Jenis miras mematikan tewaskan 5 orang di Jepara diselidiki polisi

Penyelidikan Terhadap Kematian Lima Orang Akibat Minuman Beralkohol Oplosan di Jepara Kasus kematian lima warga Jepara akibat minuman beralkohol oplosan…
1 Min Read 0 4

Penyelidikan Terhadap Kematian Lima Orang Akibat Minuman Beralkohol Oplosan di Jepara

Kasus kematian lima warga Jepara akibat minuman beralkohol oplosan yang menimpa enam korban masih menjadi perhatian serius dari aparat kepolisian. Kejadian ini terjadi di sebuah kafe karaoke yang berada dalam pemukiman penduduk Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara. Dari keenam korban, lima di antaranya meninggal dunia dan satu orang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Seluruh korban sebelumnya menenggak minuman beralkohol yang diduga sama jenisnya pada rentang waktu Sabtu (7/2/2025) malam hingga Minggu (8/2/2026) malam. Lokasi kejadian berada di sebuah bangunan yang digunakan sebagai tempat karaoke sederhana. Tempat tersebut biasa digunakan untuk nongkrong oleh masyarakat sekitar, baik kalangan remaja maupun dewasa.

Beberapa korban berasal dari berbagai daerah, seperti Dukuh Demeling, Desa Suwawal Kecamatan Mlonggo dengan dua korban berinisial A dan K, dua korban lainnya berinisial NA dan S asal Suwawal Timur, serta satu korban berinisial DH asal Bulungan, Kecamatan Pakis Aji. Sementara satu korban yang masih dirawat di rumah sakit berinisial E diduga sebagai penyaji minuman beralkohol yang juga ikut meminum.

Proses Penyelidikan oleh Polres Jepara

Menanggapi kasus ini, Kapolres Jepara, AKBP Hadi Kristanto melalui Kasihumas Polres Jepara, AKP Dwi Prayitna menyatakan bahwa jajaran Satreskrim Polres Jepara telah melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut. Pihak kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian pada Selasa (10/2/2026) siang. Garis polisi telah dipasang di lokasi tersebut, dan pihak kepolisian juga sedang mencari barang bukti serta mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang terkait.

Sampai saat ini, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan apakah minuman beralkohol yang dikonsumsi korban memang oplosan atau tidak. Beberapa saksi juga telah dibawa ke Polres Jepara untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kronologi Kematian Lima Orang

Insiden ini bermula ketika enam orang berkumpul di kafe karaoke tersebut pada Minggu (8/2/2026) siang. Salah satu dari mereka bertugas sebagai peracik minuman oplosan. Awalnya, tidak ada tanda-tanda gangguan kesehatan setelah semua korban menenggak minuman tersebut. Namun, pada malam hari, satu orang warga Bulungan dilarikan ke rumah sakit dan meninggal dunia.

Kejadian berlanjut pada Senin (9/2/2026) pagi hingga malam hari ketika tiga korban lainnya meninggal menyusul. Korban terakhir meninggal pada Selasa (10/2/2026) pagi. Selain lima korban meninggal, satu orang lagi masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Informasi dari Saksi

Berdasarkan keterangan saksi yang tidak ingin disebutkan namanya, tempat tersebut sudah cukup lama digunakan sebagai tempat karaoke dan tongkrongan sembari minum-minuman beralkohol. Pengelola tempat usaha menyediakan minuman beralkohol dalam bentuk gelasan, di mana pengunjung bisa memesan sesuai keinginan dan kemudian pulang.

Menurut saksi, semua korban yang meninggal dan dirawat semuanya meminum minuman beralkohol yang diracik oleh korban berinisial E pada Minggu siang. Beberapa korban meninggal di rumah sakit, sementara yang lain meninggal di rumah. Keenam korban tersebut tidak berasal dari satu kelompok, tetapi datang sendiri-sendiri dan kebetulan bertemu di waktu bersama.

Status Penanganan Kasus

Saat ini, kejadian tersebut masih dalam penanganan Satreskrim Polres Jepara. Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian para korban. Tidak hanya itu, aparat juga berupaya memastikan apakah ada pelaku lain yang terlibat dalam penyediaan minuman beralkohol oplosan tersebut.

444SHARES8.5kVIEWS

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

Redaksi Kompasia