Mengungkap pesona budaya dan alam Lumar Bengkayang di perbatasan Kalbar

Ringkasan Berita: Berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat dan situs resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang,…
1 Min Read 0 3
Ringkasan Berita:
  • Berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat dan situs resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang, berikut ini merupakan penjelasan mendalam tentang sejarah, kondisi geografis, serta ciri khas dari Kecamatan Lumar.
  • Mengutip data dari dokumen sejarah Pemkab Bengkayang, wilayah Lumar memiliki catatan sejarah yang sangat panjang, bahkan sebelum kemerdekaan Indonesia.

KOMPASIA.COM, BENGKAYANG – Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, memiliki berbagai wilayah yang kaya akan budaya, sejarah, dan pemandangan alam yang menakjubkan.

Salah satu daerah yang menawarkan pesona luar biasa namun belum sepenuhnya diketahui secara mendalam adalah Kecamatan Lumar.

Secara administratif, Kecamatan Lumar adalah salah satu wilayah penting di Kabupaten Bengkayang yang terus berupaya meningkatkan pembangunan ekonomi dan infrastruktur, tanpa kehilangan identitas serta nilai kearifan lokalnya.

Berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat dan situs resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang, berikut ini adalah penjelasan mendalam tentang sejarah, kondisi geografis, serta ciri khas dari Kecamatan Lumar.

Jejak Sejarah Pertambangan Emas Masa Lalu

Mengutip data dari dokumen sejarah Pemkab Bengkayang, wilayah Lumar memiliki catatan sejarah yang sangat panjang, bahkan sebelum kemerdekaan Indonesia.

Nama “Lumar” sering muncul dalam catatan kolonial sebagai wilayah pedalaman yang kaya akan sumber daya alam.

Pada abad ke-18 dan ke-19, daerah Lumar serta sekitarnya (termasuk Monterado) menarik perhatian para kelompok penambang emas dari Tiongkok yang diundang oleh para Sultan di pesisir Kalimantan Barat.

Aktivitas penggalian emas tradisional ini meninggalkan dampak sosial berupa percampuran budaya yang selaras antara masyarakat adat Dayak setempat, Melayu, dan penduduk keturunan Tionghoa yang masih bertahan hingga saat ini.

Kecamatan Lumar secara resmi berdiri sebagai kecamatan yang memiliki otonomi melalui pemekaran wilayah di Kabupaten Bengkayang, dengan tujuan untuk mempercepat penyebaran layanan publik dan pemerataan pembangunan di kawasan pedalaman.

Pemandangan Alam Bukit dan Sungai yang Hijau

Secara geografis, Kecamatan Lumar berada di wilayah sebelah utara tengah Kabupaten Bengkayang.

Wilayah ini dipenuhi oleh bentuk permukaan yang berbukit, lembah yang subur, serta hutan tropis yang masih terawat dengan baik.

Berikut beberapa batas wilayah administratif Kecamatan Lumar:

Sebelah Utara: Berbatasan langsung dengan Kecamatan Seluas.

Selatan: Bersebelahan dengan Kecamatan Bengkayang (Ibu Kota Kabupaten).

Sebelah Barat: Berbatasan dengan Kecamatan Ledo.

Sebelah Timur: Berbatasan dengan Kecamatan Sanggau Ledo.

Karena letaknya berada di jalur lintasan antara Ibu Kota Kabupaten Bengkayang menuju perbatasan Malaysia di Jagoi Babang, Lumar menjadi kawasan transisi yang sangat penting bagi pergerakan barang dan jasa.

Keberadaan aliran sungai kecil di Lumar menjadi jalur penting bagi lahan pertanian dan perkebunan masyarakat sekitar.

Ciri Khas Budaya dan Pengetahuan Tradisional

Salah satu daya tarik utama Kecamatan Lumar terletak pada kekhasan budaya dan tradisinya.

Mayoritas penduduk asli di daerah ini terdiri dari masyarakat suku Dayak, khususnya kelompok Dayak Bekati.

Masyarakat Lumar masih mempertahankan upacara adat tahunan seperti Nyobeng atau Gawai Dayak (Maka’ Dio), sebagai wujud rasa terima kasih atas hasil panen padi yang berlimpah kepada Tuhan.

Selain itu, kerukunan antarumat beragama dan suku di Lumar sangat kuat, menjadikannya sebagai contoh teladan wilayah yang memiliki tingkat toleransi tinggi di Kabupaten Bengkayang.

Dari sektor pariwisata, potensi geografis Lumar menghasilkan destinasi wisata alam yang tersembunyi, mulai dari air terjun yang menarik hingga daerah perbukitan yang sering menjadi tempat berkemah bagi para pemuda pencinta alam dari Kota Pontianak dan Singkawang.

Data Menarik Kecamatan Lumar

Untuk memberikan gambaran yang lebih tepat, berikut ini adalah kumpulan data menarik mengenai profil Kecamatan Lumar yang dikumpulkan dari publikasi Kecamatan Lumar Dalam Angka oleh BPS serta data sektoral Pemkab Bengkayang:

Pembagian Administratif: Kecamatan Lumar terdiri dari beberapa desa resmi, antara lain Desa Magmagan Karya, Desa Tiga Berkat, Desa Seren Selimbau, Desa Belimbing, dan Desa Lamolda. Ibu kota kecamatan berada di Desa Magmagan Karya.

Lembaga Komoditas Unggulan: Tanah yang subur di wilayah Lumar membuat sebagian besar penduduknya menggantungkan penghidupannya pada bidang pertanian dan perkebunan.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), komoditas utama yang dihasilkan wilayah ini adalah karet, kelapa sawit, serta tanaman pangan seperti padi sawah dan lada.

Kepadatan Penduduk: Lumar merupakan kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk yang cukup rendah hingga sedang, sehingga ruang terbuka hijau dan suasana alaminya masih sangat dominan dibandingkan daerah perkotaan.

Infrastruktur Jalan: Berada di koridor jalan nasional yang menuju PLBN (Pos Lintas Batas Negara) Jagoi Babang, akses jalan utama di Kecamatan Lumar kini sebagian besar telah memiliki permukaan aspal yang kokoh, memudahkan perjalanan wisatawan lokal yang ingin berkunjung.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang saat ini terus mendorong Kecamatan Lumar untuk memaksimalkan potensi agrowisata dan pelestarian budaya Dayak Bekati agar dapat meningkatkan pendapatan asli desa (PADes) serta kesejahteraan warga setempat.

Bagi Anda yang sedang mengunjungi Kabupaten Bengkayang, melewati indahnya alam Kecamatan Lumar akan memberikan pengalaman perjalanan di pedalaman Kalimantan Barat yang tak terlupakan.(*)

– Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN

– Peroleh Berita Trending Melalui SaluranWhatsApp

– Baca Berita Terbaru di GOOGLE NEWS 

459SHARES5.7kVIEWS

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

Redaksi Kompasia