5 Pelajaran Berharga dari Film Toy Story 5, Menjalin Hubungan dengan Teknologi

Peringatan: Artikel ini berisi bocoran bagi yang belum menonton Toy Story 5!Petualangan kelompok mainan terus berlanjut melalui versi terbaru yang…
1 Min Read 0 4

Peringatan: Artikel ini berisi bocoran bagi yang belum menonton Toy Story 5!

Petualangan kelompok mainan terus berlanjut melalui versi terbaru yang berjudulToy Story 5(2026) yang telah tayang di bioskop Indonesia sejak Rabu (17/6/2026). Kali ini, Jessie (Joan Cusack) bersama Buzz Lightyear (Tim Allen) dan Woody (Tom Hanks) harus menghadapi ancaman baru bernama Lilypad (Greta Lee), sebuah perangkat canggih yang secara perlahan membuat Bonnie (Scarlett Spears) mulai melupakan mereka. Keberadaannya sebagai teknologi yang mampu melakukan berbagai hal memicu konflik yang menarik sekaligus menyentuh.

Sebagai film animasi, Toy Story 5menyimpan banyak pembelajaran yang terasarelate dengan kehidupan sehari-hari, khususnya bagi generasi Z dan generasi Alpha yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Seperti seri sebelumnya, film ini tetap menyampaikan pesan persahabatan yang kuat dan hangat. Berikut beberapa nasihat yang bisa kamu ambil setelah menontonToy Story 5!

1. Teknologi hadir sebagai alat bantu, bukan sebagai lawan

Sedari awal, premis Toy Story 5memang sudah menunjukkan bahwa konflik utamanya akan berujung pada mainan vs teknologi. Sebagai pemimpin geng mainan setelah pergiya Woody, Jessie digambarkan sangat membenci teknologi, terutama setelah Lilypad muncul dalam kehidupan Bonnie. Namun, setelah bertemu dengan Smarty Pants (Conan O’Brien), Atlas (Craig Robinson), dan Snappy (Shelby Rabara), Jessie mulai menyadari bahwa teknologi memiliki manfaat dan fungsi yang tidak bisa ia tolak begitu saja.

Dari perspektif Jessie, kita dapat belajar bahwa teknologi sebenarnya dibuat untuk memudahkan pekerjaan. Bahkan, berkat kolaborasi antara geng mainan dengan teknologi di tengah film, mereka berhasil menghubungkan Bonnie dengan Blaze (Mykal-Michelle Harris), seorang gadis yang tinggal di peternakan, menjadi teman barunya. Ketika digunakan sesuai tujuannya, teknologi mampu memberikan manfaat yang besar dalam kehidupan.

2. Penggunaan teknologi perlu dilakukan dengan bijak agar dapat memberikan manfaat yang baik

5 Pelajaran Berharga dari Film Toy Story 5, Menjalin Hubungan dengan Teknologi

Terkait poin sebelumnya, Lilypad mungkin dianggap sebagai tokoh yang bersifat negatif karena membuat Bonnie lupa pada geng mainannya. Namun, jika dilihat dari sudut pandang lain, masalah ini tidak sepenuhnya berasal dari Lilypad, melainkan dari cara Bonnie berinteraksi dengan perangkat pintar tersebut. Lilypad pada dasarnya dirancang untuk membantu pengguna dalam melakukan aktivitasnya, tetapi Bonnie justru kecanduan hingga menghabiskan banyak waktu di depan layar dan mengabaikan orang-orang di sekitarnya.

Secara tidak langsung, Toy Story 5 mengkritik mereka yang terlalu tenggelam dalam dunia digital hingga tanpa menyadari meninggalkan interaksi di kehidupan nyata. Manusia sebagai pihak yang menguasai seharusnya mampu memanfaatkan teknologi dengan bijak agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya. Jangan sampai teknologi yang dibuat untuk membantu pekerjaan justru menjadi alat yang menyebabkan kerusakan dalam kehidupan.

3. Terlalu larut dalam penggunaan perangkat digital sering kali membuat kita kehilangan makna pentingnya keluarga

5 Pelajaran Berharga dari Film Toy Story 5, Menjalin Hubungan dengan Teknologi

Satu pelajaran yang dapat kita ambil dari sosok Bonnie adalah pentingnya menghabiskan waktu bersama keluarga, yang di era modern saat ini lebih dikenal dengan sebutanfamily timeSudah sejak orang tuanya membelikan Lilypad, Bonnie lebih sering menghabiskan waktunya di depan tablet tersebut daripada berbicara dengan orang tuanya. Selain itu, Bonnie juga menunjukkan perubahan dalam kebiasaannya, di mana sebelumnya aktif bermain dengan mainannya kini lebih sering mengisolasi diri di kamarnya dan sibuk memainkan Lilypad.

Gambaran yang kita lihat dalamToy Story 5bukan hal yang tidak biasa dalam kehidupan nyata. Banyak keluarga yang tinggal di bawah atap yang sama, namun hubungan yang terjalin terasa kaku dan kosong karena mereka lebih sibuk dengangadget masing-masing. Padahal, family timemenyimpan berbagai manfaat, seperti meningkatkan rasa percaya diri dan memperkuat ikatan keluarga, sebagaimana dikutip dari halamanUniversity Health.

4. Teman sejati adalah orang-orang yang menerima kita seperti adanya diri kita

5 Pelajaran Berharga dari Film Toy Story 5, Menjalin Hubungan dengan Teknologi

Jika kamu sudah menonton Toy Story 5, pasti tahu alasan orang tua Bonnie membelikan tablet canggih untuk anaknya. Alasannya adalah agar Bonnie lebih mudah berinteraksi dengan teman sebaya yang sudah menggunakan gadget ini.gadget mirip. Meskipun sudah memiliki Lilypad, Bonnie tetap mengalami kesulitan menemukan teman yang benar-benar cocok dengannya hingga akhirnya ia bertemu dan menjadi teman dengan Blaze.

Sebagai franchise yang sudah akrab dengan dunia persahabatan, kita dapat belajar bahwa tidak selalu mengikuti tren adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan teman. Film ini menunjukkan bahwa persahabatan sejati muncul dari kesamaan minat dan kejujuran dalam hubungan, bukan hanya karena memilikigadget yang sama. Toy Story 5juga mengingatkan kita agar tetap menjadi diri sendiri tanpa perlu memaksa diri berubah agar bisa diterima di lingkungan pergaulan.

5. Perangkat elektronik tidak selalu mampu menggantikan manfaat dari bermain tradisional

5 Pelajaran Berharga dari Film Toy Story 5, Menjalin Hubungan dengan Teknologi

Di awal film, kita disajikan dengan adegan lucu yang menyenangkan ketika Bonnie membayangkan pernikahan Forky (Tony Hale) dan Karen Beverly (Melissa Villaseñor) dengan tampilan yang penuh warna. Namun, setelah Lilypad datang dan mengambil hatinya, Bonnie mulai jarang berkomunikasi dengan mainannya dan tidak lagi aktif dalam imajinasinya seperti sebelumnya. Hal ini membuat geng mainan merasa ditinggalkan, sehingga Jessie berani mengambil tindakan untuk mengusir Lilypad.

Apa yang diperlihatkan dalam Toy Story 5di sini sebenarnya bukan hanya sekadar tulisan, melainkan gambaran yang cukup menyedihkan mengenai bagaimana dunia imajinasi anak-anak digeser oleh dominasigadget. Hal yang sama juga disampaikan dalam laporan dari Kaiser Family Foundation yang menyebutkan bahwa anak-anak berusia 8—18 tahun menghabiskan sekitar 7,5 jam sehari atau setara 114 hari dalam setahun untuk hiburan, sementara waktu bermain dioutdoor mereka hanya menghabiskan sekitar 4—7 menit per hari. Keadaan ini dapat menjadi cermin bagi orang tua bahwa seberapa canggihnya teknologi pun tidak akan mampu menggantikan peran mainan dan kegiatan.outdoor dalam mendorong imajinasi anak-anak.

Sebagai film anak-anak, Toy Story 5juga menjadi gambaran bagi orang tua yang sudah memiliki keluarga. Melalui petualangan Jessie bersama teman-teman mainannya,Toy Story 5secara diam-diam memberikan cekalan dengan satu pertanyaan sederhana: apakah kita benar-benar hadir secara fisik dan rohani bagi orang-orang yang dicintai atau justru tanpa menyadari diri menjadi Bonnie versi dunia nyata yang terjebak dalam kenyamanan dunia digital yang palsu?

Daftar Lagu Tema Film Toy Story 5, Taylor Swift Menyanyikan Lagu Utama Cara Membuat Teks Seperti Poster Toy Story 5 yang Sederhana dan Sangat Mirip
456SHARES3.4kVIEWS

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan