Jaga Daya Beli, Khofifah Tekankan Distribusi Beras SPHP di Jawa Timur

Sebanyak 320 Ton Beras Medium sudah disalurkan ke 32 Kecamatan

PR JATIM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya keterlibatan langsung bupati dan wali kota dalam memastikan distribusi beras medium program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berjalan lancar di pasar tradisional. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga ketahanan pangan serta daya beli masyarakat.

Ringkasan Cepat
  • pr jatim – gubernur jawa timur khofifah indar parawansa menegaskan pentingnya keterlibatan langsung bupati dan wali kota dalam memastikan distribusi beras medium program stabilisasi pasokan dan harga pangan (sphp) berjal…
  • langkah ini dinilai krusial untuk menjaga ketahanan pangan serta daya beli masyarakat.
  • hal itu disampaikan khofifah dalam rapat konsolidasi program prioritas nasional bidang pangan di kompleks sekretariat daerah (setda) provinsi jatim, kamis (21/8/2025).
  • ia menyebut, posisi jawa timur sebagai lumbung pangan nasional saat ini cukup kuat, tercermin dari peningkatan nilai tukar petani dan rasio ketersediaan beras yang surplus.
Daftar Isi
  1. 🔥 Postingan Populer
  2. Artikel ini bermanfaat?
  3. AutoIndex: Portal Berita & Media Online

Hal itu disampaikan Khofifah dalam Rapat Konsolidasi Program Prioritas Nasional Bidang Pangan di Kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jatim, Kamis (21/8/2025). Ia menyebut, posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional saat ini cukup kuat, tercermin dari peningkatan nilai tukar petani dan rasio ketersediaan beras yang surplus.

“Posisi Jatim saat ini, Alhamdulillah, nilai tukar petani mengalami peningkatan. Rasio ketersediaan beras kita surplus besar,” kata Khofifah.

Namun, menurutnya, masalah muncul pada distribusi beras SPHP ke pasar tradisional. Ia menilai butuh dorongan khusus agar beras medium benar-benar sampai ke masyarakat.

“Terkait SPHP ini butuh dorongan khusus supaya beras-beras medium ini ke pasar-pasar tradisional,” tegasnya.

Khofifah mengungkapkan temuan saat melakukan kunjungan ke Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, beberapa waktu lalu. Ia mendapati beras SPHP tidak tersedia sejak April. Kondisi ini, kata dia, harus segera direspons cepat karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.

“Mereka sebenarnya kemampuannya pada beras medium. Tapi mereka tidak temukan itu sehingga harus beli beras premium. Hal ini nanti akan berpengaruh pada angka kemiskinan di masing-masing daerah,” jelasnya.

Khofifah menekankan, dengan ketersediaan beras melimpah di Jawa Timur, tantangan utama bukan pada produksi melainkan distribusi. Untuk itu, ia meminta para kepala daerah lebih intensif turun langsung ke lapangan mengawasi jalannya distribusi.

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengakui distribusi beras medium sempat terkendala, salah satunya karena kasus beras oplosan yang membuat Bulog menahan distribusi. Namun, ia memastikan persoalan tersebut kini telah selesai.

“Tapi ini sekarang sudah beres, tinggal packaging,” ujar Zulkifli.

Ia pun memerintahkan Bulog agar distribusi beras medium dilakukan langsung ke pasar tradisional, bukan lagi hanya melalui operasi pasar.***

610SHARES4.8kVIEWS
Rating Artikel: ★★★★★ (5/5 dari 1,786 ulasan)

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Share this content:

8af7c997b935b7c4511af7a8f293314c8b23370a9faab25876ea06c6dd15b252?s=96&d=mm&r=g Jaga Daya Beli, Khofifah Tekankan Distribusi Beras SPHP di Jawa Timur
Author: Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Kata Kunci Terkait