AA20ctP0.jpg
Target Investasi NTB pada 2026 Capai Rp64 Triliun
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki target yang cukup tinggi dalam realisasi investasi pada tahun 2026. Diharapkan, angka tersebut mencapai sebesar Rp64 triliun, naik sekitar Rp2,9 triliun dibandingkan realisasi pada 2025 yang berada di kisaran Rp61,10 triliun. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi.
- target investasi ntb pada 2026 capai rp64 triliun pemerintah provinsi nusa tenggara barat (ntb) memiliki target yang cukup tinggi dalam realisasi investasi pada tahun 2026.
- diharapkan, angka tersebut mencapai sebesar rp64 triliun, naik sekitar rp2,9 triliun dibandingkan realisasi pada 2025 yang berada di kisaran rp61,10 triliun.
- hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi.
- realisasi investasi di ntb pada 2025 masih didominasi oleh sektor tambang, kemudian diikuti oleh pariwisata dan ekonomi kreatif.
Daftar Isi
Realisasi investasi di NTB pada 2025 masih didominasi oleh sektor tambang, kemudian diikuti oleh pariwisata dan ekonomi kreatif. Berdasarkan lokasi, investasi terbesar terealisasi di Kabupaten Sumbawa Barat, yang merupakan kawasan tambang dengan realisasi mencapai Rp46 triliun. Diikuti oleh Kabupaten Lombok Tengah dan Kota Mataram sebagai wilayah lain yang juga memberikan kontribusi signifikan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Irnadi Kusuma, menjelaskan bahwa target investasi tersebut membutuhkan strategi yang tepat agar bisa dicapai. Salah satu langkah yang dilakukan adalah aktif melakukan promosi investasi melalui berbagai kanal, seperti pameran investasi, forum nasional maupun internasional, serta kolaborasi lintas sektor seperti Dinas Pariwisata dan Bank Indonesia.
Strategi Promosi Investasi yang Dilakukan
Salah satu strategi utama adalah membentuk wadah promosi bersama antara DPMPTSP dan Dinas Pariwisata. Hal ini dilakukan karena sektor pariwisata tidak bisa berkembang tanpa adanya investasi. Selain itu, pemerintah juga banyak memanfaatkan forum investasi nasional untuk menarik minat investor.
Selain itu, Pemprov NTB juga sedang membidik negara-negara baru sebagai sumber Penanaman Modal Asing (PMA). Sebelumnya, pihaknya lebih fokus pada negara-negara Timur Tengah sebagai sumber investasi asing. Namun, situasi perang di kawasan Timur Tengah antara Iran vs AS-Israel membuat pihaknya harus mencari investor baru dari negara-negara luar Timur Tengah, seperti Eropa, Oseania, Asia Timur, dan beberapa negara di Asia Tenggara.
Untuk memudahkan proses promosi, Pemprov NTB telah menyediakan dokumen yang disebut Investment Project Ready to Offer (IPRO). Dokumen ini berisi tujuh sektor unggulan NTB, termasuk lokasi yang sudah clear & clear. Meski demikian, Irnadi mengakui bahwa terbatasnya anggaran menjadi tantangan dalam promosi langsung ke luar negeri maupun partisipasi di banyak forum. Oleh karena itu, pihaknya memanfaatkan saluran digital sebagai alternatif.
Dukungan dari Bank Indonesia
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) juga aktif mendukung masuknya investasi ke NTB melalui Regional Investment Relation Unit (RIRU), sebuah lembaga fungsional yang bertugas mempromosikan proyek investasi di NTB dan mendukung sektor prioritas nasional secara terarah dan berbasis market intelligence.
Salah satu upaya yang akan dilakukan pada tahun 2026 adalah sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah melalui Sasambo Investment Challenge, sebuah platform kurasi, pendampingan, serta promosi proyek investasi daerah. Rangkaian kegiatan Sasambo Investment Challenge mencakup capacity building, incubator, dan summit yang bekerja sama dengan OPD terkait.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjaring dan meningkatkan kualitas proyek-proyek investasi potensial yang berasal dari Pemda, BUMD, maupun pemilik proyek lainnya agar siap ditawarkan kepada investor nasional maupun global. Selain itu, BI juga secara berkala mempublikasikan berbagai proyek investasi potensial di NTB melalui presentation book yang dapat diakses melalui website Sasambo.
Sektor Prioritas Investasi
Berdasarkan market intelligence, sektor prioritas investasi di NTB antara lain energi baru terbarukan (EBT), industrialisasi dan hilirisasi, infrastruktur strategis, serta pariwisata. Proyek EBT seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur, serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Lombok Tengah, telah menarik minat investor dari berbagai negara.
Sementara itu, sektor industrialisasi dan hilirisasi diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah, baik di sektor pertambangan maupun pertanian. Infrastruktur strategis seperti Jalan Bypass Mandalika, Pelabuhan Gili Mas, serta proyek infrastruktur lainnya juga menjadi prioritas.
Di sektor pariwisata, NTB memiliki objek wisata utama seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Gili Tramena, Wisata Paus Hiu, dan Gunung Rinjani. Minat investor terhadap sektor energi terbarukan, pariwisata, serta industri pengolahan berbasis sumber daya lokal semakin meningkat.
Kebijakan yang Diperlukan untuk Menarik Investor
Ekonom Universitas Mataram, Firmansyah, menilai bahwa untuk lebih menarik minat investor, pemerintah perlu menyiapkan insentif serta perangkat kebijakan yang memudahkan investasi. Ia menyarankan agar pemerintah memetakan kawasan investasi beserta insentif bagi investor agar lebih efektif dalam menarik minat para pelaku usaha.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Upgrade ke Parkir Cashless 2026: Strategi Ampuh Menutup Celah Kebocoran Pendapatan.
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
Share this content:
