Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
Subscribe
Close

Search

Investor Beralih ke Saham Blue Chips, Ini Rekomendasinya
Viral

Investor Beralih ke Saham Blue Chips, Ini Rekomendasinya

By Redaksi Kompasia
Oktober 20, 2025 3 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada Investor Beralih ke Saham Blue Chips, Ini Rekomendasinya

Pergerakan Pasar Saham: Rotasi Dana dari Konglomerasi ke Blue Chips

Beberapa waktu terakhir, terlihat adanya pergeseran arus dana dari saham-saham konglomerasi menuju saham blue chips. Hal ini terlihat dari penurunan harga saham-saham konglomerasi yang menjadi penopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sementara sejumlah saham konstituen Indeks LQ45 mengalami penguatan.

Pada hari Senin (20/10/2025), indeks LQ45 mencatatkan penutupan di level 796,31 dengan kenaikan sebesar 3,10%. Sementara itu, IHSG naik 2,19% ke level 8.088. Dalam satu minggu terakhir, indeks LQ45 hanya naik tipis sebesar 0,62%, sedangkan IHSG masih terkoreksi sebesar 2,18%.

Koreksi pada IHSG dapat dianggap wajar, karena saham-saham konglomerasi yang biasanya menjadi penopang laju pasar dalam beberapa pekan terakhir tengah tertekan. Contohnya, saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) turun masing-masing sebesar 24,05% dan 23,19% dalam seminggu terakhir. Emiten terkait Prajogo Pangestu seperti PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga mengalami penurunan signifikan.

Selain itu, saham-saham milik Hashim Djojohadikusumo, seperti PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), serta emiten hasil kolaborasi Grup Agung Sedayu-Salim, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 16,23% dan 4,28%.

Menurut Ekky Topan dari Infovesta Kapital Advisori, rotasi dana ini terjadi akibat perbedaan valuasi antara saham konglomerasi yang telah meningkat secara signifikan dan saham blue chips yang masih terkena tekanan jual. Investor mulai melakukan profit taking dari saham konglomerasi dan beralih ke saham berfundamental kuat.

Sentimen domestik seperti rencana suntikan dana Danantara, penyaluran BLT pemerintah, serta akumulasi oleh investor institusional lokal juga turut mendukung tren ini.

Kenaikan Saham Sektor Perbankan

Analisis dari Reza Diofanda, Analis BRI Danareksa Sekuritas, menunjukkan bahwa investor mulai memperhatikan saham sektor perbankan. Pada hari Senin, saham bank besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengalami kenaikan masing-masing sebesar 5%, 6,17%, 5,14%, dan 6,32%.

Ekspektasi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 25 basis poin ke level 4,50% pada 22 Oktober 2025 menjadi salah satu faktor pemicu. Penurunan suku bunga ini dapat mengurangi biaya dana dan memperkuat prospek margin bank. Selain itu, dana pensiun domestik yang mulai meningkatkan alokasi portofolio ke saham perbankan juga memberikan sentimen positif.

Secara valuasi, beberapa saham bank besar masih tergolong rendah dibandingkan rata-rata historisnya. Misalnya, BBCA saat ini diperdagangkan di sekitar PBV 3,3 kali dengan valuasi 2,4 standar deviasi di bawah rata-rata dalam lima tahun terakhir.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Meski demikian, Harry Su dari Samuel Sekuritas Indonesia meragukan keberlanjutan tren ini. Ia melihat bahwa situasi makroekonomi dan kinerja keuangan konstituen LQ45 belum menunjukkan perbaikan yang jelas. Koreksi saham konglomerasi bisa berlanjut dalam jangka pendek, namun tidak tentu berkelanjutan.

Reza juga setuju bahwa potensi rebound saham konglomerasi tetap ada, terutama jika beberapa emiten masuk ke indeks global seperti MSCI pada November mendatang. Ini bisa menarik minat investor institusi.

Ekky menambahkan bahwa tren penguatan saham konglomerasi belum berakhir karena banyak emiten memiliki proyek ekspansi dan katalis jangka panjang yang menarik.

Strategi Investasi yang Tepat

Dalam situasi ini, strategi investasi yang perlu dilakukan adalah tetap selektif dan tidak terburu-buru mengalihkan portofolio sepenuhnya. Meski saham blue chips menarik, fluktuasi pasar bisa membawa risiko yang berbeda.

Investor disarankan untuk menjaga diversifikasi portofolio dan memantau perkembangan kondisi makroekonomi serta kebijakan yang memengaruhi kinerja sektor-sektor lain.

Reza menyarankan untuk melakukan rebalancing portofolio secara bertahap dengan fokus pada saham blue chips yang likuid dan berfundamental kuat. Kenaikan harga saham perbankan dapat dimanfaatkan untuk trading jangka pendek, terutama memanfaatkan sentimen penurunan suku bunga acuan BI maupun inflow dari investor institusi.

Ekky menilai fase saat ini masih tahap akumulasi, bukan mark up. Jika sentimen tetap positif, potensi penguatan bisa terlihat dalam beberapa bulan ke depan atau awal tahun mendatang.

Sektor yang layak dicermati antara lain perbankan, properti, konsumsi seperti rokok, makanan, dan tekstil. Sektor energi terbarukan dan bahan baku seperti baja dan nikel juga menarik karena prospek jangka panjang yang solid.

Harry merekomendasikan saham BBCA dengan target harga Rp 9.600, TLKM Rp 3.900, ICBP Rp 12.800, AMRT Rp 3.000, dan JPFA Rp 2.000. Sementara itu, Reza menyarankan saham UNVR, MAPA, BBCA, dan BBTN sebagai pilihan jangka pendek.

455SHARES5.8kVIEWS

Bagikan Artikel & Dapat Reward

Share artikel ini ke media sosial. Setiap link/share valid bernilai Rp10.

WhatsAppFacebookXTelegram
Catatan: sistem mencatat 1 reward per platform, per artikel, per IP untuk mengurangi spam. Status awal pending dan dapat diverifikasi admin.

Baca Artikel Selanjutnya:

Opini: Titik Pusat Ekonomi →

🔥 Postingan Populer

  • 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
  • Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
  • Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
  • Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
  • Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
🔗 Cari alat parkir

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

Viral berita bisnis ekuitas investor menginvestasikan berita bisnis

Jika Artikel Ini Bermanfaat, Tolong Bagikan & Dukung Tim Penulis

Setiap dukungan membantu kami terus menghadirkan artikel informatif, edukatif, dan bermanfaat untuk pembaca.

💚 Donasi via Sociabuzz 📲 Bagikan WA f Facebook 𝕏 Share

Terima kasih sudah mendukung karya penulis independen.

KOMPASIA.COM

Kirim Berita dan Press Release Anda

Kirim berita, press release, artikel promosi, opini, kegiatan perusahaan, komunitas, atau informasi publik lainnya kepada Redaksi Kompasia.

✉ Kirim ke Redaksi ❤ Dukung dengan Donasi
Email Redaksi: redaksikompasia@gmail.com
Materi yang dikirim akan melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan redaksi sebelum diterbitkan.

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen memenuhi standar Dewan Pers untuk menyajikan informasi yang akurat, tajam, dan berimbang.

Tags:

beritabisnisekuitasinvestormenginvestasikan berita bisnis
Author

Redaksi Kompasia

Follow Me
Other Articles
Daftar Nominasi Piala Citra 2025 FFI
Previous

Daftar Nominasi Piala Citra 2025 FFI

Opini: Titik Pusat Ekonomi
Next

Opini: Titik Pusat Ekonomi

Seedbacklink

Berita Populer

1Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Kesehatan28 Jul 2026
2Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

hukum27 Jul 2026
3Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Berita Utama25 Jul 2026
4REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Berita Utama25 Jul 2026
5Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Berita Nasional23 Jul 2026

agama angkutan Asia Astrolog berinvestasi berita Berita lokal bisnis budaya ekonomi hiburan Horoskop Hukum Pidana Indonesia infrastruktur insiden kasus kriminal Kebijakan Publik kejahatan kekayaan klub sepak bola kontroversi Laporan Polisi masalah sosial masyarakat media berita militer olahraga palang parkir pemerintah pendidikan peradilan pidana perbintangan perdagangan Polisi dan Penegakan Hukum politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan sejarah sepak bola teknologi tranding uang undang undang Undang viral

Populer

images (3)
TRI MATRA
OABh0Gb9JJdvaAF4AdqN6wExVwSX0kuIVak1kmxe
Trbratanews

Recent Posts

  • Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause
  • Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi
  • Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS
  • REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air
  • Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Recent Comments

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Mei 2025
  • April 2025

Categories

  • advertorial
  • agama
  • Analisis
  • bali
  • Berita Internasional
  • Berita Nasional
  • Berita Utama
  • Bisnis
  • Bisnis dan Teknologi
  • Ekonomi
  • hukum
  • Investasi
  • Jawa Barat
  • Kalimantan
  • karimun
  • Keamanan dan Kenyamanan Perumahan
  • Kepulauan Riau
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Kriminal
  • Layanan Parkir
  • Medan
  • Nasional
  • news
  • Olahraga
  • Opini
  • parkir
  • pendidikan
  • Politik
  • Profil Tokoh
  • Review
  • Riau
  • Sosial
  • Sport
  • Sumatera Barat
  • Teknologi
  • Teknologi dan Inovasi
  • Teknologi Parkir
  • Tokoh
  • tranding
  • Tutorial
  • UMKM
  • Viral
  • wisata

Kirim Opini,berita anda

email: redaksikompasia@gmail.com

Seedbacklink
☕ Traktir Kopi

Dukung kami dengan traktir kopi agar kami bisa terus berkarya.

☕ Traktir Sekarang

Copyright 2026 — KPA News. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme