Universitas Gadjah Mada UGM berikan tanggapan soal isu ijazah palsu Jokowi.jpg
Pemeriksaan Saksi dalam Kasus Ijazah Palsu Presiden Joko Widodo
Jurnalis dan Youtuber Edy Mulyadi telah selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Proses pemeriksaan berlangsung di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Selasa (10/2/2026), dengan durasi sekitar 4 jam.
- pemeriksaan saksi dalam kasus ijazah palsu presiden joko widodo jurnalis dan youtuber edy mulyadi telah selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan ijazah palsu presiden ke-7 ri, joko widodo.
- proses pemeriksaan berlangsung di mapolda metro jaya, jakarta selatan, pada selasa (10/2/2026), dengan durasi sekitar 4 jam.
- selama pemeriksaan, edy mengatakan bahwa penyidik menanyakan sebanyak 18 pertanyaan.
- fokus utamanya adalah terkait peristiwa kunjungan ke universitas gadjah mada (ugm) pada 15 april 2025.
Daftar Isi
Selama pemeriksaan, Edy mengatakan bahwa penyidik menanyakan sebanyak 18 pertanyaan. Fokus utamanya adalah terkait peristiwa kunjungan ke Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 15 April 2025. Menurutnya, pertanyaan yang diajukan berkisar pada peristiwa doorstop di UGM, sebuah momen yang sempat menimbulkan perdebatan antara para pihak.
Edy menceritakan bahwa saat itu dirinya hadir dalam pertemuan antara Roy Suryo Cs bersama aktivis dan pihak rektorat serta dekanat UGM. Dalam kesempatan tersebut, ia memastikan bahwa dirinya bertindak sebagai wartawan senior yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya.
Video hasil liputannya tentang kejadian tersebut masih tersimpan di channel @QNCOpposite. Edy juga menjelaskan bahwa setelah pertemuan tersebut, Roy Suryo Cs memberikan keterangan kepada awak media. Menurutnya, Rismon keluar lebih dahulu dari pertemuan dan langsung menghadapi serangan dari awak media, kemudian Roy dan Tifa menyusul keluar. Edy menyebutkan bahwa dirinya memberikan dua tautan video YouTube yang menunjukkan proses liputan di UGM.
Menurut Edy, Roy Suryo Cs merasa kecewa karena UGM yang sebelumnya disebut memiliki tingkat keterbukaan dan transparansi informasi tinggi, ternyata tidak sesuai harapan. Mereka sebelumnya dijanjikan akan diberi akses 24 hingga 34 jenis dokumen oleh pihak UGM. Namun, hingga akhir pertemuan, dokumen-dokumen tersebut belum juga diberikan.
Pertemuan tersebut juga diwarnai perdebatan antara para pihak. Edy menjelaskan bahwa Roy Suryo nyaris meninggalkan pertemuan karena ketidakpuasan terhadap sikap UGM. Bahkan, dr. Tifauzia Tyassuma menyampaikan permintaan agar UGM tidak menutup-nutupi dokumen ijazah atau skripsi milik Joko Widodo.
“Tifa menyampaikan bahwa mereka ingin UGM tidak menjadi benteng kebohongan. Ia melihat bahwa semua tindakan UGM selama pertemuan tersebut bertujuan untuk menutupi,” ujar Edy.
Saksi Fakta Lain yang Diperiksa
Selain Edy Mulyadi, saksi fakta lain yang diperiksa hari ini adalah Yulianto, mantan Ketua Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta. Proses pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya kubu Roy Suryo Cs dalam menuntut keadilan atas dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo.
Kubu Roy Suryo Cs juga akan menghadirkan enam orang ahli tambahan dalam kasus ini. Salah satu di antaranya adalah eks Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno. Hal ini diungkapkan oleh kuasa hukum Roy Suryo Cs, Jahmada Girsang, kepada wartawan.
Menurutnya, pengajuan saksi dan ahli dilakukan karena berkas perkara telah memasuki tahap P19. Dasar pengajuan tersebut didasarkan pada aturan hukum yang berlaku, yaitu KUHAP Pasal 39. Berdasarkan aturan ini, semua saksi dan ahli yang diajukan wajib diperiksa oleh penyidik.
Jahmada menjelaskan bahwa dua saksi yang dihadirkan pada Selasa (10/2/2026) ini salah satunya pernah bekerja di Komisi Informasi Jakarta. Komjen Pol (Purn) Oegroseno akan memberikan penjelasan terkait hukum acara pidana. “Ahli kepolisian dan ahli hukum acara pidana, ini kita nantikan. Ahli lain saya tidak bisa menyebutkan namanya karena orangnya sangat penting bagi bangsa dan negara ini,” katanya.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Edukasi Sistem Parkir Wisata Non-Tunai bersama KelolaWisata.com : Solusi Digital untuk Pengelolaan Wisata Modern
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
- Manless Ticket Dispenser Standar Internasional: Spesifikasi Lengkap
Share this content:
