Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
Subscribe
Close

Search

Mengapa Peramal Cuaca di AS Dihujat Penyangkal Iklim?
Viral

Mengapa Peramal Cuaca di AS Dihujat Penyangkal Iklim?

By Redaksi Kompasia
September 17, 2025 5 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada Mengapa Peramal Cuaca di AS Dihujat Penyangkal Iklim?

Surat elektronik yang berisi ancaman pembunuhan menjadi akhir dari karier seorang ahli meteorologi di Amerika Serikat. Para pakar mencatat bahwa perang melawan perubahan iklim oleh kalangan konservatif kini berpindah kepada penyiar prakiraan cuaca.

Chris Gloninger membuka surel pada pagi hari, dan menemukan pesan dari seorang penonton yang meminta alamat rumahnya, dengan maksud ingin memberikannya suatu penghargaan yang akan ia ingat.

Tiba-tiba teringat kisah seorang pria yang datang ke rumah hakim agung Brett Kavanaugh, membawa sebuah pistol dan tali pengikat. “Jantung saya berdebar kencang dan saya merasa tidak bisa bergerak,” kenangnya.

Gloninger bukan seorang anggota partai politik. Ia adalah seorang ahli prakiraan cuaca. Dansejak ia menjabat sebagai kepala meteorologi, kotak pesan menjadi medan ancaman. Pesan email dengan nada ancaman akhirnya membuatnya menghubungi polisi dan memindahkan dirinya serta istrinya ke sebuah hotel.

Mengapa Peramal Cuaca di AS Dihujat Penyangkal Iklim?

Ketidaksukaan online terhadap pembawa cuaca

Sebagai jurnalis yang tugasnya menyampaikan informasi tentang perubahan iklim, penyiar cuaca di televisi juga terkena dampak dari maraknya penyebaran informasi palsu dan teori konspirasi yang memicu rasa benci di media sosial.

Gloninger memandang perubahan iklim sebagai masalah paling krusial saat ini, serta giat berupaya agar menjadi fokus utama dalam liputan media televisi.

Ia pernah pindah ke Iowa, sebuah negara bagian yang semakin konservatif sejak Trump terpilih.

Setelah bekerja di Des Moines, Gloninger menyesuaikan laporan beritanya di Iowa dengan penelitian iklim terbaru. Ia berusaha menjelaskan secara sederhana bagaimana kekeringan memengaruhi ladang jagung, atau bagaimana cuaca ekstrem menghambat para petani.

Pada saat itu, email mulai masuk secara beruntun. Awalnya hanya penolakan biasa, kemudian berkembang menjadi ancaman yang lebih agresif. Ia melihat bagaimana sebagian penonton mulai mempergunakan sains secara politis.

Mereka mengatakan, kami merasa jenuh dengan agenda liberal ini,” kata Gloninger. “Padahal seharusnya ini bukan tentang politik, karena ini adalah sains yang didukung oleh 99% komunitas akademik.

Sejarah panjang misinformasi

Sekarang, informasi yang salah dan teori konspirasi mengenai iklim semakin marak di internet, meskipun konsensus ilmiah sudah jelas bahwa perubahan iklim menyebabkan cuaca ekstrem yang akan semakin memburuk seiring naiknya suhu global.

Sumber masalah ini dapat dilacak sejak pertengahan abad yang lalu. Mulai dari tahun 1960-an, perusahaan energi sudah mengetahuipembakaran batu bara dan minyak menyebabkan kenaikan suhu bumi. Namun mereka memilih untuk menyangkal. Kini, ketika gletser mencair dan banjir menghancurkan kota, menyangkal tidak lagi cukup. Maka muncul bentuk baru: delayism. Menunda. Meragukan solusi. Atau melapisi perusahaan dengan cat hijau agar terlihat ramah lingkungan.

Penelitian tahun 2024 menunjukkan bahwa industri energi fosil dan petrokimia menghabiskan jutaan dolar untuk iklan yang menyatakan komitmen iklim perusahaan secara salah. Faktanya, sektor migas hanya menyalurkan 1% dari pendapatan globalnya ke energi bersih, sementara terus aktif mencari cadangan minyak dan gas baru.

Jaringan pemain yang menyebarkan informasi palsu yang rumit

“Jaringan di balik penyebaran informasi palsu mengenai iklim kini sangat kompleks,” ujar Ece Elbeyi, peneliti dari Universitas Kopenhagen, Denmark.

Tidak hanya pihak yang berkepentingan untuk menghambat tindakan iklim dan para lobi, tetapi juga media, pengguna jahat, ladang bot dari Rusia, hingga para pengaruh di media sosial yang memperluas penyebaran informasi palsu, di mana algoritma lebih cenderung mendukung konten yang memiliki nuansa emosional.

Para aktor politik, khususnya yang memiliki basis nasionalis atau konservatif, memanfaatkan informasi yang salah untuk memotivasi pendukung mereka,” ujar Elbeyi. “Mereka mungkin tidak secara langsung menyangkal perubahan iklim, tetapi mempersepsikan solusi iklim — seperti perjanjian internasional atau aturan tentang karbon — sebagai ancaman terhadap kedaulatan negara atau kebebasan ekonomi.

Melawan tindakan iklim kini telah menjadi isu yang berkaitan dengan identitas politik, sehingga lebih sulit untuk dikoreksi. Identitas ini, menurut Elbeyi, yang membuat seseorang mampu menyebarkan informasi yang salah atau mengirim pesan penuh kebencian kepada orang seperti Gloninger.

Lahan subur teori konspirasi

“Terkadang informasi yang salah berkembang menjadi teori konspirasi yang tidak masuk akal, yang beredar di kalangan orang-orang dengan tingkat kecemasan, ketakutan, atau sifat egosentris yang tinggi,” kata Daniel Jolley, profesor psikologi dari Universitas Nottingham.

Konspirasi dapat memberikan rasa penting atau aman, dengan menggambarkan kelompok yang berkuasa sebagai “jahat,” dan sering kali semakin meningkat setelah terjadi bencana.

Setelah banjir bandang yang menewaskan terjadi di Texas pada musim panas lalu, muncul berbagai teori konspirasi di internet yang menyatakan bahwa para ilmuwan dan lembaga pemerintah mengatur bencana tersebut menggunakan teknologi penyemaian awan.

“Orang berusaha menjelaskan masalah besar yang membuat kita merasa tidak yakin, cemas, dan terancam,” ujar Jolley. Ia memperkirakan, mengingat iklim yang terus berubah,misinformasi dan konspirasi cuaca akan makin menonjol.

Ahli meteorologi, menurut informasi yang diberikan, menjadi sasaran karena mereka adalah komunikator ilmu iklim yang paling terlihat.

Mengapa Peramal Cuaca di AS Dihujat Penyangkal Iklim?

Bagaimana tangkal misinformasi?

Baik Jolley maupun Elbeyi menekankan bahwa pendidikan merupakan kunci penting, sehingga masyarakat mampu mengenali informasi yang salah.

Elbeyi mengatakan, hal ini perlu melibatkan kelompok yang rentan dalam diskusi, karena informasi yang salah menyebar ketika kelompok merasa keputusan diambil tanpa mereka, bahkan bertentangan dengan mereka. “Dan pengecualian seperti ini dapat langsung merusak kepercayaan masyarakat terhadap ilmuwan dan sains secara keseluruhan.”

Dalam menghadapi teori konspirasi, Jolley menyarankan untuk membangun kepercayaan dan menunjukkan empati terhadap alasan orang percaya pada teori tersebut, bukan hanya sekadar menyangkal. Ia juga menekankan pentingnya memberikan dukungan kepada mereka yang menjadi korban serangan, seperti Gloninger.

Setelah menghadapi ancaman pembunuhan, Gloninger menjalani pengobatan dan dinyatakan menderita gangguan stres pasca-trauma. Ia kesulitan tidur, kulitnya mengalami kerusakan, serta kondisi kesehatannya memburuk.

Pelaku akhirnya ditangkap oleh polisi meskipun hanya dikenai denda sebesar USD150. Dan Gloninger tetap bekerja di stasiun televisi. Namun setelah manajemen menerima banyak email dari sekelompok kecil penonton yang agresif, dia diminta untuk tidak lagi membahas isu perubahan iklim.

Gloninger memutuskan untuk berhenti daripada terus bekerja sambil mengabaikan masalah perubahan iklim. Ia mengakui bahwa keputusan tersebut masih sulit untuk dijelaskan.

Meskipun demikian, ia merasa telah memberikan dampak dengan menyebarkan kesadaran perubahan iklim kepada penonton yang konservatif. Ia menyimpan folder besar yang berisi pesan-pesan positif dari para penonton.

Gloninger menilai mundur karena permusuhan di media sosial akan menjadi kesalahan.

Saya merasa saat ini liputan mengenai perubahan iklim memang berkurang akibat adanya rasa takut terhadap balasan,” katanya. “Saya justru menyarankan para ahli meteorologi untuk meningkatkan usaha mereka.

Artikel ini pertama kali diterbitkan dalam Bahasa Inggris, disunting oleh Rizki Nugraha. Editor: Agus Setiawan.

ind:content_author: Jennifer Collins

521SHARES9.3kVIEWS

Bagikan Artikel & Dapat Reward

Share artikel ini ke media sosial. Setiap link/share valid bernilai Rp10.

WhatsAppFacebookXTelegram
Catatan: sistem mencatat 1 reward per platform, per artikel, per IP untuk mengurangi spam. Status awal pending dan dapat diverifikasi admin.

Baca Artikel Selanjutnya:

Dialog untuk Menyelamatkan Bumi →

🔥 Postingan Populer

  • 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
  • Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
  • Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
  • Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
  • Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
🔗 Cari alat parkir

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

Viral berita jurnalistik media berita meteorologi Pemanasan global

Jika Artikel Ini Bermanfaat, Tolong Bagikan & Dukung Tim Penulis

Setiap dukungan membantu kami terus menghadirkan artikel informatif, edukatif, dan bermanfaat untuk pembaca.

💚 Donasi via Sociabuzz 📲 Bagikan WA f Facebook 𝕏 Share

Terima kasih sudah mendukung karya penulis independen.

KOMPASIA.COM

Kirim Berita dan Press Release Anda

Kirim berita, press release, artikel promosi, opini, kegiatan perusahaan, komunitas, atau informasi publik lainnya kepada Redaksi Kompasia.

✉ Kirim ke Redaksi ❤ Dukung dengan Donasi
Email Redaksi: redaksikompasia@gmail.com
Materi yang dikirim akan melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan redaksi sebelum diterbitkan.

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen memenuhi standar Dewan Pers untuk menyajikan informasi yang akurat, tajam, dan berimbang.

Tags:

beritajurnalistikmedia beritameteorologiPemanasan global
Author

Redaksi Kompasia

Follow Me
Other Articles
Mengapa Makanan Anak 3-5 Tahun Cenderung Manis
Previous

Mengapa Makanan Anak 3-5 Tahun Cenderung Manis

Dialog untuk Menyelamatkan Bumi
Next

Dialog untuk Menyelamatkan Bumi

Seedbacklink

Berita Populer

1Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Kesehatan28 Jul 2026
2Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

hukum27 Jul 2026
3Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Berita Utama25 Jul 2026
4REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Berita Utama25 Jul 2026
5Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Berita Nasional23 Jul 2026

agama angkutan Asia Astrolog berinvestasi berita Berita lokal bisnis budaya ekonomi hiburan Horoskop Hukum Pidana Indonesia infrastruktur insiden kasus kriminal Kebijakan Publik kejahatan kekayaan klub sepak bola kontroversi Laporan Polisi masalah sosial masyarakat media berita militer olahraga palang parkir pemerintah pendidikan peradilan pidana perbintangan perdagangan Polisi dan Penegakan Hukum politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan sejarah sepak bola teknologi tranding uang undang undang Undang viral

Populer

images (3)
TRI MATRA
OABh0Gb9JJdvaAF4AdqN6wExVwSX0kuIVak1kmxe
Trbratanews

Recent Posts

  • Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause
  • Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi
  • Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS
  • REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air
  • Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Recent Comments

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Mei 2025
  • April 2025

Categories

  • advertorial
  • agama
  • Analisis
  • bali
  • Berita Internasional
  • Berita Nasional
  • Berita Utama
  • Bisnis
  • Bisnis dan Teknologi
  • Ekonomi
  • hukum
  • Investasi
  • Jawa Barat
  • Kalimantan
  • karimun
  • Keamanan dan Kenyamanan Perumahan
  • Kepulauan Riau
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Kriminal
  • Layanan Parkir
  • Medan
  • Nasional
  • news
  • Olahraga
  • Opini
  • parkir
  • pendidikan
  • Politik
  • Profil Tokoh
  • Review
  • Riau
  • Sosial
  • Sport
  • Sumatera Barat
  • Teknologi
  • Teknologi dan Inovasi
  • Teknologi Parkir
  • Tokoh
  • tranding
  • Tutorial
  • UMKM
  • Viral
  • wisata

Kirim Opini,berita anda

email: redaksikompasia@gmail.com

Seedbacklink
☕ Traktir Kopi

Dukung kami dengan traktir kopi agar kami bisa terus berkarya.

☕ Traktir Sekarang

Copyright 2026 — KPA News. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme