Minggu, 16 Agustus 2026Indonesia
Kompasia
news

PKB Dianggap Bingung, Politik Dua Kaki PDIP Ancam Kekuasaan Partai Koalisi

Oleh Pimpinan Redaksi ยท Juni 20, 2026 ยท 3 menit baca Penulis Terverifikasi
PKB Dianggap Bingung, Politik Dua Kaki PDIP Ancam Kekuasaan Partai Koalisi

Kekhawatiran Partai Koalisi terhadap Sikap PDIP

Desakan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk memperjelas posisinya dalam politik nasional dinilai mencerminkan kegelisahan sebagian partai koalisi. Sebab, posisi PDIP yang berada di luar pemerintahan namun tetap menjaga komunikasi dengan pemerintah dianggap memberikan keuntungan tersendiri dalam dinamika politik.

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai bahwa sikap PDIP yang tidak sepenuhnya berada di dalam maupun di luar pemerintahan membuat partai tersebut memiliki fleksibilitas lebih dibandingkan partai-partai koalisi lainnya. Hal ini memungkinkan PDIP untuk mengambil posisi kritis terhadap kebijakan pemerintah tanpa harus menanggung beban politik seperti yang dialami partai pendukung pemerintah.

“Posisi seperti ini memungkinkan PDIP untuk mengambil jarak ketika ada kebijakan yang tidak populer, tetapi tetap memiliki akses komunikasi dengan pemerintah saat ada momentum politik yang menguntungkan,” ujar Arifki.

Strategi ini juga berpotensi membuat PDIP menarik perhatian sebagian pemilih yang kritis terhadap pemerintah. Sementara itu, partai-partai yang berada dalam koalisi harus menerima dampak dari setiap kebijakan pemerintah, baik yang populer maupun yang menuai kritik.

Arifki menilai bahwa semakin lama PDIP mempertahankan posisi fleksibel di luar pemerintahan, semakin besar pengaruh yang bisa dimainkannya dalam konfigurasi kekuasaan menuju Pemilu 2029. Dengan demikian, posisi tawar PDIP dalam peta politik nasional terus meningkat.

Pengaruh Politik yang Meningkat

Kondisi ini membuat PDIP menjadi faktor yang diperhitungkan oleh pemerintah dan partai-partai koalisi. Situasi ini tentu memaksa partai-partai yang sudah berada di dalam pemerintahan untuk terus menghitung kemungkinan perubahan peta politik ke depan.

Menurut Arifki, desakan PKB kepada PDIP bukan hanya sekadar permintaan kejelasan posisi. Lebih dari itu, hal ini mencerminkan kekhawatiran sebagian partai koalisi terhadap meningkatnya daya tawar PDIP yang tetap memiliki akses dan pengaruh meski berada di luar kabinet.

Pernyataan PKB tersebut juga dapat dianggap sebagai respons atas posisi PDIP yang dinilai masih abu-abu. Jika memang ingin berada di luar pemerintahan, maka PDIP sebaiknya bersikap tegas dan jelas, bukan hanya sekadar menjaga hubungan dengan pemerintah.

Penilaian Gus Jazil terhadap Sikap PDIP

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid menyampaikan permintaan agar PDIP bersikap tegas terkait posisinya. Hal ini dilakukan setelah adanya keikutsertaan politikus PDIP Andi Widjajanto dalam aksi demonstrasi mahasiswa beberapa waktu lalu.

Gus Jazil menilai bahwa posisi PDIP hingga saat ini belum terlihat jelas. Ia mengingatkan agar PDIP tidak bersikap “abu-abu”, karena partai-partai koalisi sedang berjuang keras untuk mewujudkan janji-janji presiden.

“Kami harap PDIP bisa mengambil sikap yang tegas. Di oposisi, oposisi. Jangan abu-abu,” ujar Gus Jazil.

Ia menilai bahwa selama ini PDIP masih terlihat ragu-ragu dalam menentukan posisi. Menurutnya, kejelasan posisi akan membantu partai-partai koalisi untuk bergerak secara lebih efektif.

Dengan demikian, kekhawatiran sebagian partai koalisi terhadap posisi PDIP yang dinilai tidak jelas dan fleksibel terus meningkat. Hal ini menjadi isu penting dalam dinamika politik nasional, terlebih menjelang Pemilu 2029.

551SHARES8.1kVIEWS

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

KOMPASIA.COM

Kirim Berita dan Press Release Anda

Kirim berita, press release, artikel promosi, opini, kegiatan perusahaan, komunitas, atau informasi publik lainnya kepada Redaksi Kompasia.

Materi yang dikirim akan melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan redaksi sebelum diterbitkan.

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen memenuhi standar Dewan Pers untuk menyajikan informasi yang akurat, tajam, dan berimbang.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia