IHSG turun 2,10% pagi ini menyusul pengumuman MSCI penting

AA25VQog.jpg

IHSG Anjlok 2,10% Jelang Pengumuman MSCI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan sebesar 2,10% pada perdagangan intraday pagi ini, Kamis (18/6) pukul 09:37 WIB. Penurunan ini terjadi menjelang pengumuman penting dari MSCI yang akan diumumkan dalam waktu dekat. Lembaga penyedia indeks global tersebut akan mengumumkan hasil dua peninjauan, yaitu Global Market Accessibility Review pada tanggal 19 Juni dan Market Classification pada 23 Juni mendatang.

Ringkasan Cepat
  • ihsg anjlok 2,10% jelang pengumuman msci indeks harga saham gabungan (ihsg) mengalami penurunan signifikan sebesar 2,10% pada perdagangan intraday pagi ini, kamis (18/6) pukul 09:37 wib.
  • penurunan ini terjadi menjelang pengumuman penting dari msci yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
  • lembaga penyedia indeks global tersebut akan mengumumkan hasil dua peninjauan, yaitu global market accessibility review pada tanggal 19 juni dan market classification pada 23 juni mendatang.
  • berdasarkan data rti business, volume transaksi mencapai 6,6 miliar dengan nilai transaksi sebesar rp 5,82 triliun.
Daftar Isi
  1. IHSG Anjlok 2,10% Jelang Pengumuman MSCI
  2. Empat Skenario yang Dapat Terjadi
  3. Potensi Tambahan dari Sisi Global
  4. 🔥 Postingan Populer
  5. Artikel ini bermanfaat?
  6. AutoIndex: Portal Berita & Media Online

Berdasarkan data RTI Business, volume transaksi mencapai 6,6 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,82 triliun. Kapitalisasi pasar mencapai Rp 10.628 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 153 saham menguat, sedangkan 443 saham mengalami penurunan, dan 124 saham stagnan. Di sisi lain, 11 sektor IHSG hari ini berada di zona merah, dengan sektor infrastruktur menjadi yang terpuruk sebesar 2,76%.

Pengumuman MSCI diharapkan akan memberikan tekanan jual terhadap pasar saham Indonesia. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, menyatakan bahwa kemungkinan besar investor passive fund akan melakukan aksi jual karena mengacu pada konstituen dalam indeks MSCI.

Hasan meminta investor untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi yang valid. Ia juga menanggapi beredarnya informasi yang menyebut bahwa MSCI telah menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market. Menurutnya, informasi tersebut belum terverifikasi dan tidak boleh langsung dipercaya oleh para investor.

Empat Skenario yang Dapat Terjadi

Analisis dari Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, Fath Aliansyah Budiman, menjelaskan bahwa ada empat skenario yang dapat terjadi terkait keputusan MSCI terhadap Indonesia. Berikut adalah skenario-skenario tersebut:

  • Interim freeze diperpanjang dengan konsultasi downgrade ke pasar frontier: Dampaknya akan merugikan semua saham.
  • Interim freeze diperpanjang dengan status tetap emerging market: Saham blue chip dan saham dengan fundamental kuat akan lebih diuntungkan.
  • Interim freeze dijalankan secara parsial: Semua saham akan diuntungkan, kecuali beberapa kategori tertentu.
  • Interim freeze dihentikan dengan status tetap emerging market: Seluruh saham akan diuntungkan.

Fath menjelaskan bahwa skenario downgrade ke pasar frontier tidak akan terjadi secara langsung. Meskipun kemungkinan tersebut masih ada, probabilitasnya saat ini relatif rendah. Sementara itu, skenario kedua, yaitu perpanjangan interim freeze dengan status tetap emerging market, dinilai sebagai yang paling mungkin terjadi.

Dalam skenario ketiga, Fath menyebutkan bahwa interim freeze akan dijalankan secara parsial. Hal ini berarti beberapa penyesuaian data akan dilakukan, seperti dari fase 1% ke tahap C, dan diterapkan secara bertahap. Dalam skenario ini, hampir seluruh saham berpotensi diuntungkan, kecuali saham yang masuk kategori tertentu sesuai catatan MSCI.

Sementara itu, skenario keempat, meski memiliki probabilitas kecil, tetap mungkin terjadi. Jika interim freeze dihentikan dan status Indonesia tetap di Emerging Market, pasar akan mendapat sentimen positif.

Potensi Tambahan dari Sisi Global

Selain itu, Fath juga menyebut potensi tambahan dari sisi global, yaitu kemungkinan Korea Selatan masuk dalam watchlist untuk upgrade ke developed market. Namun, ia menegaskan bahwa jika hal tersebut terjadi, proses upgrade kemungkinan baru akan terealisasi pada tahun berikutnya, bukan tahun ini.

Menurut Fath, aliran investasi dari reactive fund akan datang terlebih dahulu, baru kemudian dari passive fund. Jika situasi ini terjadi, negara-negara di Emerging Market seperti Indonesia akan mendapatkan manfaat.

880SHARES5.7kVIEWS
Rating Artikel: ★★★★★ (5/5 dari 1,657 ulasan)

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Share this content:

8af7c997b935b7c4511af7a8f293314c8b23370a9faab25876ea06c6dd15b252?s=96&d=mm&r=g IHSG turun 2,10% pagi ini menyusul pengumuman MSCI penting
Author: Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Kata Kunci Terkait