Rabu, 23 September 2026Indonesia
Kompasia
Humaniora

GEMA PARIS UI 2026: Mahasiswa Pariwisata UI Hadirkan Edukasi, Pelestarian Budaya, dan Aksi Lingkungan di Desa Nagrak

Oleh Nasya Grace · September 23, 2026 · 5 menit baca Penulis Belum Terverifikasi
Mahasiswa Pariwisata UI Dorong Literasi, Pelestarian Budaya, dan Kepedulian Lingkungan di Desa Nagrak SukabumiDepok, — Pendidikan, budaya, dan pariwisata tidak hanya berbicara tentang pengetahuan di ruang kelas. Ketiganya juga dapat menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat ketika diterapkan secara langsung dan kolaboratif. Semangat inilah yang dibawa mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), melalui Gerakan Mahasiswa Pariwisata Peduli Desa (GEMA PARIS UI) 2026 di Kampung Cibatu Legok, Desa Nagrak, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.Mengusung tema “Menanamkan Kesadaran Berbudaya kepada Generasi Muda”, GEMA PARIS UI 2026 dilaksanakan pada 11–13 Juni 2026 dengan menghadirkan rangkaian program yang menggabungkan pendidikan, literasi, pelestarian budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program, tetapi juga membangun keterlibatan masyarakat melalui pendekatan yang partisipatif.Salah satu langkah awal dilakukan melalui Suwun Warga, yaitu kunjungan mahasiswa ke sekitar 50 rumah warga. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan rangkaian program sekaligus membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat. Pendekatan ini mendorong warga untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut terlibat dalam berbagai kegiatan yang berlangsung selama program.Membangun Ruang Literasi untuk Generasi MudaSalah satu kontribusi yang dihadirkan mahasiswa adalah pembangunan Pojok Baca Madrasah Desa di Madrasah Al-Ikhlas melalui kolaborasi dengan Komunitas Literasi Remaja Tambun Selatan.Kehadiran ruang literasi tersebut diharapkan dapat menjadi fasilitas belajar yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh anak-anak Desa Nagrak. Pojok baca tidak hanya menjadi tempat untuk membaca, tetapi juga menjadi ruang yang mendorong anak-anak untuk mengenal pengetahuan dan mengembangkan kebiasaan belajar.Upaya tersebut kemudian diperkuat melalui pendidikan nonformal bagi anak-anak dan remaja. Mahasiswa memberikan pendampingan dalam kegiatan mengaji, membaca, menulis, berhitung, bahasa Inggris, hingga public speaking dengan pendekatan yang interaktif.Menanamkan Kepedulian Lingkungan dari Lingkungan TerdekatSelain pendidikan, GEMA PARIS UI 2026 membawa perhatian terhadap persoalan lingkungan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.Melalui sosialisasi “Bangun Kesadaran, Stop Buang Sampah Sembarangan”, sekitar 40 warga, khususnya ibu-ibu pengajian di Masjid Al-Ikhlas, mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan peresmian tempat sampah minim asap sebagai salah satu upaya untuk mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat.Mahasiswa juga melakukan kegiatan pembersihan saluran air bersama masyarakat. Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dibangun melalui edukasi sekaligus aksi nyata yang melibatkan masyarakat secara langsung.Mengenalkan Budaya dan Pariwisata kepada Generasi MudaMemasuki hari kedua, mahasiswa hadir di SD Cibatu Nagrak dan berinteraksi dengan sekitar 130 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Materi yang diberikan mencakup budaya Indonesia, pariwisata, kepedulian terhadap lingkungan, bahasa Inggris, dan public speaking.Pembelajaran dikemas secara menyenangkan dan interaktif agar siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki ruang untuk mengenal serta menghargai budaya Indonesia sejak usia dini.Bagi mahasiswa Manajemen Bisnis Pariwisata, pengenalan budaya dan pariwisata kepada generasi muda menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran terhadap potensi lokal. Pengetahuan mengenai budaya dapat menjadi fondasi dalam menciptakan pengalaman pariwisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga menghargai identitas dan kehidupan masyarakat setempat.Kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat kemudian diperkuat melalui pertandingan olahraga bersama remaja desa serta kegiatan nonton layar tancap yang diikuti anak-anak dan orang tua. Rangkaian tersebut menjadi ruang interaksi informal yang mempererat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, dan keluarga di Desa Nagrak.Budaya Menjadi Puncak PerayaanPuncak GEMA PARIS UI 2026 ditandai dengan penyelenggaraan acara kebudayaan yang melibatkan siswa SD Cibatu Nagrak. Para siswa mendapatkan kesempatan untuk menampilkan berbagai kesenian, mulai dari lagu daerah, tari tradisional, pembacaan puisi, hingga pencak silat.Tidak berhenti pada pertunjukan, berbagai perlombaan budaya juga menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, dan rasa percaya diri. Kegiatan tersebut sekaligus menghadirkan pengalaman bahwa budaya bukan sekadar sesuatu yang dipelajari, tetapi dapat dirasakan, dipraktikkan, dan dirayakan bersama.Antusiasme masyarakat juga terlihat dari apresiasi Ketua RT 21 Kampung Cibatu Legok, Desa Nagrak, Jujuh Juhana. Ia menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak sekaligus edukasi mengenai lingkungan bagi masyarakat.“Anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, masyarakat juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan, dan yang paling berkesan adalah mahasiswa benar-benar membaur dengan warga,” ujarnya.Dari Kampus untuk MasyarakatDirektur Program Pendidikan Vokasi UI, Dr. Safrin Arifin, S.K.M., S.St., M.Sc., turut mengapresiasi semangat mahasiswa dalam menghadirkan pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi dan pemberdayaan.Menurutnya, kegiatan seperti GEMA PARIS UI merupakan implementasi nyata tridarma perguruan tinggi karena mempertemukan pendidikan, keterampilan profesional, dan kebutuhan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.“Mahasiswa vokasi tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik dan keterampilan profesional, tetapi juga kepekaan sosial serta kemampuan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan di masyarakat,” ungkap Safrin.Hal senada disampaikan Khalisha Zahira, Ketua Pelaksana GEMA PARIS UI 2026 sekaligus mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata. Menurutnya, pengalaman selama pengabdian menunjukkan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh rangkaian kegiatan yang telah dirancang, tetapi juga oleh kemampuan mahasiswa membangun kepercayaan dan kebersamaan dengan masyarakat.“Melalui GEMA PARIS UI 2026, kami menyadari bahwa kegiatan pengmas bukan hanya tentang menjalankan program yang telah dirancang, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan kebersamaan dengan masyarakat,” ujar Khalisha.Mendorong Pariwisata yang BerkelanjutanRangkaian GEMA PARIS UI 2026 juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa terhadap pembangunan berkelanjutan. Program literasi dan pendidikan mendukung SDG 4: Quality Education, sementara edukasi pengelolaan sampah dan aksi lingkungan berkontribusi terhadap SDG 11: Sustainable Cities and Communities dan SDG 12: Responsible Consumption and Production.Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa, sekolah, komunitas literasi, dan masyarakat menunjukkan pentingnya SDG 17: Partnerships for the Goals dalam menciptakan program yang memberikan manfaat lebih luas.Bagi mahasiswa Manajemen Bisnis Pariwisata Vokasi UI, pengabdian masyarakat menjadi ruang untuk menerapkan kompetensi yang dipelajari di bangku kuliah sekaligus memahami bahwa pembangunan pariwisata tidak dapat dipisahkan dari masyarakat, budaya, dan lingkungan.Melalui GEMA PARIS UI 2026, mahasiswa tidak hanya datang untuk melaksanakan program, tetapi belajar untuk hadir, berkolaborasi, dan menciptakan dampak. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya HIMTA UI untuk terus menghadirkan pengabdian yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, pendidikan, pelestarian budaya, dan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.
Disclaimer Penulis
Seluruh isi, data, opini, klaim, gambar, tautan, dan materi dalam artikel ini menjadi tanggung jawab penulis, yaitu Nasya Grace. Pengelola situs tidak selalu memiliki kendali editorial atas materi yang dikirimkan penulis. Status penulis: Belum Terverifikasi.

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama “Kompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

đź’¬ Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Tentang Penulis

Nasya Grace

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia