Minggu, 13 September 2026Indonesia
Kompasia
Trending

5 Lagu Olivia Rodrigo tentang Ketidakpercayaan Diri

Oleh Pimpinan Redaksi · Januari 2, 2026 · 3 menit baca Penulis Terverifikasi
✓ Penulis Verified

Rasa Insecure dalam Lagu Olivia Rodrigo

Rasa insecure sering kali menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, dan Olivia Rodrigo telah berhasil menangkap perasaan ini dengan lirik yang jujur dan emosional. Dalam karyanya, ia menggambarkan perasaan minder, iri, dan ragu pada diri sendiri dengan cara yang sangat relatable, terutama bagi generasi muda. Berikut adalah lima lagu Olivia Rodrigo yang penuh akan tema rasa insecure.

1. “Lacy”

Lagu “lacy” menggambarkan rasa insecure dengan cara yang halus namun menusuk. Di sini, Olivia menyampaikan perasaan cemburu dan kekaguman yang menyakitkan terhadap sosok lain yang terasa lebih sempurna. Meskipun ia tidak benar-benar membenci orang tersebut, ia justru merasa benci pada dirinya sendiri karena terlalu terobsesi dan merasa kalah.

Menariknya, lagu ini juga menunjukkan bagaimana pujian bisa terasa seperti ancaman ketika rasa percaya diri runtuh. Olivia menjelaskan konflik batin antara ingin menjadi versi diri sendiri dan keinginan diam-diam untuk menjadi orang lain. Lagu ini terasa sangat personal, seolah-olah berbicara tentang rasa insecure yang selalu ada di pikiran tanpa pernah diucapkan secara langsung.

2. “Brutal”

Berbeda dari “lacy”, “brutal” meledak dengan energi marah dan frustrasi. Lagu ini menangkap rasa insecure yang muncul akibat tekanan usia muda, ekspektasi sosial, dan kebutuhan untuk selalu disukai. Olivia menyuarakan kelelahan mental saat merasa tidak pernah cukup, meskipun sudah berusaha sekeras mungkin.

“Brutal” terasa seperti teriakan jujur dari seseorang yang muak dengan nasihat klise tentang “menikmati masa muda”. Rasa insecure di sini bukan hanya soal penampilan, tapi juga pencapaian dan rasa takut menjadi kegagalan. Lagu ini membuktikan bahwa rasa insecure tidak selalu datang dalam bentuk tangisan, kadang ia hadir sebagai amarah yang meledak-ledak.

3. “Pretty Isn’t Pretty”

Lagu “pretty isn’t pretty” mungkin salah satu potret paling jujur tentang rasa insecure fisik dan standar kecantikan. Olivia menggambarkan bagaimana usaha mengubah penampilan—mulai dari makeup, diet, hingga pakaian—tidak pernah benar-benar menyelesaikan masalah. Selalu ada sesuatu yang terasa kurang saat bercermin.

Dengan lagu ini, Olivia menunjukkan bahwa masalahnya bukan pada wajah atau tubuh, melainkan pada sistem yang terus menanamkan standar tidak realistis. Pesannya sederhana, tapi pahit: bahkan setelah menang, rasa insecure bisa tetap bertahan.

4. “Jealousy, Jealousy”

Jika rasa insecure punya lagu tema, “jealousy, jealousy” adalah salah satunya. Lagu ini membahas kebiasaan membandingkan hidup sendiri dengan kehidupan orang lain di media sosial. Olivia Rodrigo dengan jujur mengakui rasa iri yang muncul, meski ia tahu secara logis bahwa hidup orang lain tidak lebih baik.

Yang membuat lagu ini kuat adalah kesadarannya akan kontradiksi itu. Olivia tahu bahwa kesuksesan orang lain bukan kegagalannya, tapi perasaan tetap sulit dikendalikan. “Jealousy, jealousy” menggambarkan bagaimana perbandingan bisa perlahan merusak rasa percaya diri dan membuat seseorang ingin menjadi siapa saja selain dirinya sendiri.

5. “Driver’s License”

Meski sering dianggap sebagai lagu patah hati, “driver’s license” juga sarat dengan rasa insecure. Sosok perempuan lain yang disebut dalam lagu menjadi simbol dari semua ketakutan dan keraguan diri Olivia. Ia merasa kalah sebelum tahu kenyataannya, hanya karena membandingkan dirinya dengan orang lain.

Lagu ini memperlihatkan bagaimana kehilangan dan rasa insecure saling berkaitan. Saat cinta berakhir, rasa tidak percaya diri sering ikut muncul, mempertanyakan nilai diri sendiri. Dengan emosi yang tenang namun menyayat, “driver’s license” menunjukkan bahwa rasa insecure bisa muncul di saat kita sedang paling rapuh.

Kesimpulan

Rasa insecure memang tidak pernah sederhana, dan Olivia Rodrigo telah berhasil menuangkannya dalam berbagai bentuk emosi. Lagu-lagu ini bukan hanya untuk didengarkan, tapi juga untuk dirasakan dan dipahami. Dari kelima lagu ini, mana yang paling menggambarkan perasaanmu saat membandingkan diri dengan orang lain?

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama “Kompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

💬 Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

☕ Traktir Kopi

Pimpinan Redaksi telah mempublikasikan 1,480 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia