jpg
Persib Bandung Kembali Dihukum oleh AFC Akibat Pelanggaran di ACL 2
Persib Bandung kembali menerima sanksi berat dari AFC setelah melakukan pelanggaran selama pertandingan di ajang AFC Champions League Two (ACL 2). Keputusan ini diambil oleh Komite Disiplin AFC dan resmi dikeluarkan pada 21 Januari 2026. Sanksi ini terkait dengan peristiwa yang terjadi saat Persib menghadapi Bangkok United dalam laga pamungkas Grup G, yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 10 Desember 2025.
- persib bandung kembali dihukum oleh afc akibat pelanggaran di acl 2 persib bandung kembali menerima sanksi berat dari afc setelah melakukan pelanggaran selama pertandingan di ajang afc champions league two (acl 2).
- keputusan ini diambil oleh komite disiplin afc dan resmi dikeluarkan pada 21 januari 2026.
- sanksi ini terkait dengan peristiwa yang terjadi saat persib menghadapi bangkok united dalam laga pamungkas grup g, yang digelar di stadion gelora bandung lautan api pada 10 desember 2025.
- pada laga tersebut, oknum suporter persib, yaitu bobotoh, terbukti menyalakan flare yang melanggar aturan keselamatan dan keamanan.
Daftar Isi
Pada laga tersebut, oknum suporter Persib, yaitu Bobotoh, terbukti menyalakan flare yang melanggar aturan keselamatan dan keamanan. AFC menemukan bahwa sebanyak sembilan buah flare dinyalakan selama pertandingan. Hal ini menjadi salah satu alasan utama bagi AFC untuk menjatuhkan denda kepada klub asal Bandung tersebut.
Denda yang Harus Dibayar oleh Persib Bandung
Sebagai akibat dari pelanggaran tersebut, Persib Bandung harus membayar total denda sebesar USD30.000 (setara dengan Rp503 juta). Denda ini terdiri dari beberapa bagian:
- USD20.000 (Rp335 juta): Denda atas pelanggaran terkait perilaku penonton, sesuai dengan Pasal 65.1 Kode Disiplin dan Etika AFC.
- USD5.000 (Rp83,8 juta): Denda atas pelanggaran terkait akses jalan umum dan keselamatan penonton, sesuai dengan Pasal 35 Peraturan Keamanan dan Keselamatan AFC.
- USD5.000 (Rp83,8 juta): Denda atas pelanggaran terkait tata kelola pertandingan, sesuai dengan Pasal 64.1 Kode Disiplin dan Etika AFC.
Selain denda finansial, Persib juga dinilai gagal memastikan keselamatan dan keamanan para suporter. AFC menyebutkan bahwa klub tidak mampu mencegah oknum suporter untuk menyalakan flare, sehingga mengganggu kelancaran jalur evakuasi dan keselamatan penonton.
Pelanggaran yang Dilakukan oleh Persib Bandung
Beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh Persib Bandung antara lain:
- Penonton dari kelompok Persib melepaskan setidaknya sembilan alat pembakar (flare) selama pertandingan.
- Klub gagal memastikan bahwa semua jalan umum, koridor, tangga, pintu, gerbang, dan jalur darurat bebas dari halangan apa pun yang dapat menghambat pergerakan dan keselamatan penonton.
- Persib tidak mampu memenuhi kewajibannya untuk mematuhi dan menerapkan peraturan keselamatan serta memastikan ketertiban di stadion.
Ancaman Sanksi Berikutnya
Sanksi dari AFC tentu akan menjadi peringatan bagi Persib Bandung agar lebih waspada dalam menghadapi kompetisi berikutnya. Klub akan menghadapi fase gugur ACL 2 musim ini, di mana mereka akan bertemu Ratchaburi FC pada babak 16 besar. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 18 Februari 2026.
Untuk menghindari sanksi tambahan, Persib harus memastikan tidak ada pelanggaran sama sekali, baik dari segi keamanan maupun perilaku suporter. AFC telah menegaskan bahwa setiap pelanggaran akan ditindak tegas, termasuk jika terjadi lagi penyalakan flare atau gangguan di area stadion.
Langkah yang Harus Diambil oleh Persib
Persib Bandung diwajibkan membayar denda sebesar USD30.000 dalam waktu 30 hari sejak keputusan ini dikeluarkan. Selain itu, klub harus meningkatkan pengawasan terhadap suporter dan memperkuat koordinasi dengan pihak berwenang guna memastikan keamanan selama pertandingan. Dengan langkah-langkah ini, Persib diharapkan dapat menghindari sanksi serupa di masa depan.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Edukasi Sistem Parkir Wisata Non-Tunai bersama KelolaWisata.com : Solusi Digital untuk Pengelolaan Wisata Modern
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
- Manless Ticket Dispenser Standar Internasional: Spesifikasi Lengkap
Share this content:
