kpk panggil pegawai visi law office terkait kasus tppu mentan syl 070905.jpg
Operasi Tangkap Tangan di Tulungagung, 16 Orang Termasuk Bupati Diamankan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat malam (10/4/2026). Dalam operasi tersebut, tim penindakan KPK mengamankan sebanyak 16 orang, salah satunya adalah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo. Penangkapan ini dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat sejumlah pejabat pemerintah setempat.
- operasi tangkap tangan di tulungagung, 16 orang termasuk bupati diamankan komisi pemberantasan korupsi (kpk) melakukan operasi tangkap tangan (ott) di wilayah tulungagung, jawa timur, pada jumat malam (10/4/2026).
- dalam operasi tersebut, tim penindakan kpk mengamankan sebanyak 16 orang, salah satunya adalah bupati tulungagung gatut sunu wibowo.
- penangkapan ini dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat sejumlah pejabat pemerintah setempat.
- menurut informasi yang diperoleh, tim penyidik kpk masih berada di lokasi untuk melakukan pendalaman dan pengumpulan bukti-bukti tambahan.
Daftar Isi
Menurut informasi yang diperoleh, tim penyidik KPK masih berada di lokasi untuk melakukan pendalaman dan pengumpulan bukti-bukti tambahan. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa proses penyelidikan sedang berlangsung dan akan terus dipantau oleh lembaga antirasuah tersebut. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan update terkini mengenai perkembangan kasus ini.
Adanya OTT di wilayah Tulungagung telah dikonfirmasi oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto. Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari KPK mengenai konstruksi perkara atau barang bukti yang disita dalam operasi tersebut. Sesuai ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu selama 24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif guna menentukan status hukum para tersangka yang terjaring dalam OTT ini.
Pejabat Pemkab Diperiksa di Kantor Polres
Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Tulungagung terpantau datang ke Polres Tulungagung pada malam hari. Mereka terlihat menggunakan kendaraan yang diduga berasal dari KPK. Beberapa di antaranya seperti Kepala Bagian Umum (Kabag Umum) Yulius Rama Isworo, Dwi Yoga (ajudan bupati), serta sejumlah pejabat lainnya. Mereka membawa koper yang diduga berisi dokumen penting.
Beberapa pejabat seperti Kabag Kesra Makrus Mannan, Kabag Pemerintahan Arif Effendi, Kepala Satpol PP Hartono, Direktur RSUD Iskak Zuhrotul Aini, dan Kepala BPKAD Dwi Hari Subagyo juga hadir. Selain itu, Plt Sekda Soeroto dan Kepala Bakesbangpol Agus Prijanto Utomo sudah lebih dulu tiba di lokasi.
Sementara itu, informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa KPK tiba di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso sekitar pukul 15.00 WIB. Sejumlah anggota Satpol PP yang berjaga disita ponselnya, dan beberapa personel KPK terlihat melakukan pengeledahan di kantor Dinas PUPR di dalam area kantor Pemkab Tulungagung.
Profil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo
Gatut Sunu Wibowo lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada 17 Desember 1967. Ia dilantik menjadi Bupati Tulungagung pada 20 Februari 2025 setelah memenangkan Pilkada 2024. Dalam pemilihan tersebut, ia berpasangan dengan politikus Partai Gerindra, Ahmad Baharudin.
Sebelum terjun ke dunia politik, Gatut dikenal sebagai pengusaha toko bangunan yang memiliki jaringan usaha di wilayah Trenggalek dan Tulungagung. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi sosial dan politik, termasuk sebagai anggota GP Ansor Tulungagung sejak tahun 2004 hingga saat ini.
Karier politik Gatut dimulai ketika ia bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada 1 November 2021. Ia kemudian menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung periode 2021–2023 mendampingi Bupati Maryoto Birowo. Pada Pilkada 2024, ia memutuskan bergabung dengan Partai Gerindra dan maju sebagai calon Bupati bersama Ahmad Baharudin. Hasil pemilu menunjukkan bahwa ia unggul dengan meraih 297.882 suara atau 50,72 persen dari total suara sah.
Riwayat Pendidikan dan Harta Bupati
Gatut Sunu Wibowo menyelesaikan pendidikan dasarnya di SDN 1 Gandong, Bandung Tulungagung, lulus pada tahun 1982. Setelah itu, ia melanjutkan studi di SMP Negeri 1 Bandung, Tulungagung (1982–1985) dan SMAK Santo Thomas Aquino, Kedungwaru, Tulungagung (lulus 1988). Ia kemudian melanjutkan studi di Universitas Merdeka Malang dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 1992. Di tahun 2023, ia menyelesaikan program Magister Ekonomi di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) 2022, Gatut Sunu Wibowo memiliki total kekayaan sebesar Rp 17,8 miliar. Rincian kekayaannya mencakup tanah dan bangunan di berbagai lokasi seperti Tulungagung, Surabaya, dan Tanah Laut. Kekayaan tersebut terdiri dari berbagai aset yang diperoleh secara mandiri.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Share this content:
